Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tampilkan postingan dengan label Rote Ndao. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rote Ndao. Tampilkan semua postingan

Sekdes tak lulus PNS dapat pesangon

Laporan Syarifah S, Spirit NTT 7-13 Januari 2008

BA'A, SPIRIT--Sebanyak 49 dari 73 orang sekretaris desa (sekdes) di Kabupaten Rote Ndao telah diterima Departemen Dalam Negeri (Depdagri) untuk diproses menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Sementara 24 orang sekdes lainnya dinyatakan tidak lulus seleksi karena faktor usia, namun pada akhir masa jabatannya, pemerintah memberikan pesangon.
Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Desa (Pemdes) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Rote Ndao, Ch. P Manubulu, menjelaskan hal itu saat dihubungi wartawan, Jumat (28/12/2007).
Manubulu menyebutkan, di Rote Ndao ada 80 desa, namun jabatan sekdes cuma ditempati 73 sekdes. Enam jabatan sekdes lainnya lowong, satu sudah lebih dulu menjadi PNS sehingga hanya 73 orang yang diusulkan. Namun yang dinyatakan lulus sebanyak 49 orang sekdes.
"Sekdes yang tidak lulus karena faktor usia dimana usia mereka lebih dari 51 tahun pada bulan Oktober tahun 2007. Sedangkan persyaratan yang diturunkan untuk diangkat menjadi PNS harus berusia di bawah 51 tahun. Karena itu, banyak yang tidak lulus," katanya.
Manubulu mengatakan, para sekretaris desa yang tidak lulus menjadi PNS pemerintah menyiapkan pesangon yang akan diberikan saat akhir masa tugasnya. "Besar kecilnya pesangon tidak disebutkan, namun pemerintah akan memberikan pesangon sebagai tanda terima kasih kepada para sekdes yang tidak diangkat menjadi PNS karena faktor usia," ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini sekdes yang dinyatakan lulus, bahan kelengkapan administrasi sudah dikirim dan diharapkan dalam waktu dekat SK pengangkatan menjadi PNS segera turun.
Tentang sekdes yang lowong mengapa tidak diusulkan/diproses untuk diganti yang baru, Manubulu mengatakan, sesuai aturan, sekdes lowong tidak bisa diusulkan ganti. Hal ini karena berkas para sekdes sudah dikirim ke pemerintah pusat. Untuk mengangkat sekdes baru saat ini sudah mengacu aturan yang berlaku yakni undang-undang (UU) tentang desa.
Terkait pemilihan kepala desa yang berlarut-larut seperti di Desa Lidabesi, Manubulu mengakui, untuk kegiatan proses pemilihan kades, pihak pemerintah hanya memfasilitasi dan yang berwenang penuh di desa adalah BPD dan panitia pemilihan kepala desa.
"Pemerintah tidak bisa intervensi panitia pemilihan. Kita serahkan semua proses di desa. Sementara kita hanya memfasilitasi sambil terus berkoordinasi agar pemilihan tidak berlarut-larut dan membuat konflik di masyarakat," tambahnya. *
Read More...

Warga Rote Ndao agar jaga kebersihan

Laporan Syarifah S, Spirit NTT 7-13 Januari 2008

BA'A, SPIRIT--Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Rote Ndao, dr. Jonathan Lenggu, mengimbau masyarakat di daerah itu menjaga kebersihan untuk mencegah wabah penyakit pada pergantian musim tahun ini.
"Selain menjaga kebersihan, warga harus minum air yang sudah dimasak dan makan makanan yang bersih agar tidak mudah diserang penyakit," ujar dr. Jonathan saat ditemui di Ba'a, Senin (24/12/2007).
Menyoal persediaan obat-obatan menghadapi pergantian musim, dr. Jonathan mengakui masih aman. Dinas Kesehatan (Dinkes) Rote Ndao telah mengantisipasi stok obat-obatan, terutama untuk jenis penyakit menonjol seperti diare, batuk/pilek termasuk malaria.
"Obat-obatan masih aman. Kita bersyukur di Rote belum terjadi wabah penyakit menonjol menghadapi pergantian musim. Kita tetap antisipasi stok obat yang nantinya didrop ke rumah sakit, puskesmas dan pustu," katanya.
Menurut dr. Jonathan, saat pergantian musim, biasanya penyakit sering menyerang masyarakat, seperti malaria, diare, influenza serta berbagai wabah lainnya. "Tahun ini banyak anak-anak kena malaria, diare, influensa serta penyakit tahunan lainnya. Namun semuanya tertolong dengan baik di rumah sakit maupun puskemas. Kita tetap pantau melalui puskesmas dan pustu melalui perkembangan laporan rutin bulanan termasuk stok obat-obatan di puskesmas dan pustu serta rumah sakit," tambahnya.
Menyinggung soal kendaraan dinas milik puskesmas, namun sering digunakan bukan untuk kepentingan dinas, dokter Lenggu berharap semua pegawai, dokter, bidan dan perawat yang bekerja di bawah naungan dinkes menaati peraturan dengan tidak menggunakan kendaraan dinas secara sembarangan. "Saya minta fasilitas negara tidak digunakan untuk kepentingan di luar dinas, namun harus stand by untuk kebutuhan dinas baik di rumah sakit, puskesmas dan pustu," kata Lenggu.*
Read More...

