Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tampilkan postingan dengan label Kota Kupang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kota Kupang. Tampilkan semua postingan

TP PKK Kota Diminta Sukseskan Program KB

Edisi: 28 Maret - 03 April 2011
No.261 Tahun V, Hal: 3

KUPANG, SPIRIT
--Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, meminta Tim Penggerak PKK Kota Kupang menyukseskan program keluarga berencana (KB), selain peduli pada masalah kemiskinan, kekerasan anak dan perempuan dan peduli lingkungan.

Permintaan Adoe ini disampaikan ketika membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tim Penggerak PKK Kota Kupang Tahun 2011 di Aula Rujab Walikota Kupang, Kamis (24/3/2011). Hadir dalam acara ini pimpinan DPRD Kota Kupang, para pimpinan SKPD Kota Kupang, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kota Kupang.

Pada bagian lain arahannya, Walikota Daniel Adoe mengatakan bahwa TP PKK Kota Kupang dalam penyusunan program harus mendukung pemerintah. Salah satunya harus memiliki perhatian terhadap pendidikan baik formal maupun informal.

Selain itu, Walikota Daniel Adoe juga meminta untuk mengembangkan koperasi. Pada intinya Walikota ingin agar perempuan harus mampu memainkan peran di semua bidang.

Rakerda ini, menurut panitia pelaksana, untuk merumuskan kebijakan sebagai dasar pijak pelaksanaan tugas dan fungsinya melalui penjabaran program yang ada dan sesuai perkembangan zaman. Maksud rakerda untuk memberikan masukan tentang program-program yang akan dilaksanakan selama kurun waktu satu tahun oleh TP PKK Kota Kupang dan narasumber dari SKPD Lingkup Pemkot Kupang kepada para peserta.

Tujuannya, mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan tahun 2010 dan merumuskan kebijakan-kebijakan sebagai dasar pelaksanaan tugas dan fungsinya.
Rakerda dijadwalkan selama tiga hari, mulai tanggal 24 sampai 26 Maret 2011.

Sebagai peserta dalam rakerda ini adalah Ketua TP PKK Kecamatan se-Kota Kupang sebanyak 6 orang dan Ketua TP PKK Kelurahan se-Kota Kupang sebanyak 51 orang. Dan, narasumber adalah ketua TP PKK Kota Kupang, Kepala SMKN 3 Kupang dan sejumlah pimpinan SKPD terkait. (kotakupang.com)


Read More...

Lurah, Ketua RT/RW, LPM Dapat Insentif


Edisi: 28 Maret - 03 April 2011
No. 261 Tahun V, Hal: 3

KUPANG, SPIRIT
--Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe berjanji memberi tunjangan kesejahteraan (kesra) kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selain itu, memberi insentif kepada lurah, ketua RT/RW dan juga kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

Adoe mengatakan hal ini ketika membuka kegiatan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di Lantai III Kantor Walikota Kupang, Jumat (25/3/2011).

Menurut Adoe, tunjangan kesra bagi PNS serta insentif kepada lurah, ketua RT/RW dan kepada LPM terealisasi pada tahun 2012. Besarnya tunjangan kesra akan dibahas. Sedangkan insentif untuk ketua RT/RW dan ketua LPM mengalami kenaikan sebesar Rp 250.000.

Lebih lanjut Adoe mengatakan, memasuki tahun keempat RPJMD Kota Kupang 2007-2012, banyak tantangan dan masalah yang dihadapi dalam mewujudkan visi dan misi, antaralain masalah mutu pendidikan relatif masih rendah, angka kematian bayi dan ibu melahirkan juga masih tinggi. Masalah sosial ekonomi lainnya seperti kekurangan modal usaha, rendahnya kualitas produksi industri kecil dan menengah, masalah infrastruktur dan lainnya.

Menghadapi kondisi tersebut, demikian Adoe, pemerintah terus berusaha memperbaiki dan meningkatkan kinerja pelayanan kemasyarakatan, pembangunan dan pemerintahan melalui pengalokasian anggaran setiap tahunnya.

Adoe menyebut ada empat prioritas utama pembangunan tahun 2012, yakni peningkatan SDM yang berkualitas, memajukan perekonomian rakyat, meningkatkan kinerja birokrasi dan membangun infrastruktur yang memadai.

Kepala Bappeda Propinsi NTT, Ir. Wayan Darmawa mengatakan, Kota Kupang sebagai kota jasa. Pertambahan penduduk yang berkembang cukup pesat, menjadi salah satu kendala.
"Apakah pembangunan yang dilaksanakan ini sudah bisa mengakomodir perkembangan ini dan apakah SDM yang ada mampu dan siap untuk menghadapinya? Dari segi kualitas, SDM di Kota Kupang lebih baik dari daerah lainnya di NTT namun apakah SDM yang ada ini bisa bersaing dan terserap dalam peluang yang ada?," tanya Darmawa.

Menurutnya, pertambahan penduduk di Kota Kupang ini lebih dipengaruhi dari aspek migrasi karena itu Kota Kupang harus mewaspadai adanya urbanisasi akibatnya rendahnya produktivitas di pedesaan. "Tantangan Kota Kupang terberat adalah pertumbuhan penduduk yang bersumber dari urbanisasi," kata Darmawa. (ira)


Read More...

Kupang Replikasi Pengelolaan Sampah Daur Ulang

Edisi: 28 Maret - 03 April 2011
No. 261 Tahun V, Hal: 3

KUPANG, SPIRIT
--Tim Delgosea (Partnership for Democratis Local Governance in South-East Asia) UCLG - ASPAC Jakarta menggelar workshop sosialisasi Delgosea dan Replika Best Practice dari Kota Marikina-Philippina di Aula Garuda Lantai II Kantor Walikota Kupang, belum lama ini. Sosialisasi untuk mereplikasi satu program mengenai pengelolaan sampah daur ulang dari Kota Marikina Filipina, yang bernama Eco-Saver Project.

Delgosea memiliki empat bidang praktik terbaik yaitu peran serta masyarakat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan; tata kelola kelembagaan; lingkungan perkotaan; dan manajemen fiskal dan peningkatan investasi.

Di Indonesia selain Kota Kupang ada beberapa kota pilot yang terpilih untuk proyek ini termasuk Pangkalpinang, Tarakan dan Wakatobi, sedangkan untuk lintas negara ada di beberapa kota di negara Kamboja, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Tujuan workshop ini, (1) Merumuskan transfer konsep (praktek-praktek terbaik pemerintah daerah) Best Practices (BP), (2) Merumuskan assessment di Kota Pilot, dan (3) Merumuskan pembagian peran antara Kota Pilot dan Tim Nasional DELGOSEA (coach, focal poin).

Sedangkan hasil yang ingin dicapai pada workshop ini agar peserta memahami tujuan dan output DELGOSEA mencakup network asosiasi di negara peserta dan capacity buiding pemerintah daerah; peserta memahami tugas yang harus dilakukan dalam replikasi BP; peserta memahami BP original. Sebagai fasilitator utama adalah Eri Trianurini-Adhi dan Tri Utari sebagai Fasilitator APEKSI, sedangkan peserta dari Tim Working Group Pemkot Kupang yang sudah dibentuk sebelumnya.

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ir. Habde A Dami, M.Si dalam sambutan pada pembukaan workshop mengungkapkan gambaran umum mengenai Kota Kupang. Selain itu, memaparkan program prioritas yang ingin dicapai yaitu pendidikan murah yang berkualitas; pelayanan kesehatan gratis; penigkatan pelayanan air bersih; pembangunan perumahan murah layak huni; upaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup lewat program Kupang Green and Clean; penciptaan pemerintahan yang bersih dan berwibawa dalam rangka otda.

Diharapkan melalui kegiatan workshop ini menjadi media efektif untuk sharing pendapat, tukar pengalaman dalam praktek berpemerintahan antar kedua negara termasuk hambatan-hambatan yang dihadapi sehingga dapat dijadikan bahan input yang berharga untuk semua pihak. (kotakupang.com)


Read More...

PNPM Biayai Remaja Kursus Komputer


Edisi: 28 Maret - 3 April 2011
No. 261 Tahun V, Hal: 3

KUPANG, SPIRIT
--Sebanyak 27 remaja Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, berasal dari keluarga kurang mampu, mengikuti kursus komputer. Program pelatihan ini dibiayai dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Lurah Kayu Putih. Pada acara penutupan, Kamis (24/3/2011), diserahkan sertifikat kursus, disaksikan Robby Kande (Sekretaris Lurah Kayu Putih), Krispinus Drijomite (Ketua LKM), Irenius Leta (Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat Sentrino), dan Pimpinan Kupang Komputer, Ori Nalle.

Irenius Leta mengatakan, PNPM memiliki misi untuk meningkatkan sumber daya masyarakat khususnya keluarga miskin. "Salah satu programnya ialah pendidikan. PNPM telah menganggarkan dana sebesar Rp 100 juta pada tahun 2010 lalu untuk membiayai 27 remaja dari keluarga kurang mampu untuk dilatih komputer. Antusias masyarakat cukup tinggi saat itu, bahkan yang mendaftar ada 35 orang," ujarnya.

Ia menjelaskan, KSM Sentrino sebagai pelaksana telah membuat kontrak kerja sama dengan Kupang Komputer. Peserta dilatih menggunakan tiga program, yakni program Excel, Microsoft Word dan Windows 7. Waktu pelatihan selama satu setengah bulan (November - 30 Desember 2010).

Robby Kande mengatakan, Kelurahan Kayu Putih tercatat ada 172 KK miskin. "Saya berharap, dengan telah mengikuti kursus tersebut, para peserta dapat meningkatkan taraf hidupnya. Karena keahlian komputer sangat dibutuhkan dalam mencari pekerjaan dewasa ini," ujar Robby Kande. (ii)

Read More...

Hurek: Pelayanan Publik Beberapa Unit Kerja Lambat


Edisi: 28 Maret - 03 April 2011
No. 261 Tahun V, Hal: 2

KUPANG, SPIRIT
--Lambat, itulah kesan atau persepsi sebagian besar masyarakat Kota Kupang tentang beberapa unit pelayanan publik yang ada di lingkup Pemkot Kupang.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek, ketika menggelar konferensi pers menyikapi kesan masyarakat tentang lambatnya pelayanan publik oleh Pemkot Kupang. Konferensi pers digelar Selasa (22/3/2011) di ruang kerja wakil walikota.

Menurut Wawali, lambatnya pelayanan publik dari Pemkot Kupang disebabkan oleh beberapa faktor penghambat pada setiap unit pelayanan publik. Faktor penghambat ini berbeda-beda untuk setiap unit kerja dengan demikian solusinya pun berbeda-beda.

Seperti pada pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), kendala yang sering dihadapi oleh petugas dalam memroses izin adalah sertifikat tanah, yang mana sering ditemui pemilik tanah sesuai sertifikat dan yang mengajukan IMB adalah orang yang berbeda.

Selain itu, kelengkapan untuk menerbitkan izin yaitu data teknis bangunan seperti gambar dan nilai bangunan tidak lengkap, bahkan tidak ada. Biasanya untuk mempercepat proses, warga sering meminta bantuan petugas untuk membuat gambar dan menghitung nilai bangunan.

Hal inilah yang sering menjadi pemicu lambatnya penerbitan izin karena membuat gambar dan menghitung nilai bangunan memerlukan proses yang agak lama. Dalam hal ini, Daniel Hurek memberikan solusi agar warga yang ingin membuat gambar dan nilai bangunan agar langsung kepada profesional yang memberikan pelayanan jasa untuk itu.

Untuk pelayanan dokumen kependudukan, yang menjadi kendala di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang saat ini adalah ada satu unit mesin pencetak yang terganggu (rusak). Hal ini menyebabkan menumpuknya permohonan sekitar 20.000 lebih dokumen kependudukan.

Sedangkan pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Kupang yang Standar Operasional Prosedur (SOP)-nya secara sistematis dengan komputerisasi, kendala yang ditemui adalah bila salah satu dari persyaratan yang ditentukan tidak ada/ tidak lengkap, maka sistem tidak akan memroses. Kalaupun dulunya proses perizinan lebih cepat, itu karena masih menggunakan sistem manual di mana masih ada peluang untuk menyiasati kekurangan persyaratan.

Untuk itu solusi yang dikemukakan Daniel Adoe untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di unit-unit pelayanan publik lingkup Pemkot Kupang adalah pada BPPT agar optimalisasi peran unit pengaduan masyarakat yang ada dan masyarakat bisa juga langsung mengajukan pengaduan kepada walikota/wawali.

Untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang, pelayanan agar dioptimalisasi melalui penyediaan perangkat baik sarana dan prasarana termasuk SDM. Sedangkan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Tata Ruang, agar perda tata ruang dipercepat. Menyangkut hal-hal teknis, Wawali mengatakan sebaiknya menggunakan jasa professional dan tidak menggunakan jasa petugas/pegawai karena akan menimbulkan kesan yang kurang baik. (kotakupang.com)


Read More...

Pantai Indah di Negeri Seribu Karang


Edisi: 28 Maret - 03 April 2011
No. 261 Tahun V, Hal: 1

PANTAI
Lasiana adalah salah satu obyek wisata di Kota Kupang. Pengunjung yang datang di pantai ini terbanyak pada hari libur atau hari Minggu.
Pantai Lasiana terletak di Kelurahan Lasiana. Jarak tempuh yang hanya 12 kilometer ini memudahkan akses bagi yang ingin melepaskan lelahnya sambil bercengkrama dengan hamparan pasir putih dan gulungan ombak.

Bagi warga Kota Kupang, Pantai Lasiana ini telah menjadi pilihan tempat wisata untuk berlibur. Lambaian pelepah kelapa di Pantai Lasiana ini, sama harmoninya dengan cita rasa kelapa muda yang dapat dengan mudah kita temukan di area ini.
Selain itu, di dalam area Pantai Lasiana, banyak dijumpai lapo-lapo, bangunan khas timor yang beratap alang-alang.

Bila minggu atau hari liburan tiba, kawasan ini berubah seratus persen. Jangan heran jika anda mencium aroma ikan bakar di mana-mana dan mendengar nyanyian yang diiringi gitar, karena pada hari-hari libur pantai ini berubah menjadi semacam arena berkumpul keluarga. Pengunjung yang biasanya hanya berkisar pada jumlah 30 orang pada hari biasa bisa melonjak hingga 500 orang pada hari libur. Mereka yang datang berlomba-lomba untuk memenuhi pantai, berjalan-jalan di sepanjang pasir putih, bermain air dan berenang.

Banyaknya pengunjung mengundang banyak pedagang datang dan menggelar berbagai makanan dan minuman dingin yang menyegarkan. Mereka berkumpul di suatu taman dan menggelar berbagai pelega dahaga dan lapar, seperti nasi, jagung bakar, sate, es kelapa muda, buah-buahan segar, air mineral, dan berbagai minuman ringan dan minuman bersoda lainnya.

Sebagai tujuan wisata penting, pantai yang sering disebut-sebut sebagai Kuta-nya Kupang ini memiliki berbagai fasilitas penunjang. Di sepanjang area pantai sekitar pintu masuk, 14 unit bangunan Lopo-lopo atau bangunan menyerupai rumah tradisional orang Timor didirikan.

Lopo-lopo adalah sebutan lokal untuk pondok berbentuk menyerupai kanopi,bertiang batang pohon kelapa atau kayu dan beratapkan ijuk, daun kelapa, daun lontar, dan alang-alang. Bisa juga beratapkan seng yang bagian luar dilapisi ijuk, pelepah kelapa atau lontar, dan alang-alang.

Bangunan ini berfungsi sebagai tempat berteduh dan beristirahat bagi pengunjung yang tidak ingin tersengat panas matahari ketika menikmati pemandangan pantai. Pemerintah Kota Kupang juga menyalurkan dana miliaran rupiah untuk menata objek wisata pantai Lasiana dengan mendirikan empat kamar mandi cuci dan kakus (MCK), tiga kios komersial, dua kios cendera mata, satu kolam renang dan instalasi air, satu kantor pengelola, satu panggung hiburan rakyat, dan tiga unit home stay.

Ketika anda berkunjung ke Pantai Lasiana, ada baiknya anda menikmati hidangan kecil khas daerah ini yaitu Pisang Gepe dan kelapa muda. Pisang gepe adalah pisang bakar yang disiram air gula aren dan kacang tanah tumbuk. Pisang gepe dihargai Rp 1.000 per buah, dan kelapa muda Rp 2.000. Kedua jenis makanan ringan ini merepresentasikan keseharian ekonomi masyarakat NTT, sebagai penghasil pisang,dan kelapa (kopra).