Pintu air Danau Tua dirampungkan

Laporan Syarifah S, Spirit NTT 7-13 Januari 2008

BA'A, SPIRIT-- Para petani di Kecamatan Rote Barat Daya (RBD) dan Rote Barat Laut (RBL) meminta agar pengerjaan pintu air Bendung Danau Tua yang dikerjakan PT Nindya Karya (NK) segera dirampungkan. Jika tidak, para petani khawatir aktivitas menanam pada musim tanam tahun ini terganggu.
Pasalnya, sekitar 460 hektar (ha) lahan pertanian di wilayah itu hanya berharap sumber air dari Bendung Danau Tua. Sementara sekitar 28 ribu lebih jiwa yang mendiami lokasi dekat bendung menggantungkan hidupnya sebagai petani dengan memanfaatkan air dari bendung tersebut.
Camat Rote Barat, Thobias Nggilli, S.Sos, kepada wartawan di Ba'a, Jumat (28/12/2007), mengatakan, para petani khawatir musim tanam tahun ini mereka tidak bisa tanam jagung atau padi.
"Kami berharap kontraktor secepatnya menyelesaikan pekerjaan Bendung Danau Tua. Kalau petani tidak menanam akan berdampak pada gagal tanam dan masyarakat akan mengalami kekurang pangan. Hal ini akan berdampak munculnya kasus busung lapar, gizi kurang dan gizi buruk pada masyarakat khusus anak-anak," kata Thobias.
Menurutnya, saat ini kapasitas (daya tampung) air Bendung Danau Tua cukup besar dan mampu mengairi lahan petani di dua kecamatan seluas sekitar 460 ha.
"Pekerjaan proyek bendung irigasi hanya tanggul penahan air serta pintu pembuangan utama yang telah dibongkar untuk pengerukan dan perbaikan. Diharapkan pada saat musim hujan dapat menampung air lebih banyak. Namun progress fisik kurang mendukung. Tanggul penahan dan pintu air telah dibongkar dan sisa air telah dikeruk sampai kering dan belum diperbaiki. Sementara musim tanam makin dekat," ujarnya.
Hal senada dikeluhkan Camat Rote Barat Daya, Drs. Melianus Mandala. Dikatakannya, petani di wilayahnya sebagian besar memiliki lahan di sekitar Danau Tua, namun tidak bisa dikerjakan karena pengerukan air di bendung. "Masyarakat tidak bisa olah sawah karena tidak ada air. Kami tidak tahu kapan proyek itu selesai," ujarnya. *
Read More...

Kantor Bupati Rote Ndao rampung tahun ini

Laporan Syarifah S, Spirit NTT 7-13 Januari 2008

BA'A, SPIRIT---Pengerjaan bangunan gedung Kantor Bupati Rote Ndao bernilai sekitar Rp 29 miliar diperkirakan rampung pertengahan tahun ini, yang seharusnya
pada akhir bulan Desember 2007. Ini merupakan bangunan termegah di Kabupaten Rote Ndao.
Pantauan SPIRIT NTT hingga akhir Desember 2007, pengerjaan bangunan sekitar 90 persen sudah selesai dan masih tersisa pembuatan bangunan kubah berbentuk topi Ti'i Langga, lambang budaya masyarakat Pulau Rote, juga lambang Pemkab Rote. Selain itu, plester bangunan, keramik, halaman dan pagar belum selesai dibangun.
Pimpinan Proyek (Pimpro) Pembangunan gedung Kantor Bupati Rote Ndao, Petson Hangge, dihubungi, Jumat (4/1/2008), mengakui adanya keterlambatan pekerjaan gedung tersebut.
Namun, kata Hangge, keterlambatan berkaitan dengan ketersediaan bahan baku bangunan yang sebagian besar harus dibeli (didatangkan) dari Pulau Jawa terutama bahan untuk pemasangan kuba Ti'I Langga di atap gedung kantor ini.
"Ada sejumlah hambatan seperti ketersediaan bahan bangunan yang harus didatangkan dari Pulau Jawa. Dan kondisi alam yang kadang ikut memperlambat pengantarpulauan bahan terutama pada musim hujan. Hal inilah yang mengakibatkan pembangunan kantor bupati terlambat dari jadwal yang ditetapkan," ujarnya.
Namun demikian, kata Hangge, ia terus mendorong kontraktor agar menyelesaikan pembangunan gedung kantor tersebut tepat waktu. "Saat ini sudah terlambat namun dalam waktu dekat jika bahan-bahan untuk atap khusus untuk kuba Tii Langga sudah ada, maka diperkirakan dalam waktu dekat bangunan itu sudah bisa selesai dikerjakan,"katanya.
Kepala Dinas (Kadis) Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Rote Ndao, Ir. JJ Amalo, ditemui wartawan belum lama ini, mengakui, sesuai Keppres Nomor 80 Tahun 2000 jika masa kontrak selesai, namun pekerjaan belum selesai, maka pengusaha/kontraktor harus dikenakan sanksi atau denda, kecuali jika ada adendum waktu, tapi itu juga tetap ada sanksi.
Ia berharap, kontraktor lebih fokus mengerjakan bangunan kantor ini sehingga dalam waktu dekat kantor bupati dapat digunakan untuk aktivitas kantor. *
Read More...

TransNusa tidak tinggalkan Rote

Laporan Hermin Pello & Paschalis Tho, Spirit NTT 31 Desember 2007 - 6 Januari 2008

KUPANG, SPIRIT--PT TransNusa Air Service-Kupang tetap melayani penerbangan Kupang - Rote, asalkan jumlah penumpang pergi pulang (pp) bisa menutupi biaya operasional.
Hal ini disampaikan Manajer Pemasaran PT TransNusa Air Service-Kupang, Momi Surjatmoko, saat ditemui SPIRIT NTT di kantornya, Kamis (27/12/2007). "TransNusa tidak pernah meninggalkan Rote. Kami tetap komitmen untuk melayani Kabupaten Rote Ndao asalkan penumpang bisa menutupi biaya operasional. Awalnya penumpang dari Kupang ke Rote dan sebaliknya cukup banyak. Tapi lambat laun semakin berkurang. Sampai saat ini kami tetap membuka peluang ke daerah itu tetapi animonya sangat kecil, hanya empat atau lima orang saja," ujarnya.
Momi mengungkapkan hal itu terkait penilaian sejumlah kalangan bahwa TransNusa sudah meninggalkan Rote lantaran tidak melakukan penerbangan ke wilayah itu lagi. "Sekarang ini sudah ada tambahan satu ATR lagi, sehingga penerbangan ke wilayah tersebut sangat memungkinkan. Tetapi karena animonya sangat kecil, sehingga penerbangan tidak bisa dilakukan," katanya.
Menurut dia, penumpang dari Rote juga menghendaki bagasinya harus ditambah, padahal landasan bandara di wilayah itu pendek. Dengan lintasan yang pendek itu maka penumpang harus dibatasi, yakni 35 orang. Tarif tiket Kupang - Rote berkisar Rp 225.000,00 hingga Rp 261.000,00/penumpang.
Momi mengungkapkan, ada pejabat dari Rote yang datang ke Kantor TransNusa dan menuduh TransNusa tidak melakukan penerbangan padahal sudah ada subsidi. Pernyataan itu keliru karena untuk rute tersebut hingga kini tidak ada subsidi.
"Awalnya memang ada subsidi tetapi untuk penerbangan Merpati. Subsidinya berupa subsidi penerbangan, sehingga ada atau tidak ada penumpang, penerbangan tetap dilakukan. Mungkin karena hal itu, sehingga ada yang beranggapan subsidi masih ada," ujarnya.
Dikatakannya, sampai sekarang, rute Kupang-Rote tidak ada subsidi sehingga maskapai mana saja bisa masuk ke daerah tersebut. "Kami ini perusahaan jadi harus memperhitungkan bisnis. Kalau tidak ada penumpang, atau ada penumpang tapi jumlahnya tak mencukupi biaya operasional, maka kami tidak bisa melakukan penerbangan," jelasnya. *
Read More...