Teriknya matahari Negeri Seribu Karang ini perlahan berganti dengan kemanjaan hembusan angin laut Pantai Lasiana yang membelai dan menyapa Anda. Pantai yang indah dan sangat alami di era 1970-1980-an itu, dalam masa sekitar 30 tahun bibir pantai telah tergerus hampir 500 meter ke dalam daratan. Pemerintah berusaha menyelamatkan bibir Pantai Lasiana itu dengan membangun tanggul-tanggul pemecahan ombak di sepanjang bibir Pantai Lasiana.

Balutan pohon kelapa dan lontar yang cukup banyak tumbuh di sepanjang garis Pantai Lasiana ini menjadikan sebuah nuansa tersendiri. Di sekitar bagian barat lokasi Pantai Lasiana ini Anda dapat temukan areal yang berbentuk perbukitan kecil.

Penduduk di sekitar area wisata Pantai Lasiana inilah yang menawarkan buah kelapa segar sebagai pemuas dahaga Anda setelah lelah berendam dalam gulungan ombak Pantai Lasiana. Akses transportasi ke Pantai Lasiana ini dapat Anda temukan dengan banyak pilihan yang bervariasi. Kendaraan umum yang sangat lancar adalah pilihan utama untuk menuju lokasi Pantai Lasiana.

Selain itu mobil sewaan juga bisa Anda gunakan. Bagi Anda yang ingin lebih leluasa, bisa gunakan motor ojek sebagai transportasi alternatif. Selain itu keberadaan homestay bisa menjadi ciri khas area wisata yang dikemas secara profesional.
***

Secara geografis, Kota Kupang terletak di atas hamparan batu karang dan berada di bibir Teluk Kupang. Menggumuli hidup di atas karang, membutuhkan banyak perjuangan dan kreativitas. Misalnya, untuk membangun rumah, batu-batu karang harus ditimbun. Untuk menanam, karang harus dipahat atau ditimbun. Kendati demikian, bukan berarti kota ini kota yang gersang dan merana karena dipenuhi batu karang.

Di beberapa tempat dapat kita temukan rimbunan pohon yang menyejukan. Selain itu, orang terus berlomba-lomba membangun perumahan, perkantoran, tempat usaha, wisata dan sebagainya. Hal ini mengindikasikan bahwa batu-batu karang yang terhampar di Kota Kupang bukanlah rintangan namun merupakan sebuah potensi, bahkan batu karang tersebut dapat menjadi sebuah 'surga' jika dikreasikan sedemikian rupa.

Satu hal yang menjadi bukti bahwa kerasnya batu karang telah dilembutkan, gersangnya batu karang telah dihijaukan, dan gerahnya suhu udara telah disejukan sehingga bongkahan-bongkahan batu karang menjadi sebuah 'surga' yakni hadirnya Subasuka Paradise sebagai sebuah tempat hiburan dan wisata. Secara resmi, soft opening-nya telah dilakukan pada 11 April 2010.

Taman ini sebelumnya bernama Taman Flobamora ketika berada di tangan Pemkot Kupang. Saat itu, Taman Flobamora yang katanya sebuah taman wisata di Kota Kupang adalah sebuah lahan yang penuh dengan bongkahan batu karang. Lokasi itu dipagari lalu dibangun beberapa lopo dan tempat duduk yang menghadap ke Teluk Kupang. Untung ada beberapa pohon gamal yang mungkin hidup dengan sendirinya sehingga memberikan sedikit kerimbunan. Walau fasilitas Taman Flobamora ini tidak memadai namun menjadi sebuah pilihan rekreasi warga Kota Kupang dan sekitarnya.

Tampang Taman Flobamora yang dahulu terlantar, berubah total menjadi sebuah 'surga' ketika diambil alih pihak PT Subasuka Go. Pengambilalihan pengelolaan ini melalui nota kesepahaman Pemkot Kupang dengan pihak manajemen PT Subasuka Go yang disepakati pada 12 November 2008. Dalam kesepakatan itu, Pemkot Kupang memberikan hak guna bangunan selama 30 tahun kepada PT Subasuka Go untuk pemanfaatan lokasi tersebut dengan syarat tetap membayar biaya sewa.

Percaya atau tidak, Subasuka Paradise menjadi tempat wisata di Kota Kupang yang fasilitasnya memadai dan tertata dengan apik serta akan menarik perhatian sebagian besar masyarakat Kota Kupang khususnya yang selama ini tidak menikmati pemanjaan sebuah tempat wisata. Subasuka Paradise memiliki sejumlah fasilitas seperti cafe and resto, water ball, wedding chapel, outbond, sarana futsal, stage, rock garden, flying fox, tempat penjualan souvenir serta berbagai fasilitas lainnya.

Jika dibandingkan dengan beberapa taman wisata di Kota Kupang seperti Gua Monyet, Pantai Tode Kiser dan sebagainya, Subasuka Paradise jauh lebih unggul terutama dari segi kelengkapan fasilitas wisata.

Kalau Taman Flobamora bisa disulap menjadi sebuah surga oleh PT Subasuka Go, akankah Taman Gua Monyet, dan potensi wisata lain di Kota Kupang dapat dipoles menjadi sebuah surga oleh Pemkot Kupang atau pihak swasta yang tertarik berinvestasi dalam dunia wisata?

Semoga dengan kian bertambahnya usia Kota Kupang, pemerintahnya dapat mengembangkan potensi parawisata yang terpendam dan membenahi masalah-masalah parawisata yang selama ini mengegoroti kita. Dalam perwujudannya, ada baiknya jika pemerintah Kota Kupang menggandeng pihak swasta juga. Hamparan batu karang di kota ini yang tepat di hadapan Teluk Kupang adalah sebuah potensi parawisata dan jika dirias dengan ketulusan hati akan menjadi sebuah surga yang membuai serta menghidupkan kita. (kotakupang.com)
Read More...

Delegasi UNICEF Tinjau Kelurahan Ramah Anak


Edisi: 07 - 13 Maret 2011
No. 259 Tahun V, Hal: 11

BAKUNASE, SPIRIT
--Delegasi dari The United Nations Children's Fund (UNICEF), sebanyak delapan orang, Kamis (3/3/2011) berkunjung ke Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja. Dipilihnya Bakunase karena merupakan salah satu kelurahan ramah anak.

Didampingi Kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Setda Kota Kupang, dr. Joyce Kansil, delapan warga negara Jepang serta seorang penerjemah, diterima Lurah Bakunase, Bustaman dan Ketua LPM, Mun Adoe, di Puskesmas Bakunase yang juga menjadi sekretariat bersama.

Joyce Kansil menjelaskan, WNA asal Jepang merupakan salah satu pendonor di UNICEF. "Mereka sengaja datang ke Kupang dengan tujuan untuk melihat bagaimana cara masyarakat menangani kasus kekerasan berbasis masyarakat yang terutama dialami oleh perempuan dan anak," jelasnya.

Menurutnya, UNICEF pernah memberikan bantuan dana untuk pelatihan dan studi banding bagi warga di Bakunase dan Sikumana. Sehingga, kedatangan kali ini juga ingin melihat perkembangannya.

Lurah Bakunase, Bustaman menjelaskan, sekretariat bersama merupakan tempat pengaduan bagi masyarakat Bakunase, terutama bagi yang mengalami kekerasan rumah tangga. Di dalamnya, terdapat informasi berupa alur rujukan kasus dan ada pula nomor kontak petugas yang merupakan warga Bakunase sendiri di tingkat RT/RW. Petugas dapat dihubungi selama 24 jam.

"Korban kekerasan datang ke sekber. Setelah itu, kami pelajari kasusnya dan baik korban maupun pelaku kami data. Jika korban mengalami kekerasan fisik, maka kami rujuk ke Rumah Sakit terdekat. Jika pelecehan seksual, maka kami laporkan ke Polisi. Sedangkan jika korban terganggu secara psikis, maka kami rujuk ke P2TP2A untuk anak-anak, dan Rumah Perempuan untuk dewasa," urai Bustaman.

Ditambahkannya, sekber yang berada dalam kompleks Puskesmas ini memiliki ruang rawat inap. Dilengkapi 59 tenaga medis dan 13 orang masyarakat yang sukarela menjadi petugas di Sekber.

"Sekber baru dibentuk dua bulan lalu, dan hingga kini telah mengatasi 3 kasus. Satu kasus merupakan penelantaran oleh suami dan dua lainnya ialah kasus kekerasan rumah tangga," katanya.

Setelah acara penerimaan, rombongan delegasi UNICEF itu dibagi tiga kelompok. Setiap kelompok mengunjungi tiga rumah warga yang telah ditunjuk panitia. Mereka bertanya mengenai kondisi masyarakat Bakunase. Selanjutnya, mengunjungi sekretariat Forum Anak Kelurahan Bakuanse. Mereka diterima Ketua Forum Anak Kota Kupang, Ruth Fanggidae serta beberapa anak sekolah dasar.

Ketua LPM, Mun Adoe mengatakan, ia merasa senang karena ada kunjungan seperti ini. "Kami berharap, semoga mereka mau memberikan bantuan kepada kami. Sehingga kami dapat terus mengembangkan sekretariat bersama yang selama ini berjalan belum maksimal," ujar Adoe. Sebelum berkunjung ke Kelurahan Bakunase, delegasi UNICEF diterima Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe di kantor Walikota. (ii)


Read More...

Bakunase Terima Dana Anggur Merah

Edisi: 07 - 13 Maret 2011
No. 259 Tahun V, Hal: 9

BAKUNASE, SPIRIT
--Pemerintah Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja, mendapatkan dana senilai Rp 250 juta program Desa Mandiri Anggur Merah. Dana itu digunakan untuk mendukung kegiatan kelompok usaha kecil.

"Suatu kebanggaan karena pemerintah Bakunase dipercayakan pemerintah Propinsi NTT untuk mengelola dana Desa Mandiri Anggur Merah," ujar Lurah Bakunase, Bustaman, saat ditemui Kamis (3/3/2011).

Bustaman menjelaskan, sebagai tindaklanjut, pihaknya telah membentuk tim yang bertugas untuk mensosialisasikan kepada masyarakat. Tim sosialisasi sekaligus bertugas untuk mendorong warga membentuk kelompok usaha, seperti kelompok usaha kerajinan tangan, kelompok usaha tambak air tawar dan kelompok usaha tani lainnya.

"Tim verifikasi ini kita harapkan benar-benar turun ke lapangan. Lihat siapa warga yang membutuhkannya, supaya dana yang diperuntukkan bagi penguatan usaha kecil masyarakat itu benar-benar tepat sasaran," kata Bustaman.

Jika kelompok-kelompok yang akan menggunakan dana itu sudah terbentuk, jelas Bustaman, pemerintah akan segera mencairkan dana.

"Saya harap masyarakat cepat merespons program Desa Mandiri Anggur Merah ini dengan membentuk kelompok usaha kecil. Sebab Bakunase cukup beruntung mendapatkan kepercayaan mengelola dana sebesar itu," katanya. (kk)


Read More...

Pemberian KTP Harus Sesuai Aturan

Edisi: 07 - 13 Maret 2011
No. 259 Tahun V, Hal: 2

KUPANG, SPIRIT
--Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, mengingatkan camat dan lurah tidak boleh lengah dan tetap waspada terhadap kondisi yang terjadi, termasuk pemberian KTP kepada warga baru.

Walikota mengatakan hal ini saat bertatap muka dengan camat, lurah dan pengurus organisasi kepemudaan (OKP) se-Kota Kupang, Jumat (25/2/2011). Turut hadir, Kapolres Kupang Kota, Bambang Sugiarto; Kajari Kupang, Risma H Lada; Dandim Kupang serta pimpinan SKPD lingkup Kota Kupang.

Menurut Walikota, berdasarkan informasi yang ia terima, bahwa saat ini ada cukup banyak orang dari luar daerah yang masuk ke Kupang dan ada orang yang dicurigai.
"Karena itu pemberian KTP benar-benar harus sesuai dengan aturan. Misalnya orang tersebut minimal sudah domisili di Kupang enam bulan dan membawa surat pindah dari tempat asalnya," ujar Walikota.

Tanpa persyaratan tersebut, meskipun sudah ada surat dari RT tetapi lurah tidak boleh langsung tanda tangan. "Hati-hati, jangan sampai RT beri rekomendasi langsung ditandatangani karena beberapa kali ada kecolongan," katanya.

Sementara untuk mahasiswa yang kuliah di Kupang, Walikota memberitahukan agar kepada mereka diberikan KTP gratis dengan catatan ada fotocopy kartu mahasiswa yang dilegalisir oleh pimpinan universitas atau pimpinan fakultas.

"Sampaikan pada ketua-ketua RT mengenai hal ini karena walikota tidak perlu mengeluarkan surat keputusan mengenai KTP gratis untuk mahasiswa," jelas Walikota.

Mengenai kondisi yang terjadi saat ini di Kota Kupang, Walikota meminta agar camat dan lurah juga harus tetap waspada dan jika ada sesuatu yang mencurigakan segera dilaporkan.

Hal yang sama juga diungkap Kapolres Kupang Kota, Drs. Bambang Sugiarto mengatakan, kondisi masyarakat yang resah saat ini terhadap berbagai isu menunjukan bahwa masyarakat tidak menghendaki kerusuhan SARA.

Karena itu, Sugiarto meminta agar jangan hanyut dalam keresahan melainkan harus menangkal isu tersebut. Dia mengungkapkan Polresta Kupang menurunkan 400 personil dan diback up Polda NTT untuk menjaga rumah-rumah ibadah yang ada di Kota Kupang. Sementara Kajari Lada meminta agar lurah dan camat bisa memberikan keterangan kepada masyarakat terutama ABG untuk bisa menjaga keamanan dan ketertiban. (ira)


Read More...

Membayangkan Pesona Laut Sawu


Edisi: 22 - 28 November 2010
No. 244 Tahun V, Hal: 1

LAUT Sawu, sebuah kawasan perairan yang luas di jantung Nusa Tenggara Timur (NTT) dan terletak di tengah-tengah wilayah dan dikelilingi oleh gugusan kepulauan Flores, Sumba, Timor dan Alor (Flobamora) ditetapkan sebagai taman laut nasional dan kawasan konservasi.

Sejak penetapan bulan Maret lalu, hingga kini belum ada rencana aksi nyata di lapangan. Berbagai pemangku kepentingan tengah mempersiapkan desain besar untuk konservasi kawasan tersebut. Perairan Laut Sawu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk dalam kawasan segi tiga emas karang dunia (the coral triangle) yang memiliki keaneragaman hayati laut sangat kaya.

Perairan itu memiliki sebaran terumbu karang yang luas dan beragam spesies, sekaligus tempat perlintasan bagi 14 jenis paus dan habitat aman bagi lumba-lumba, duyung, ikan pari manta dan penyu, selain menjadi kawasan utama jalur pelayaran nasional.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan NTT, Ir. Ana Salean, mengatakan, sebagai kawasan "the golden triangle", perairan Laut Sawu menyimpan lebih dari 65 persen potensi lestari sumber daya ikan, namun juga menyimpan sejumlah persoalan seperti pengrusakan terumbu karang. Selain itu, juga terjadi praktik penangkapan ikan tidak ramah lingkungan, yang menggunakan racun, pemboman ikan, juga eksploitasi kawasan pesisir seperti penambangan pasir pantai dan karang mengakibatkan kemerosotan lingkungan di kawasan perairan tersebut.

Taman Nasional Perairan Laut Sawu meliputi kawasan seluas 3,5 juta hektare doa zona yakni wilayah perairan Selat Sumba dan sekitarnya dengan luas sekitar 567.165,54 hektare dan wilayah perairan Pulau Sabu, Rote, Timor dan Batek seluas 2,9 juta hektare lebih.

Sementara pemerintah Kabupaten Alor pada pada bulan Maret lalu juga telah menetapkan kawasan konservasi perairan daerah seluas 400.000 hektare menjadi jejaring kawasan sehingga total areal konservasi perairan Laut Sawu mencapai 3,9 juta hektare lebih.

Direktur Konservasi dan Taman Laut Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Departemen Perikanan dan Kelautan Agus Dermawan dalam sebuah workshop di Kupang, akhir Juni lalu, soal rencana strategi pengelolaan taman nasional Laut mengatakan, segi tiga karang dunia itu selain Indonesia di mana terdapat Laut Sawu, juga Filipina, Timor Leste, Papua New Guinea dan Kepulauan Salomon.