Pemerintah bantu petani gagal tanam dan panen

Laporan Sarifah S, Spirit NTT 31 Desember 2007 - 6 Januari 2008

BA'A, SPIRIT--Pemerintah Propinsi (Pemprop) Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao, memberi bantuan beras rawan pangan 45 ton kepada masyarakat Rote Ndao, khususnya yang mengalami gagal tanam dan gagal panen tahun berjalan. Bantuan diberikan kepada 1.500 kepala keluarga (KK) untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat setempat.
Kepala Bagian (Kabag) Sosial Setkab Rote Ndao, Drs. Yulius Tulle, menjelaskan hal itu kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (19/12/2007) pekan lalu. Tulle menjelaskan, bantuan beras 45 ton itu dibagikan hampir di semua kecamatan.
"Bantuan bersifat stimulan sebagai upaya pemerintah mengurangi beban masyarakat, khususnya petani yang terkena dampak bencana yang mengakibatkan gagal panen dan gagal tanam. Hal ini agar masyarakat dapat menikmati makanan pada masa transisi menjelang dan setelah musim tanam akhir tahun 2007 dan awal tahun 2008," kata Tulle.
Tentang realisasi beras rawan pangan ini, Yulius mengaku sudah direalisasi 30 ton dan dibagikan kepada sejumlah keluarga dengan jatah 20kg/KK. Sisanya 15 ton belum disalurkan karena menunggu permintaan dari setiap camat. "Jadi, jatah beras rawan pangan untuk Rote Ndao 45 ton sudah disalurkan 30 ton kepada masyarakat di 24 desa. Sisanya 15 ton belum disalurkan karena masih menunggu permintaan dari camat. Beras rawan pangan dibagikan kepada masyarakat yang memang benar-benar mengalami gagal tanam dan panen sebagaimana data yang diusulkan para camat," jelas Tulle.
Soal kriteria calon penerima bantuan beras rawan pangan, Tulle mengaku, semua masyarakat yang mengalami gagal tanam dan gagal panen berhak menerima bantuan itu. Dan, untuk menentukannya diserahkan kepada masing-masing camat. "Sampai saat ini delapan camat ajukan 73 desa yang terkena bencana rawan pangan, namun yang dikabulkan dan memperoleh beras rawan pangan cuma 24 desa dari 73 desa yang diusulkan," tegasnya. *
Read More...

Bangun SPBU di Bumi Sasando Permai

Laporan Sarifah S, Spirit NTT 31 Desember 2007 - 6 Januari 2008

BA'A, SPIRIT-- Pengusaha lokal dari Kupang (pemilik Toko Piet-- Red) menjajaki salah satu lokasi di wilayah di sekitar lokasi perkantoran baru "Bumi Sasando Permai" di Lekunik, Kabupaten Rote Ndao, untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tersebut. Pembangunan SPBU untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).
Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Rote Ndao, N ST Haning, S.E, menjelaskan hal itu kepada SPIRIT NTT di Ba'a, Senin (24/12/2007). Haning mengaku, pihaknya sudah menerima surat permintaan usaha pembangunan SPBU yang diajukan manajemen Toko Piet. Saat ini surat permohonan membangun usaha tersebut sedang dikaji dinas terkait.
"Surat dari Toko Piet sudah kami terima dan saat ini sedang kita kaji. Rencananya mereka akan bangun SPBU tahun 2008 di lokasi milik Toko Piet di kompleks perkantoran baru," kata Haning.
Menurutnya, untuk membangun sebuah SPBU dibutuhkan sejumlah kajian, bukan cuma kajian secara bisnis dan sosial, tetapi juga kajian lingkungan seperti UKL dan UPL atau amdal. "Surat yang masuk ditujukan ke Bapedalda. Ini penting agar pihak Bapedalda dapat mengkaji secara teknis persoalan lingkungan sebagai dampak pembangunan SPBU di wilayah itu. Kalau Bapedalda rekomendasikan buat UKL-UPL atau Amdal, maka pengusaha harus buat karena hal itu penting untuk lingkungan," kata Haning.
Soal izin amdal yang saat ini sedang ditunggu pengusaha, Haning mengatakan, masalah UKL-UPL atau amdal menjadi urusan Bapedalda. Dan hal ini sudah diamanatkan dalam peraturan daerah. Pengusaha bisa langsung menghubungi pihak Bapedalda karena untuk meneliti soal amdal atau UKL-UPL juga harus ada bahan dari pengusaha bersangkutan.
Mengenai ada keinginan pihak lain ikut membangun SPBU selain Toko Piet, Haning menjelaskan, khusus Kabupaten Rote Ndao yang saat ini memiliki penduduk 100 ribu lebih dengan jumlah kendaraan didominasi kendaraan dinas, satu SPBU sudah cukup. Namun ke depan tidak tertutup kemungkinan untuk ditambahkan SPBU di Rote Ndao. "Bangun satu dulu sambil lihat perkembangan kebutuhan masyarakat. Walaupun modalnya dari pengusaha, namun pemerintah bisa mengendalikan bidang usaha agar tidak merugikan pengusaha," jelasnya. *
Read More...