Dengan menjadikan perairan ini sebagai kawasan konservasi, kata dia, maka bisa menjadi basis daerah penangkapan ikan secara berkelanjutan dengan mendorong upaya perlindungan keaneka ragaman hayati laut di kawasan tersebut dan pemantaran dengan memperhatikan aspek pelestarian.
Dia menyebut, kawasan ini dikelola sebagai bank penyedia telur dan larva ikan, memberikan pembaharuan dan penambahan stok ikan di wilayah konservasi.

Agus juga mengungkapkan keberadaan taman nasional perairan Laut Sawu sangat penting bagi dunia karena menjadi kawasan konservasi terluas di segi tiga emas gugusan karang dunia, tempat di mana beraneka-ragam biota laut hidup dan berkembang.
Kawasan konservasi ini menjadi habitat ikan paus, dugong, lumba-lumba, hiu, penyu, ditambah sejumlah spesies langka seperti paus biru dan paus sperma.

Dengan penetapan areal seluas 3,5 juta hektare lebih sebagai kawasan konservasi, nantinya akan ada zona pembiakan ikan, ada zona penangkapan dan sebagainya, yang ditetapkan setelah melalui sebuah percakapan yang mendalam di antara semua pemangku kepentingan, lalu kemudian menindak-lanjutinya dengan rencana aksi nyata konservasi.

Kawasan yang juga menjadi lalu lintas pelayaran nasional ini, semakin ramai karena di tingkat lokal saja belasan kapal motor penyeberangan atau fery melalui rute tersebut, belum termasuk kapal-kapal perintis dan kapal barang. Dalam hal Laut Sawu menjadi jalur pelayaran nasional, para pemangku kepentingan akan melakukan kampanye penyadaran, agar kapal-kapal tersebut tidak membuang limbah ke laut secara sembarangan. Juga melakukan kampanye penyadaran terhadap masyarakat pesisir yang melakukan eksploitasi laut dan pantai, dengan tidak mengindahkan prinsip-prinsip ramah lingkungan, demi menjaga kelestarian perairan Laut Sawu.

Paus bercumbu rayu

Kawasan perairan Laut Sawu, menjadi area cumbu rayu ikan paus, melahirkan dan membesarkan anak. Anak ikan kemudian menyebar ke perairan lain di dunia, lalu kembali lagi untuk beranak-pinak di kawasan itu, kata ahli ikan paus DR Benjamin Kahn, yang juga direktur "Apex International", sebuah lembaga yang menaruh perhatian pada perlindungan mamalia laut, termasuk ikan paus.

Dia mengatakan, penetapan Laut Sawu sebagai kawasan konservasi perairan, akan memberikan manfaat besar bagi perlindungan terhadap mamalia laut, karena selain menjadi kawasan transit, juga daerah cumbu rayu dan berkembang biak paling aman bagi paus.

Kalau kemudian ada protes dari elemen masyarakat yang mengatasnamakan nelayan tradisional di Lamalera, Kabupaten Lembata yang hidupnya bergantung pada berburu ikan paus secara tradisional, menurut Kahn, justeru kekuatan masyarakat Lamalera bisa menjadi bagian dari sistem konservasi laut.

Dia membeberkan sejumlah manfaat bila Laut Sawu menjadi kawasan konservasi nasional.
Manfaat itu misalnya, munculnya potensi baru bidang pariwisata, kampanye penyadaran kepada kapal-kapal yang menjadikan Laut Sawu sebagai basis pelayaran untuk tidak sembarang membuang limbah ke laut.

Manfaat lainnya, mempromosikan Kupang dan beberapa wilayah pesisir sebagai basis wisata alam, meningkatkan kapasitas berbagai lembaga yang terlibat dalam pengelolaan konservasi, pelatihan lapangan dan pendanaan untuk kegiatan berkelanjutan bagi berbagai pemangku kepentingan.

Khan juga mengungkapkan fakta bahwa kawanan paus dari berbagai perairan dunia membanjiri Laut Sawu pada musim tertentu, kemudian bercumbu rayu, beranak pinak, lalu menyebar ke berbagai perairan dunia.

Penetapan Laut Sawu sebagai kawasan konservasi ini sempat menuai protes dari sekelompok orang di Jakarta yang mengatas-namakan masyarakat Lamalera di Lembata. Protes ini ditanggapi dengan mengenyampingkan untuk sementara zona II konservasi meliputi wilayah Pulau Solor, Lembata, dan Alor (Solar). (kompas.com)

Read More...

Bangun Sesuai Tata Ruang


Edisi: 15 - 21 November 2010
No. 243 Tahun V, Hal: 1

KUPANG, SPIRIT
--Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek, meminta masyarakat di wilayah Kota Kupang untuk menghindari bahaya bencana dengan membangun rumah di tempat yang sesuai dengan tata ruang yang ada.

"Tata ruang yang sudah ditetapkan oleh pemerintah melalui Dinas Tata Kota dan Perumahan Rakyat sudah dengan tegas menetapkan lokasi-lokasi peruntukan pembangunan rumah tempat tinggal bagi masyarakat serta bagi kepentingan peruntukan lainnya," ujarnya di Kupang, Kamis (11/11/2010).

Daniel saat menyerahkan bantuan kepada sejumlah masyarakat korban bencana yang melandanya beberapa waktu lalu mengatakan, dengan penataan ruang sesuai peruntukan, pihak tata kota juga telah mampu mengidentifikasi daerah yang menjadi titik lokasi rawan bencana dan segala bentuk akibat serta dampak yang merugikan masyarakat.

"Kalau masyarakat membangun di lokasi yang bukan peruntukan dan kebetulan berada di lokasi rawan bencana, maka akan sangat merugikan masyarakat itu sendiri," kata Daniel Hurek.

Ia menyatakan daerah bantaran kali merupakan salah satu titik lokasi yang harus dihindari oleh masyarakat dalam membangun, karena merupakan daerah potensial jika musim hujan tiba dan terjadi longsor.

Untuk itu, kepada aparatur pemerintah di kelurahan serta perangkatnya, diminta untuk lebih meningkatkan pengawasan kepada masyarakat yang akan melakukan pembangunan rumah, demi menyelamatkan masyarakat dari bahaya bencana.

"Penting untuk dilakukan antisipasi secara dini dengan pelarangan kepada masyarakat untuk melakukan pembangunan di sekitar bantaran kali maupun di lereng tebing agar warga yang bermukim di lokasi itu tidak terkena bencana longsor," kata dia.

Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Kupang menyerahkan sejumlah bantuan material kepada 30 dari total 207 korban bencana di Kota Kupang dalam tahun 2010. Hurek menyebutkan domisili 30 KK yang mendapat bantuan tersebut berada di Kelurahan Lasiana, Alak, Oesapa, Naioni, Fatufeto, Nunbaun Delha, Manutapen, Namosain, Maulafa, Naikoten I dan Fontein. "Para korban yang mendapat bantuan ini meliputi 21 rumah korban bencana puting beliung, delapan rumah korban kebakaran dan satu rumah korban tanah longsor," kata dia.

Ia menyebutkan bantuan yang diberikan kepada para korban tersebut meliputi, seng sebanyak 246 lembar, 255 sak semen dan paku. "Bantuan yang diberikan bukan untuk menggantikan seluruh kerugian yang dialami masyarakat tetapi hanya sebagai stimulus untuk memperbaiki rumah yang terkena bencana. Kami hanya meringankan beban korban," katanya. (kotakupang.com)

Read More...

Pemkot Bangun Tembok Penahan Banjir

Edisi: 15 - 21 November 2010
No. 243 Tahun V, Hal: 2

KUPANG, SPIRIT
--Pemerintah Kota Kupang membangun tembok penahan banjir berkonstruksi beton di bagian hulu kali Gua Lourdes dan Merdeka, di Kelurahan Kolhua, untuk mengantisipasi luapan banjir.

"Pengerjaannya sedang dilakukan dan diharapkan bisa segera selesai, sehingga memasuki musim hujan nanti, bisa difungsikan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kupang, Beny Sain, yang dihubungi di Kupang, Sabtu (6/11/2010).

Dia mengatakan, kali yang melintasi Kelurahan Gua Lourdes di Kecamatan Oebobo dan kali Merdeka di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kelapa Lima depan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, selalu meluap dan menggenangi hingga kompleks sekolah di kelurahan Merdeka pada setiap musim hujan.