Joel Jacob: Flexi buka isolasi komunikasi

Laporan Sarifah S, Spirit NTT 31 Desember 2007 - 6 Januari 2008

BA'A, SPIRIT--Sekretaris Kabupaten (Sekab) Rote Ndao, Drs. Joel Jacob, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Telkom Flexi di daerah itu sebagai sarana membuka isolasi komunikasi.
Untuk Rote Ndao, PT Telkom Kupang menargetkan 3.000 pelanggan Flexi.
"Selain membuka isolasi komunikasi, kehadiran flexi turut membantu mempercepat proses pembangunan di daerah ini," ujar Joel Jacob pada acara soft launching Flexi di Hotel Ricky Ba'a, Sabtu (15//12/2007) malam.
Sementara Manajer PT Telkom Kupang, Jacky James Ndun mengatakan, di Kota Kupang pertumbuhan pengguna Flexi sangat pesat, diikuti Kabupaten Belu dan TTS karena biaya lebih murah, yakni untuk percakapan tarifnya sangat hemat Rp 49,00/menit all time (semua waktu) dalam satu area, dan SMS untuk classy Rp 75,00 dan trendy Rp 85,00 ke semua Flexi.
"Di Atambua kami baru on air sudah terdaftar ratusan pelanggan baru. Melihat antusiasnya pemakai Flexi maka tahun 2008 kami akan buka sayap ke semua kota di Nusa Tenggara Timur. Tahun 2008 di Pulau Flores juga sudah bisa menikmati pelayanan Flexi. Target kami tahun 2008, 500 lokasi terpasang BTS," kata Ndun. Acara launching Flexi dihadiri Kepala PT Telkom Rote Ndao, Kajari Ba'a serta pejabat lainnya.
Pada saat itu, Sekab Joel Jacob didaulat menghubungi Bupati Rote Ndao, Christian Dillak, yang berada di Bogor dan Wakil Bupati, Bernard Pelle, namun hand phone kedua pejabat ini tidak aktif. Ia kemudian menghubungi Ketua DPRD Rote, Zakarias Manafe yang langsung menjawab telepon.
Zakarias mengaku tak hadir pada acara tersebut karena sakit perut namun ia ucapkan terima kasih atas kehadiran Flexi di Rote Ndao, khususnya Kota Ba'a. "Saya sakit perut, pak sekda salam saja buat Pak Jacky," kata Zakarias.
Ndun mengakui, pemasangan Flexi di Pulau Rote karena memiliki area yang sama dengan Kupang. "Area yang baru terlayani 10 km dari wilayah Rote Barat hingga pelabuhan feri, Bandara Laikunik, Rote Barat Daya dan Kota Ba'a. Lainnya sedang dalam proses," kata Ndun. *
Read More...

Bimas Katolik gelar kegiatan lintas sektoral

Laporan Syarifah S, Spirit NTT, 8-15 Oktober 2007

BAA, SPIRIT--Bimas Katolik Kantor Departemen Agama (Depag) Rote Ndao menggelar kegiatan lintas sektoral di Gereja St. Kristoforus, Kota Ba'a, Minggu (30/9/2007). Misi kegiatan yang melibatkan lembaga-lembaga keagamaan ini untuk meningkatkan kerukunan antarumat beragama.
Kepala Kantor Depag Rote Ndao, Mikhael Pah, S.Ip, ketika membawakan materi bertajuk, "Kerukunan intern dan antar umat beragama serta partisipasi umat beragama dalam pembangunan," meminta umat Katolik di Rote Ndao agar menjaga kerukunan internal dan eksternal antar umat beragama. Untuk menjaga kerukunan antar dan intern umat beragama yang sudah menjadi jati diri bangsa, perlu dibangun kemitraan dan kesepahaman bersama melalui tindakan nyata.
Menurut Mikhael, kerukunan itu sendiri bukan sekadar sloganitas semata, tapi bisa menjadikan hidup kita lebih aman dan damai. Dan, kerukunan hidup itu menjadi tanggung jawab kita bersama, termasuk Departemen Agama.
"Karena itu, kemitraan yang telah dibangun antara Departemen Agama dengan lembaga keagamaan yang ada perlu ditingkatkan dan dituntut untuk bisa tampil menjadi terang dan garam bagi dunia," katanya.
Penyuluh agama Katolik, Aloysius Babaputra, S.Fil, dalam materinya Liturgi Gereja, mengatakan, liturgi gereja sebagai perayaan umat yang menghadirkan keselamatan dimana Kristus sebagai kepala dan umat sebagai anggota. Karena merupakan suatu perayaan, maka liturgi itu betul-betul menampilkan partisipasi umat.
Panitia kegiatan, Lasarus Laga Letek Ama, S.E, dalam laporannya mengatakan, kegiatan lintas sektoral dimaksudkan agar misi kerukunun yang menjadi salah satu misi khusus bisa disinkronkan dengan misi pelayanan di gereja. Kegiatan lintas sektoral diharapkan ada peningkatan pelayanan yang lebih bersifat kolektif kolegial dan lebih meningkatkan kerukunan antar dan inter umat beragama. *
Read More...

Lemah,akses masyarakat terhadap tanah

Spirit NTT, 8-15 Oktober 2007

BA'A, SPIRIT--Akses masyarakat terhadap kepemilikan tanah masih sangat lemah sehingga memicu persoalan dan sengketa.
Hal ini terungkap dalam perayaan HUT ke-47 Agraria tingkat Kabupaten Rote Ndao di Kantor Bupati Rote Ndao di Ba'a, 24 September 2007 lalu.
Masalah-masalah di bidang agraria saat ini merupakan masalah sisa pada zaman-zaman kerajaan dengan segala keberagamannya.
Masalah-masalah itu, antara lain masalah peninggalan kolonial dengan pola penghisapannya, masalah transisi menuju Undang-Undang Pokok Agraria dengan battles of ideas-nya.
Semua persoalan ini, demikian pejabat agraria, telah dipetakan dan dipahami dengan baik. Selain itu, akar-akar persoalannya telah diurai. Akar utama persoalan keagrariaan saat ini struktur ketidakadilan yang telah lama dibangun. Telah terjadi konsentrasi penguasaan dan pemilikan tanah.
Selain itu, masalah tanah diperparah oleh cara pandang dan cara berpikir kita. Dalam perspektif jangka pendek, kepentingan sesaat dan hegemoni selalu menyuburkan praktek ketidakadilan, terutama kebijakan yang dilahirkan hanya untuk mengatasi gejala, bukan sebab.
Dengan akar persoalan semacam itu, performa agraria adalah jawabannya. Performa agraria yang dilakukan paralel dua jalan. Pertama, jalan proses politik dan hukum. Kedua, jalan yang membuka dan memberi akses langsung pada rakyat atas tanah negara.
Inilah performa agraria yang kita kenal. Inilah performa agraria yang selama ini dibahas, inilah land performa plus. Plus access reforma agraria adalah land forma yang dilakukan secara bersamaan dengan access reforma. Jalan ini adalah jalan langsung penataan ketidakadilan atas penguasaan dan pemilikan tanah. Masyarakat tidak mampu dan tidak bertanah berhak untuk mendapatnya. Masyarakat diberi akses sekaligus pada sumber-sumber yang memungkinkannya untuk memanfaatkan tanahnya secara baik.
Jalan kedua inilah yang diwacanakan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 (UUPA), Undang-Undang No. 56 Prp 1960, UU Nomor 17 Tahun 2007 dan UU lain yang terkait dengan land performa dan reforma agraria. Jalan kedua ini juga diamanatkan oleh Tap MPR IX/MPR/2001 dan oleh keptuusan MPR 2003. Jalan kedua ini pula yang telah digariskan oleh presiden dalam pidatonya awal tahun 2007. (efraim loemnanu/humas)
Read More...