Hal itu, menurut Sain, karena luapan air pascahujan dari bagian hulu sangat tidak terkendali, sehingga saat alir air itu melintas di sepanjang kali yang sempit dan tidak tertampung secara baik, akan meluap dan memasuki rumah-rumah warga dan mengakibatkan kerugian bagi masyarakat.

Dia mengatakan, pembuatan tembok panahan di bagian hulu itu, selain untuk mengatur jalannya alir air pascahujan, tetapi akan juga digunakan sebagai serapan dan akan dipergunakan sebagai sumber air baku bagi masyarakat di hulu sungai untuk pertanian.

Apalagi kata dia, hampir sebagian masyarakat di wilayah hulu mempunyai mata pencaharian utama sebagai petani dan memiliki lahan yang cukup untuk pertanian. "Kelurahan Kolhua merupakan salah sati kelurahan pertanian dan masyarakatnya sebagian besar adalah petani," kata dia.

Karena itu, kata dia penting bagi pemerintah untuk segera menyelesaikan pekerjaan proyek tersebut, sehingga air hujan yang dihasilkan sepanjang musim hujan bisa digunakan secara maksimal untuk kepentingan pertanian di daerah tersebut.
"Kalau semuanya bisa difungsikan secara baik, maka saya yakin petani di lokasi hulu tersebut tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan sumber air untuk pertanian," kata dia.

Dia juga berharap agar masyarakat yang hidup di sepanjang kali Gua lourdes dan Kali Merdeka untuk tidak menjadikan kali sebagai tempat pembuangan sampah, karena akan membahayakan. "Saya meminta agar masyarakat bisa membuang sampah pada tempat yang disiapkan oleh pemerintah. Jangan dibuang ke kali, karena akan mengalami penyumbatan dan akan membuat luapan banjir dan masuk ke rumah penduduk," kata dia. "Kita berharap semuanya bisa berjalan lancar sehingga semua pekerjaan bisa segera selesai," kata Sain. (kotakupang.com)


Read More...

DKP Budidaya Keramba Jaring Apung

Edisi: 15 - 21 November 2010
No. 243 Tahun V, Hal: 2

KUPANG, SPIRIT
--Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Kupang kembangkan program budidaya keramba jaring apung kepada masyarakat nelayan pesisir di wilayah ibu kota Propinsi Nusa Tenggara Timur itu, dengan memberikan bantuan bibit ikan kerapu.

"Bibit ikan kerapu yang kita berikan berjumlah 4.800 ekor, berukuran tujuh hingga 10 sentimeter," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Kupang, Obed Laha di Kupang, Sabtu (6/11/2010).

Menurut dia, seharusnya bantuan bibit yang diberikan itu berjumlah 20.000 ekor, namun ada kesalahan penghitungan anggaran belanja yang tersedia, maka yang bisa terbelikan hanya sebanyak 4.800 ekor bibit. Jumlah benih sebanyak 4.800 ekor itu, kata Obed, akan ditaburi di empat unit keramba dengan masing-masingnya terdapat 20 bilik tempat bermain benih.

"Awalnya dalam penganggaran, harga yang dihitung dilakukan untuk perekornya dengan harga Rp 1.500. Namun yang terjadi, harga jual di lapangan itu lain, harga Rp 1.500 itu merupakan harga per satu satuan sentimeter," kata Obed.

Dia mengatakan, kelompok masyarakat yang dilibatkan dalam program budidaya keramba jaring apung, adalah sejumlah masyarakat pesisir, yang karena sejumlah keterbatasan maka dipilih dengan seleksi. "Kelompok yang dibentuk oleh masyarakat merupakan kumpulan para nelayan pesisir yang terpilih secara selektif," kata Obed.

Dia mengatakan, keramba jaring apung, merupakan salah satu pola yang kembangkan oleh para nelayan untuk membudidayakan ikan dalam jenis tertentu, seperti kerapu, yang dibuat secara berpetak-petak, untuk meningkatkan produktivitas hasil yang bisa meningkatkan pendapatan para nelayan.

Oleh karena itu, dengan program pemberdayaan pembudidayaan sistem keramba jaring apung yang digunakan tersebut, diharapkan bisa memberikan kesempatan sekaligus motivasi bagi para nelayan, untuk terus berupaya melaksanakan aktivitas budidaya ikan, demi keberlangsungan kehidupan para nelayan di daerah ini.

Dia berharap, para nelayan bisa secara serius melakukan pembudidayaan ikan dengan sistem ini secara baik, sehingga hasil yang dicapai pun bisa lebih baik dan menguntungkan para nelayan itu sendiri dalam upaya meningkatkan ekonomi rumah tangga para nelayan masing-masing.

Dikatakannya, kawasan pelaksanaan program keramba jaring apung, akan dilakukan di sepanjang pantai Pasir Panjang Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. "Kawasan itulah yang bisa dipakai sebagai lahan pengerjaan budidaya keramba jaring apung ikan kerapu," kata dia.

Dia juga mengatakan, untuk menjaga gagalnya panen, di saat musim barat yang biasanya terjadi badai, Pemerintah Kota Kupang telah mengantisipasi nya dengan mencari lahan lain yang sedikit tertutup dan dinilai aman untuk pembudidayaan kerapu sistem keramba jaring apung itu. "Jika musim barat tiba nantinya, kita akan pindahkan ke kawasan laut di teluk Tenau dan di sebelah selatan Pulau Semau, di dekat pantai Hansisi," kata Obed.

Dia menambahkan, sistem budidaya keramba jaring apung ini, akan diperluas dan untuk ke depan akan diperbanyak jumlahnya, sehingga bisa melibatkan kelompok masyarakat nelayan lainnya. "Ke depannya akan kita perluas sistem ini, agar nelayan lainnya bisa juga dilibatkan, demi peningkatan ekonomi rumah tangga nelayan yang ada," kata Obed. (kotakupang.com)

Read More...

Akhir 2010, Kota Kupang Targetkan 500 Koperasi

Edisi: 15 - 21 November 2010
No. 243 Tahun V, Hal: 2

KUPANG, SPIRIT
--Pemerintah Kota Kupang menargetkan akhir Tahun 2010 dapat terbentuk 500 unit lembaga koperasi. "Saya berkomitmen pada akhir tahun 2010 ini, secara kuantitas lembaga koperasi yang terbentuk harus berjumlah 500 unit yang saat ini sudah mencapai 460 unit," kata Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, di Kupang, Kamis (4/11/2010).

Dia mengatakan, pembentukan 500 unit lembaga koperasi di daerah itu, juga akan diikuti dengan pembinaan maksimal, sehingga secara kualitas pun koperasi-koperasi yang terbentuk itu bisa melaksanakan tugas dan fungsinya secara lebih profesional, yang akan berdampak positif bagi anggotanya.

Menurut Daniel Adoe, pentingnya lembaga ekonomi mikro itu di tengah masyarakat yang bisa menggerakkan dan meningkatkan ekonomi rumah tangga dan berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat pada umumnya tersebut, telah menggerakkan hatinya untuk memasyarakatkan lembaga koperasi di Kota Kupang.

Dia mengatakan, langkah-langkah yang telah dilakukan untuk memenuhi `mimpi` tersebut, yaitu dengan menggerakkan setiap lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta untuk bisa membentuk koperasi di sekolah masing-masing, sehingga para siswa juga diberikan pemahaman terhadap pentingnya menjadi anggota koperasi.

Selain menggerakkan lembaga pendidikan, mantan Wakil Walikota Kupang ini mengatakan, para kepala kelurahan yang ada di wilayah Kota Kupang sebagai aparat pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat, juga digerakkan untuk bisa membentuk koperasi berbasis masyarakat di kelurahan masing-masing. "Langkah kebijakan itu sudah kita lakukan dan sedang dalam pelaksanaan di lapangan," kata Adoe.

Dia juga mengatakan, kebijakan lainnya untuk mempermudah pembentukan koperasi di masyarakat, baik di lembaga pendidikan maupun di tingkat kelurahan, pemerintah memberikan kemudahan bagi pengurusan administrasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota. "Semua pengurusan administrasi berkaitan dengan pendirian koperasi oleh masyarakat di Kota Kupang yang dikeluarkan Pemerintah Kota Kupang digratiskan," kata Adoe.