Jabatan Kades Oeledo diserahterimakan

Spirit NTT, 8-15 Oktober 2007

BA'A, SPIRIT--Jabatan Kepala Desa Oeledo, Kecamatan Pantai Baru, diserahterimakan dari pejabat lama kepada pejabat baru, Agustaf Nadek, masa bakti 2007-2013. Serahterima ini dilakukan setelah sebelumnya Nadek dilantik dan disumpah menjadi Kades Oeledo definitif yang dikukuhkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Rote Ndao.
Pejabat yang melantik Nadek mengatakan, momentum pelantikan tersebut merupakan tindaklanjut dari suatu proses yang kesinambungan terhadap penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan.
Kepada kades yang baru dilantik dan seluruh komponen msayarakat Desa Oeledo supaya bersama-sama membangun kemitraan dalam suasana yang demokratis, harmonis serta saling menghargai untuk mendukung terciptanya kelancaran tugas-tugas. Tanpa kerja sama dan hubungan yang harmonis di antara pihak-pihak yang berkompeten di dalam pembangunan, maka roda pemerintahan tidak berjalan dengan baik.
Kehadiran dan keberadaan pemerintah, kata pejabat itu, adalah sesuatu yang urgen bagi proses kehidupan masyarakat. Sebab, sejarah telah membuktikan bahwa masyarakat sekecil apapun kelompoknya bahkan sebagai individu sekalipun membutuhklan pelayanan pemerintah. Secara sadar atau tidak, harus kita akui bahwa banyaknya sisi kehidupan kita sehari-hari erat hubungannnya dengan pemerintah di dalamnya.
Jika tidak ada pemerintah, katanya, maka masyakarat akan hidup dalam serba ketidakaturan dan ketidaktertiban yang bukan tidak mungkin akan melahirkan berbagai bentuk kerusuhan dan aksi kekerasan serta tindakan kejahatan lainnya. Kehadiran pemerintah untuk mengatur dan melindungi masyarakat agar senantiasa berada dalam keadaan yang aman dan tertib. "Penyelenggaraan pemerintahan desa merupakan sub sistem dari sistem penyelenggaraan pemerintah sehingga desa memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat," kata pejabat itu.
Tugas-tugas yang menjadi perhatian Kades Oeledo saat ini adalah:
Pertama, membenahi dan memberdayakan perangkat desa secara maksimal agar secara proaktif melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing dengan baik.
Kedua, merencanakan dan melaksanakan semua program yang akan digulirkan, baik dari tingkat atas maupun program dari tingkat desa.
Ketiga, memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat desa.
Keempat, memberikan laporan penyelenggaraan pemerintahan di desa kepada bupati melalui camat secara berkala setiap bulan. (efraim loemnanu/humas)
Read More...

Sekilas Rote Ndao

Spirit NTT, 8-15 Oktober 2007

* PARIWISATA
Terdapat 21 obyek wisata alam, pantai, bahari maupun budaya, sebagai berikut:
- Wisata alam
Pulau Ndana, Pantai Bo'a, Batu Termanu, Pantai Leli, dan Pulau Do'o, Pantai Mulut Seribu, dan Pemandian Oemau
-Wisata bahari
Perjalanan menyusuri Pantai Tongga-Pulau Nuse- Pulau Ndao-Pulau Ndana (penangkaran rusa), Pulau Heliana, Pulau Landu, dan Pulau Nusa Manuk.
- Wisata budaya
Tarian Kaka Musu, Te'o Renda, Taebenu, Lendo Ndao, Te'o Tonak, Dede Ko'de, Kebalai. Ciri khas budaya Rote: musik sasando, topi adat ti'i langga atau sou langga dan rumah adat raja.
- Lokasi selancar Pantai Nembrala: Batu Termanu, Pantai Boa, Tiang Bendera
- Lokasi Wisata di Kabupaten Rote Ndao:
* Rote Timur: Pantai Papela (pasir putih dan selam), Pantai Mulut Seribu (Taman laut dan budidaya mutiara), Pantai Vei (pasir putih dan mandi), Danau Oendui (panorama alam, ikan dan unggas liar), Deo Oli Tasik (tempat upacara adat).
* Pantai Baru: Pantai Oenggae (pasir putih, renang), Pantai Tesabela (pasir putih, rekreasi mancing), Pantai Nusakdale (pasir putih, renang, rekreasi, mancing)
* Rote Tengah: Lobalain Oemau (rekresi, tempat permandian), Pantai Baa (pasir putih, mandi)
* Rote Barat Laut: Pantai Pulau Ndao (pasir putih, mandi, renang), Hus Ndao (upacara, adat menolak bencana)

* PERTAMBANGAN
Bahan galian golongn C: sirtu, gypsum, kalsit, aragonit, lempung, batu, gamping, dan masih banyak yang belum dieksplorasi.
Lokasi bahan galian dan cadangannya di Kabupaten Rote Ndao:
* Nembrala dan Oebafok/ Rote Barat Daya: Batu Hias (5.171.250), Gipsum (1.296.050), Lempung (91.875.000).
* G. Gonggo (Gamping 270.000.000)
* G. Galo, Laudang (Lempung 2.935.000)
* Boni dan Oebela/Rote Barat Laut (Kalsit 1.355.000)
* Oelunggu, Mokdale, Kandale, Lobalain (Kalsit 8.656.875), Arogonit (7.360.562), Lempung (61.406.250), Gipsum (9.257.500).
* Maubesi, Nggodimeda/ Rote Tengah (Gipsum 661.250), Lempung (18.750.000),
Sirtu (102.900).
* Olafulihaa/ Pantai Baru (Batu Gamping 154.560.000).
* Ehun, Londalusi, Serbeba, Hunhopo/Rote Timur (Batu Gamping 4.870.000),
(Gipsum 2.563.000), Gipsum (1.263.000).
* POTENSI INDUSTRI/PERDAGANGAN
- Jumlah UKM: 13.427 UKM
- Tenaga kerja: 20.402 orang
- Jenis usaha: 13 usaha
- Perbankan: dua unit
- Pasar: 20 unit
* INFRASTRUKTUR
- Dermaga Feri Pantai Baru
- Pelabuhan Papela
- Pembangunan Pelabuhan Baa
- Bandar Udara Lekunik Panjang Landasan Pacu 900 meter, lebar 18 meter
- Kelistrikan: Daya terpasang 1.590 kw, daya mampu 1.280 kw, beban puncak 935 kw, terlayani 4.378 pelanggan (17,4 persen) pada 55 desa/kelurahan (hanya pada beberapa dusun); rencana perluasan 24 desa/kelurahan, PLTS di Desa Ingguinak, Daiama, dan Oledo
* PREVALENSI PENYAKIT
- Ispa
- Diare
- Malaria
- TB Paru-Paru
- Angka kematian ibu hamil 76 persen
- Cakupan pelayanan RS 74,5 persen
- Cakupan pelayanan puskesmas 325/1000 penduduk
- Cakupan pelayanan air bersih 52,43 persen
- Gizi buruk 10,33 persen (habis) Read More...

Tinggi, peminat CPNSD di Rote Ndao

Laporan Syarifah Sifat, Spirit NTT 24-31 Desember 2007
BA'A, SPIRIT--Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnekertrans) Kabupaten Rote Ndao sejak bulan September-Desember 2007 mengeluarkan sekitar 1.500 kartu kuning bagi pencari kerja di Kabupaten Rote Ndao. Sesuai data, angkatan kerja di Kabupaten Rote Ndao sebanyak 6.443 orang sampai akhir Oktober 2007. Dari jumlah ini, sebagian besar melamar menjadi calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD).
Kepala Dinas (Kadis) Nakertrans Rote Ndao, Sugito, di ruang kerjanya, Jumat (14/12/2007), mengatakan, pada bulan Desember tidak banyak yang urus kartu kuning karena rata-rata telah mengurus bulan September hingga November 2007.
"Para pencari kerja umumnya tahu pembukaan penerimaan calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) sekitar bulan itu sehingga mereka ramai-ramai urus kartu kuning," jelas Sugito, mantan Kepala Balai Pelatihan Nakertrans Kabupaten Sumba Timur.
Menurut Sugito, angkatan kerja yang tercatat 6.443 orang dengan tingkat pendidikan SD, SMP, SMA hingga sarjana termasuk keahlian. "Angka ini akan bertambah sampai selesai penutupan pendaftaran CPNSD di Rote Ndao. Sementara data sesuai jenis kelamin, laki-laki 3.322 dan perempuan 3.021 orang," jelasnya.
Dia mengatakan, jumlah tenaga kerja setiap hari bertambah karena kecenderungan pencari kerja menjadi pegawai negeri sipil lebih tinggi, dan sedikit yang ingin berkiprah di bidang wiraswasta.
Tentang tenaga kerja Indonesia (TKI) dan tenaga kerja wanita (TKW) yang tercatat di Nakertrans Rote, Sugito mengatakan, ada 83 orang terdiri dari laki-laki tujuh orang dan perempuan 76 orang. Semuanya direkrut PJKTI yang memiliki cabang di di Rote dengan penempatan di negara Malaysia.
Pantauan SPIRIT NTT di lokasi penerimaan CPNSD Rote Ndao setiap hari puluhan pelamar memasukan lamaran. Umumnya, pelamar dari guru dan tenaga kesehatan termasuk pelamar yang menggunakan ijazah sarjana ekonomi.
Asisten III Sekab Rote Ndao, Ernest Pella, M.Si yang ditemui Kantor Bupati Rote Ndao mengakui, kuota CPNSD Rote Ndao sebanyak 71 orang terdiri dari 68 pelamar umum dan tiga tenaga honor. "Tahun ini formasinya lebih banyak untuk tenaga guru, kesehatan dan sarjana ekonomi. Sementara sarjana umum lainnya hanya satu orang," kata Ernest. *
ANGKATAN KERJA DI ROTE
Berijazah SD 22 orang; Berijazah SMP 158 orang; Berijazah SMA 4.934 orang;
Berijazah Diploma 324 orang; Berjazah Sarjana/S1 829 orang; Berijazah Magister/S2 6 orang. Read More...

Dillak: Jangan ceroboh manfaatkan anggaran

Laporan Syarifah Sifat, Spirit NTT 24-31 Desember 2007

BA'A, SPIRIT--Bupati Rote Ndao, Christian Nehemia Dillak, S.H, mengingatkan pimpinan dinas, bagian, badan, terutama pengelola anggaran tidak ceroboh memanfaatkan anggaran, melainkan terus meningkatkan kinerja dan penuh tanggung jawab.
Permintaan Bupati Dillak ini terkait ditetapkannya penambahan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rote Ndao tahun anggaran 2007, Jumat (13/12/2007). Dalam APBD 2007 itu, biaya rutin ditetapkan sebesar Rp 6.419.948.678,15. Dengan demikian APBD Rote Ndao 2007 setelah perubahan menjadi Rp 248.189.486.681,15.
Untuk belanja sebelum perubahan Rp 245.163.426.714,00, dan setelah perubahan menjadi Rp 259.391.488.473,00 dengan defisit setelah perubahan sebesar Rp 11.202.001.791,85.
Namun penetapan perubahan anggaran ini nyaris bertepatan dengan penutupan tahun buku. Dan anggaran yang ditambah tersebut hanya untuk biaya rutin pegawai.
"Berbagai catatan kritis dan konstruktif berkaitan pengelolaan APBD yang disampaikan melalui pendapat akhir fraksi agar dicermati untuk perbaikan kinerja ke depan. Kami terus berupaya memiliki tenaga akuntan yang mempunyai kemampuan mengelola keuangan daerah. Berbagai kekurangan yang kita hadapi saat ini merupakan bagian dari kekurangan tenaga profesional," kata Bupati Dillak dalam sidang yang dipimpin Ketua DPRD Rote, Zakarias Manafe.
Sidang dihadiri Wakil Ketua DPRD Cornelis Foeh dan 17 dari 25 anggota Dewan. Dari unsur pemerintah hadir Sekab Rote, Joel Jacob, S.H, para asisten, kadis dan kabag. *
Intensifkan pelaksanaan program
MENYOAL perubahan anggaran ini, Ketua DPRD Rote Ndao, Zakarias Manafe, dalam sambutannya, mengatakan, terjadi defisit anggaran harus memungkinkan setiap satuan kerja makin mengintensifkan pelaksanaan program dan kegiatannya sehingga sasaran dan target yang direncanakan dapat dicapai.
"Kita berharap berbagai pokok pikiran dan harapan yang disampaikan dalam pembahasan perubahan anggaran mendapat perhatian yang sungguh agar operasionalisasinya senantiasa konsisten pada kebijakan dasar yang telah disepakati dan perda tentang perubahan APBD yang baru ditetapkan dapat dijadikan landasan bagi pemerintah untuk menetapkan asumsi dasar terkait penyusunan anggaran induk tahun 2008," harapnya. *
Read More...