Pemerintah Kota Kupang, kata Adoe, sudah bertekad untuk menjadikan Kota Kupang sebagai salah satu daerah koperasi, yang tentunya akan menjadi penopang pengembangan ekonomi masyarakat menuju kesejahteraan.

Selain itu, kata dia, dengan menjadikan Kota Kupang sebagai kota koperasi, pemerintah dan masyarakat Kota Kupang juga sedang mendukung kebijakan pemerinatah Propinsi NTT yang mencanangkan program NTT sebagai Propinsi Koperasi di Indonesia.

Dia menjelaskan, dengan hidupnya koperasi di tengah kelompok masyarakat di semua jenjang dan lapisan masyarakat yang ada, akan membantu meningkatkan ekonomi masyarakat menuju sejahtera. (kotakupang.com)


Read More...

Tes Urine PNS

Edisi: 15 - 21 November 2010
No. 243 Tahun V, Hal: 1


"PNS yang dites urinenya di Badan Kesbang Pol Linmas dilakukan secara acak berdasarkan indikasi-indikasi tertentu yang dimiliki Badan Narkotika."
Dominggus Sarambu

KUPANG, SPIRIT--Badan Narkotika Kota Kupang melakukan tes urine sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup pemerintahan Kota Kupang. Upaya itu untuk mengetahui ada tidaknya penggunaan narkotika dan psikotropika oleh aparatur negara.

"Hari ini (Rabu) kita lakukan tes urine di Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Kupang, setelah sebelumnya semua staf yang berada di Badan Narkotika Kota Kupang diperiksa urinenya, termasuk saya," kata Kepala Badan Narkotika Kota Kupang, dr. Dominggus Sarambu, di Kupang, Rabu (10/11/2010).

Sarambu mengatakan, PNS yang dites urinenya di Badan Kesbang Pol Linmas dilakukan secara acak berdasarkan indikasi-indikasi tertentu yang dimiliki Badan Narkotika. "Dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan kepada sejumlah PNS ternyata semuanya negatif," kata Sarambu.

Menurut Sarambu, pemeriksaan tersebut merupakan instruksi dari Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, untuk membersihkan PNS dari penggunaan narkoba dan obat-obat terlarang.

Selain itu, langkah yang diambil tersebut juga merupakan program bersama Badan Narkotika Nasional untuk mempersempit pengedaran dan penggunaan obat-obatan berbahaya yang sudah menjadi ancaman bagi perkembangan perjalanan masa depan bangsa.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang itu menyebutkan, semua alat tes berupa regen yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan urine, merupakan bantuan dari Badan Narkotika Nasional yang kapasitasnya untuk 500 orang.

Sarambu mengatakan, selain PNS lingkup Pemerintah Kota Kupang, sejumlah sekolah di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur juga menjadi sasaran proyeksi pemeriksaan urine oleh Badan Narkotika Kota Kupang. "Kami sudah melakukan tes urine kepada siswa SMA Negeri I Kupang, SMK Negeri II Kupang serta SMA Kristen, namun hasilnya negatif. Para pelajar kita masih bersih dari narkoba," katanya.

Kalangan DPRD Kota Kupang mendukung langkah Badan Narkotika setempat melakukan tes urine kepada para pegawai negeri sipil di lingkup pemerintah Kota Kupang. Ketua Komisi A DPRD Kota Kupang, Irianus Rohi, di Kupang, Jumat (12/11/2010), mengatakan langkah yang diambil tersebut membawa dampak positif dalam upaya menekan pengguna narkotika dan psikotropika oleh aparatur negara. Irianus Roho yang juga Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Kupang itu mengatakan, tindakan pemeriksaan urine merupakan langkah antisipatif pemerintah dalam menekan laju peredaran obat-obat terlarang.

Anggota DPRD Kota Kupang lainnya dari F-PDI Perjuangan Nicolaus Fransiskus meminta Walikota Kupang untuk tidak memberikan keringanan kepada PNS yang diduga telah terlibat sebagai pengguna. "Hal ini penting untuk memangkas mata rantai peredaran barang laknat itu di tengah-tengah apartur PNS serta masyarakat Kota Kupang pada umumnya," kata Fransiskus yang juga Ketua Komisi C DPRD Kota Kupang itu.

Dia menambahkan, PNS adalah aparatur negara dan pemerintah yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bukan malah sebaliknya menjadi pengguna narkoba dan obat-obat terlarang.

"Kalau boleh pemeriksaan urine yang dilakukan oleh BNK Kota Kupang bisa dilakukan secara periodik dan terjadwal, sehingga bisa lebih mudah diawasi," kata Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Kupang itu. (ant)


Read More...

Pemberdayaan UKM Tak Melalui Program KUR

Edisi: 01 - 07 November 2010
No. 241 Tahun V, Hal: 15


KUPANG, SPIRIT--Pemberdayaan usaha kecil menengah di Kota Kupang tidak melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), tetapi dari APBD Propinsi NTT yang dialokasikan setiap tahun anggaran.

"Untuk pemberdayaan UKM di Kota Kupang, kami menggunakan dana dari APBD NTT, bukan melalui program KUR yang ditawarkan pemerintah secara nasional," kata Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang Hendrik Kaborang di Kupang, Selasa (26/10/2010).

Dia mengatakan pada 2007, UKM di Kota Kupang mendapatkan bantuan pemberdayaan dengan alokasi anggaran dari APBD Propinsi NTT sebesar Rp 1,65 miliar untuk 210 UKM.

Tahun 2008, tambahnya, juga mendapat alokasi dana yang sama, namun disalurkan dalam dua tahap. Tahap pertama sejumlah Rp 510 juta untuk pemberdayaan 31 UKM, sedang tahap kedua sebesar Rp 1,14 miliar untuk pemberdayaan 71 UMK, sementara 2009 hanya Rp 400 juta untuk pemberdayaan tujuh koperasi.

Menurut dia, dalam kondisi perkembangan UKM di Kota Kupang yang merupakan kota jasa dan perdagangan, Dinas Koperasi Kota Kupang sangat selektif untuk menjaring kelompok UKM yang layak untuk mendapatkan bantuan tersebut, sehingga bisa lebih tepat sasaran.
"Proyeksi perkembangan UKM di Kota Kupang serta perkembangannya sudah sangat tinggi sehingga penting untuk diseleksi agar lebih tepat sasaran," kata Kaborang.

Menurut dia jumlah UKM di Kota Kupang saat ini sudah mencapai lebih dari 1.000 unit dan terus berkembang seiring dengan perkembangan kondisi ekonomi masyarakat Kota Kupang.

Dia menjelaskan, prosedur pemberian bantuan kepada UKM, dilakukan langsung melalui bank termasuk pengembaliannya. "Semua uang bantuan langsung diberikan ke UKM melalui bank. Kita di Dinas Koperasi Kota Kupang hanya menentukan penerima bantuan melalui survey berdasarkan proposal yang masuk," kata Kaborang. (kotakupang.com)

Read More...

Bunga Kulit Jagung Hiasi Kantor LLBK

Edisi: 01 - 07 November 2010
No. 241 Tahun V, Hal: 3


LLBK, SPIRIT--Lurah bersama staf Kelurahan Lai Lai Besi Kopan (LLBK) mendaur kulit jagung menjadi bunga untuk menghiasi kantor lurah setempat. Sampah kulit jagung yang dibuang pedagang jagung bakar, dikumpulkan, dipilah-pilah lalu dijemur, selanjutnya membentuknya menjadi bunga.

"Sudah dua minggu ini, kami sibuk mendaur ulang kulit jagung dan botol plastik menjadi bunga hias. Bunga-bunga ini akan kami simpan di kantor. Agar kantor jadi cantik dan nyaman seperti di rumah sendiri," ujar Lurah LLBK, Ariantje Taulo, saat ditemui Jumat (29/10/2010).

Kegiatan daur ulang itu dilakukan dengan tujuan agar menjaga kebersihan Kota Kupang, khususnya di wilayah Kelurahan LLBK. Ariantje Taulo bersama stafnya serius melipat kulit jagung kering yang sudah diwarnai. Setelah dilipat membentuk kelopak, dia menyusunnya dengan kelopak yang lain pada bilah bambu yang menjadi batangnya.

Agar mendapatkan warna sesuai selera, kulit jagung direndam dengan kesumba kue, wantex atau pemutih pakaian. Caranya, air satu gayung direbus hingga mendidih lalu pewarna dicampur ke dalam air. Pewarna yang dipakai sesuai dengan selera.