Warga Rote agar tidak menggubris SMS sesat

Laporan Syarifah Sifat, Spirit NTT 24-31 Desember 2007

BA'A, SPIRIT--Mengamankan hari besar keagamaan, yakni Idul Adha, Natal 2007, dan Tahun Baru 2008, Kepolisian Resor (Polres) Rote Ndao menerjunkan 236 personel untuk mengamankan perayaan keagamaan tersebut. Agar situasi tetap terkendali, warga diminta tidak menggubris SMS sesat dari oknum yang tidak bertanggung jawab yang bertujuan memecahbelah kerukunan hidup antarumat beragama.
Dalam pengamanan ini polisi membangun kerja sama dengan jajaran TNI, Kesbang Linmas, Satpol PP, Dinas Perhubungan termasuk pemuda gereja dan remaja mesjid, sehingga jumlah petugas keamanan menjadi sekitar 500 orang.
Kapolres Rote Ndao, Kompol Juventus Seran, yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/12/2007), mengatakan sudah menggelar apel siaga Operasi Lilin untuk perayaan Natal. Anggota polisi dalam mengamankan hari Natal telah melakukan sejumlah operasi, baik operasi lalu lintas, operasi senjata tajam (sajam), senjata rakitan (senpira) dan operasi barang terlarang lainnya.
"Operasi lalu lintas sifatnya cuma menegur pengendara yang menyalahi aturan. Sedangkan senpira dan sajam terus dilakukan, namun belum ditemukan warga yang membawanya," kata Juventus.
Menurutnya, menjelang hari H Natal, sejumlah personel disiagakan di sejumlah titik seperti di gereja, tempat umum seperti Jalan Pabean dan Jalan Utomo. "Sejumlah petugas keamanan kita tempatkan di lokasi yang rawan, termasuk membentuk pos komando (posko) di lokasi strategis dalam Kota Ba'a. Ada anggota yang mobile untuk menjaga keamanan," katanya.
Ia meminta masyarakat tidak menggubris sejumlah pesan singkat (short message service/SMS) di HP yang dikirim berantai oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk memecahbelah kerukunan. "Namun kita tetap waspada dan tidak usah berlebihan yang membuat orang lain resah. Kita semua perlu menjaga keamanan dan kenyamanan hidup antara kita semua umat beragama," harap Juventus.
Mengenai pesta Tahun Baru yang sering diselenggarakan anak muda di jalan-jalan, Kompol Juventus mengatakan polisi tidak mengizinkannya. *
Read More...

Trigana Air agar konsekwen terbangi Rote Ndao

Laporan ANTARA, Spirit NTT 24-31 Desember 2007

KUPANG, SPIRIT--Penerbangan perintis atau bersubsisi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini hanya ke tiga daerah yakni Bandar Udara Soa, Kabupaten Ngada (Pulau Flores), Haliwen Kabupaten Belu (Pulau Timor) dan Terdamu, Kabupaten Kupang (Pulau Sabu).
"Semula ada lima daerah penerbangan perintis di NTT, namun penerbangan ke Lembata dan Rote Ndao dihilangkan terkait kebijakan pengurangan subsidi di awal tahun 2007. Kini Rote dilayani Trigana Air, namun tidak konsisten," kata Kepala Dinas Perhubungan NTT, Drs. Simon Uly, di Kupang, Sabtu (22/12/2007). Uly meminta manajemen Trigana Air agar konsekwen terbangi Rote.
Ia mengatakan penerbangan perintis di wilayah NTT sampai tahun 2006 lalu mencakup Soa di Ngada, Haliwen di Belu dan Lekunik di Rote Ndao, yang dilayani maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines (MNA).
Namun, maskapai penerbangan swasta PT Trigana Air dengan pesawat ATR Trans Nusa sejak tahun 2006 juga menyinggahi Pulau Rote, pulau paling selatan Indonesia itu dan Lembata sehingga terjadi kesenjangan tarif subsidi dan komersial.
MNA kemudian memilih menghentikan penerbangan ke Rote dan Lembata dengan asumsi pengguna jasa penerbangan di Pulau Rote masih mampu menggunakan jasa penerbangan komersial.
Subsidi untuk penerbangan ke Pulau Rote dan Lembata itu dialihkan ke Pulau Sabu, bahkan rute penerbangannya dua kali seminggu sesuai dengan permintaan pengguna jasa penerbangan. "Ternyata Trigana Air juga meninggalkan penerbangan ke Rote sehingga dalam tahun 2007 tidak ada penerbangan ke pulau itu. Kami sudah menyurati manajemen Trigana Air agar konsekuen dengan jadwal penerbangannya," ujar Uly.
Ia mengatakan Departemen Perhubungan juga sudah meminta penjelasan manajemen Trigana Air yang telah mengantongi jadwal penerbangan berkala ke Pulau Rote, namun enggan menyinggahi daerah itu.
Para wakil rakyat di gedung DPRD Kabupaten Rote Ndao juga meminta pemerintah memperjuangkan penerbangan ke Pulau Rote, terutama pada waktu-waktu tertentu ketika transportasi laut sulit digunakan akibat peningkatan gelombang laut.
"Dalam kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan Pulau Rote seperti sekarang ini tidak memungkinkan transportasi laut sehingga dibutuhkan pesawat udara. Karena itu, Trigana Air harus konsekwen dengan jadwal penerbangan berkala ke Pulau Rote," ujar Uly. *
Read More...