Kulit jagung kemudian direndam selama beberapa menit hingga warnanya benar-benar meresap.
Kulit jagung yang sudah berwarna kemudian digunting sesuai pola. Kemudian dilem menggunakan lem bakar khusus untuk bunga.

Sebagai pemanis, dapat pula menggunakan buah pinus maupun biji saboak sebagai bunganya. Kemudian, kelopak bunga yang sudah dilem pada bambu, dililit dengan kulit pisang kering.

Menurut Taulo, sudah banyak orang yang meminta bunga hasil kerajinan daur ulang sampah ini. "Bunga ini banyak pemesannya. Rencananya kalau peminatnya lebih banyak lagi, maka kami mau jual. Untuk harganya saat ini kami belum bisa beri patokan," ujar Taulo.

Selain membuat bunga, pegawai kelurahan LLBK ini membuat vas bunga yang tidak kalah uniknya. Vas bunga berbahan dasar kertas koran bekas. Kertas koran dipotong panjang, kemudian dililit dan dibasahi air. Model vas bisa berbeda-beda sesuai dengan selera.

Taulo menggunakan gelas plastik minuman bekas untuk jadi polanya. Setelah itu, koran yang sudah dililit disusun mengikuti bentuk gelas plastik. Tentu saja, dengan memakai lem bakar agar tiap lilitannya dapat menempel. Setelah itu, vas dijemur hingga kering. Setelah kering, gelas plastik dapat dilepas. (ii)
Read More...

Kota Kupang Contoh Kelurahan Mandiri Pangan


Edisi: 01 - 07 November 2010
No. 241 Tahun V, Hal: 3

KUPANG, SPIRIT--Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kota Kupang, Ir. Donatus Mario Iriayanto Pareira, optimis Kota Kupang menjadi contoh untuk kelurahan mandiri pangan.

Ditemui di ruang kerjanya, Jumat (29/10/2010), Pareira mengakui Kota Kupang mendapat dana Rp 200 juta dari pemerintah pusat dan Rp 50 juta dari Propinsi NTT untuk mendukung program mandiri pangan. Dan, pemkot, lanjutnya, telah menetapkan Manulai 2 dan Naimata sebagai kelurahan mandiri pangan. Keduanya mendapat alokasi dana perbantuan.

Menurut Pareira, Manulai 2 dan Naimata akan menjadi contoh kelurahan mandiri pangan. Program tersebut akan mengakomodir minimal 30 persen keluarga tidak mampu untuk masuk ke dalam kelompok untuk peningkatan ekonomi.

"Data keluarga tidak mampu itu berasal dari kelurahan. Kemudian dari data itu, disesuaikan dengan potensi yang ada maka kelompok akan membuat rencana unggulan kelompok," jelas Pareira.

Dia menegaskan, rencana unggulan itu harus sesuai dengan keadaan dan kemampuan dari kelompok sehingga usaha yang dibuat kelompok itu bisa berkembang dengan baik. Satu kelompok, lanjutnya akan mendapatkan dana sekitar Rp 25 juta dan satu kelurahan bisa membuat maksimal lima kelompok. Dana tersebut, lanjutnya, akan digulirkan tetapi kembali ke dalam kelompok.

Namun untuk mengelola dana yang dikembalikan itu akan dibentuk lembaga keuangan di tingkat kelurahan yang akan menarik dana tersebut dari kelompok. Dan, jika kelompok membutuhkan lagi maka bisa mengambil dana itu juga.

Menurut Pareira, saat ini badan ketahanan pangan dan penyuluhan sementara melakukan pendampingan kepada kelompok agar mereka bisa membuat rencana usaha dengan baik sehingga diharapkan dalam tahun ini juga dana tersebut sudah bisa dicairkan.

Pareira mengakui kalau sampai saat ini belum ada satupun tenaga penyuluhan pertanian. "Tenaga penyuluhan masih berada di bawah dinas pertanian namun dalam pelaksanaannya kami selalu melakukan koordinasi dengan dinas pertanian. Memang untuk ini tidak efektif dalam hal pemanfaatan waktu," jelas Pareira. (ira)
Read More...

Pemkot Sosialisasi Ranperda Sampah

Edisi: 01 - 07 November 2010
No. 241 Tahun V, Hal: 3


KUPANG, SPIRIT--Pemerintah Kota Kupang mengajukan 13 rancangan peraturan daerah (Ranperda) untuk dibahas bersama dewan, dalam sidang III DPRD Kota Kupang.

Kepala Bagian Hukum Setda Kota Kupang, Paulus Ch M Amalo, saat ditemui, Rabu (27/10/2010), menjelaskan, dari 13 ranperda tersebut, ada tiga ranperda yang akan disosialisasikan kepada masyarakat di empat kecamatan pada (1/11/2010 hingga 4/11/2010). Dan, diharapkan agar tiga ranperda tersebut bisa dibahas dan ditetapkan dalam sidang III mendatang.

Tiga ranperda dimaksud adalah ranpeda tentang penyelenggaraan pengurangan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga, ranperda tentang penyelenggaraan penanganan sampah rumah dan sampah sejenis rumah tangga serta ranperda tentang bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTP). Menurutnya, pada (12-13/11/2010) akan dilakukan pra pembahasan dengan dewan.

Ditemui terpisah, anggota DPRD Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil mengatakan, sidang III adalah sidang anggaran murni. Dilihat dari waktu dan padatnya jadwal, kemungkinan tidak semua ranperda bisa dibahas.
"Kita harus tepat waktu karena diharapkan paling lambat 31/12/2010 harus dilakukan penetapan APBD karena kalau terlambat maka dampaknya dana akan dipotong," katanya.

Menurut Lilijawa, kemungkinan ranperda yang akan dibahas adalah ranperda yang betul-betul urgen dimana pada (1/1/20110 sudah harus mulai berlaku.
Mengenai ada atau tidaknya ranperda inisiatif yang akan dibahas dalam sidang III mendatang, Lilijawa mengatakan, tidak ada ranperda inisiatif DPRD yang akan dibahas karena waktu antara sidang dua dan tiga sangat dekat.

Namun ranperda inisiatif DPRD Kota Kupang kemungkinan akan dibahas pada sidang pertama DPRD Kota Kupang. Ranperda inisiatif DPRD tersebut diantarnya mengenai HIV/AIDS, miras lokal, angkutan alternatif di Kota Kupang serta daerah milik jalan (damija, rumija dan ruwasja). (ira)

Read More...

Banyak Perjalanan Dinas Tak Menguntungkan Daerah


Edisi: 01 - 07 November 2010
No. 241 Tahun V, Hal: 3

KUPANG, SPIRIT--Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Ir. Habde Adrianus Dami, M.Si, menyatakan, banyak perjalanan dinas tahun 2010 tidak menguntungkan daerah. Pada tahun 2011 perjalanan dinas di dalam maupun di luar daerah ditertibkan.

Sekda Habde Dami menyampaikan hal ini ketika memberi arahan pada apel kekuatan pagi lingkup Kantor Walikota Kupang di lantai 1 Kantor Walikota Kupang, Senin (25/10/2010). Selain perjalanan dinas, Sekda Habde Dami menengarai melemahnya disiplin aparat.

Menurutnya, peringatan tentang disiplin bukan untuk mencari-cari kesalahan orang per orang. Namun sesuai dengan ketentuan disiplin pegawai negeri, mulai dari eselon II sampai staf, peringatan tentang disiplin harus dimaknai sebagai upaya pembinaan aparatur.

Sekda Habde Dami juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini akan diadakan mutasi, dan salah satu pertimbangannya adalah disiplin.

Sekda juga menyinggung tentang penggunaan kendaraan dinas, bahwa setiap pejabat yang telah dimutasi tidak diperkenankan untuk membawa kendaraan dinas. Dan, apabila ada kerusakan pada kendaraan dinas yang digunakan di luar jam/kepentingan dinas, maka menjadi tanggung jawab pejabat yang menggunakannya.

Mengakhiri arahannya, Sekda Habde Dami menyampaikan keseriusan agar seluruh aparatur mulai dari eselon II membangun sistem pembinaan yang memberi contoh/sur iteladan yang baik sehingga dapat dijadikan panutan secara berjenjang dalam kehidupan dan kerja keseharian. (kotakupang.com)

Read More...