Aparat pemerintah harus bersih dari KKN

Laporan Charles Lilo/Humas Rote Ndao, Spirit NTT 3-10 Desember 2007

BAA, SPIRIT--Untuk mencapai produk akhir yakni masyarakat sejahtera, setiap aparat pemerintah bertanggung jawab menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya, ketika memberi sambutan pada acara pembukaan rapat pemutakhiran data menindaklanjuti hasil pemeriksaan Badan Pengawas (Banwas) Propinsi NTT semester II tahun 2007 di Aula Hotel Videsy, Ba'a, Kabupaten Rote Ndao, Senin (26/11/2007).
Pengawasan, kata Wagub Lebu Raya, harus berfungsi secara baik dengan memberikan masukan-masukan bagi pengambil keputusan sehingga mencegah terjadinya penyimpangan keuangan. Dengan demikian, lanjutnya, tujuan utama pembangunan untuk mencapai masyarakat sejahtera bisa tercapai.
"Kehadiran pengawas terkadang menimbulkan rasa takut bagi yang diawasi. Seharusnya yang diawasi merasa terbantu dengan memperbaiki kesalahan-kesalahan agar mencegah terjadinya penyalahgunaan keuangan negara," ujar Lebu Raya.
Menurutnya, pengawasan akan lebih bermakna apabila telah tercapai tujuan pengawasan, yaitu pihak yang diawasi merasa terbantu, dapat menciptakan suasana keterbukaan, kejujuran, serta menimbulkan rasa saling percaya.
Wagub Lebu Raya mengatakan, pengawasan dapat dikatakan berhasil apabila hasil pengawasan dapat ditindaklanjuti oleh pihak yang diawasi. Sebab hal itu merupakan indikator yang menentukan keberhasilan pencapaian pengawasan itu sendiri.
Hadir pada acara tersebut, Bupati Rote Ndao, Christian Nehemia Dillak, S.H; Wabup Rote Ndao, Bernard Pelle, S.Ip; para wakil bupati se-NTT, Kepala Banwas se-NTT serta undangan lainnya. Kegiatan ini berlangsung tanggal 26-29 November 2009. * Read More...

Rakyat NTT semestinya tidak miskin

Laporan Syarifah S, Spirit NTT 3-10 Desember 2007

BA'A, SPIRIT--Masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) semestinya tidak miskin jika serius mengolah hasil bumi yang dimiliki. Padahal hasil bumi di wilayah NTT begitu potensial dan diminati investor luar daerah.
"Potensi hasil bumi kita cukup banyak seperti kutulak, rumput laut, ikan, biji kusambi, nira dan lainnya yang selalu diekspor ke luar negeri tapi dalam kemasan daerah lain. Hal ini karena kita belum serius mengurusnya. Kita masih menganggap itu pekerjaan sampingan. Hal inilah yang membuat kondisi perekonomian kita masih terpuruk," kata Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Drs. Frans Lebu Raya, saat memberikan sepatah kata pada malam keakraban dan pentas seni yang digelar dalam menyambut tamu para wakil bupati dan badan pengawas se-NTT yang mengikuti rapat Pemutakhiran Data Tindaklanjut Hasil Pengawasan APIP pada SKPD lingkup pemerintah kota/kabupaten, di Aula Bappeda Rote Ndao, Minggu (25/11/2007).
Acara ini dimeriahkan sejumlah tarian yang dibawakan siswa-siswi SMAN Negeri I Ba'a. Hadir, Kepala BPKP NTT, Simarmata, Bupati Rote Ndao, Christian Nehemia Dillak, S.H, Wakil Bupati Rote Ndao, Bernad Pelle, Wakil Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si, Wabup Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera, Wabup Sumba Barat, dr. Kornelis Kodimete, Wabup Lembata, Andreas Nula Liliweri, Kepala Banwas NTT, Kapolres Rote Ndao, Kompol Juventus Seran, Ketua DPRD Rote, Zakarias Manafe, Wakil Ketua, Yunus Fanggidae, para kepala Banwas se NTT, serta undangan lainnya.
Menurut Frans Lebu Raya, di Surabaya dibangun pabrik rumput laut tapi sebagian besar bahan bakunya dari NTT. Begitu juga pengembangan kutulak di Probolinggo yang bahan bakunya dari NTT.
Terhadap isu penggabungan kembali beberapa kabupaten di NTT yang dinilai belum mampu menjadi daerah otonom, Lebu Raya mengaku penggabungan dan pemekaran bisa terjadi sepanjang aturan itu memungkinkan.
Selain itu, kepada pemerintah kabupaten se-NTT, Wagub Lebu Raya mengimbau untuk menjaga jangan sampai terjadi perebutan lahan di laut mengingat tingginya animo masyarakat mengolah rumput laut. "Perebutan lahan di laut menjadi masalah. Karena itu perlu ada pengaturan, pengkaplingan sehingga tidak menimbulkan masalah," demikian Lebu Raya. *
Read More...

Disperindag koordinasi soal kelangkaan minyak tanah

Laporan Syarifah Sifat, Spirit NTT 3-10 Desember 2007

BA'A, SPIRIT--Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Rote Ndao, N St. Haning, S.E yang ditemui di ruang keruanya, Kamis (29/11/2007), mengatakan sedang berkoordinasi dengan Toko Piet di Kupang untuk mensuplai minyak tanah agar masyarakat tidak resah.
"Baru saja saya koordinasikan dengan Toko Piet agar mereka bisa suplai minyak tanah ke Rote. Mereka sudah siap tapi masih tunggu kapal atau perahu untuk pengangkutan. Kalau tidak ada halangan dalam waktu dekat sudah ada," kata Haning.
Menyinggung kelangkaan minyak tanah karena diborong kontraktor untuk pengerjaan proyek terutama proyek jalan, Haning pun menduga hal yang sama.
"Mestinya dengan suplai minyak tanah 25 drum per pangkalan untuk sembilan pangkalan di Rote Ndao bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga. Patut dipertanyakan kenapa minyak tanah tiba-tiba hilang saat musim proyek. Kalau dugaan ini benar, para kontraktor yang menggunakan untuk kebutuhan industri mereka melanggar aturan. Pangkalan yang menjual minyak tanah untuk kepentingan industri bisa dikenai sanksi dan ijin pangkalan bisa dicabut. Minyak tanah subsidi pemerintah untuk masyarakat ekonomi lemah bukan untuk kontraktor. Untuk kontraktor ada aturannya. Mereka bisa buat permintaan ke Pertambangan atau Perindag selanjutnya direkomendasikan ke Pertamina untuk mengeluarkan minyak tanah untuk industri karena harganya beda," kata Haning.
Dia meminta kepada para pengusaha yang ingin menggunakan minyak tanah untuk kepentingan industri agar mematuhi aturan dengan mengajukan permintaan melalui Perindag atau Pertambangan untuk diteruskan ke Pertamina sehingga tidak mengganggu stok minyak tanah untuk masyarakat.
"Saya tegaskan kepada kontraktor agar tidak gunakan minyak tanah susidi milik masyarakat untuk kepentingan industri. Ini menyalahi aturan," ujar Haning.
Kelangkaan minyak tanah di Rote juga diakui Bupati Christian Dillak. Menurutnya, kelangkaan terjadi karena permintaan tinggi, namun jatah yang disuplai kurang. "Jatah kita kurang, tapi saat ini kita sedang koordinasi dengan Pertamina Kupang," ujar Bupati Dillak. *
Read More...

Dillak: Calon jemaah haji agar jaga citra daerah

Laporan Syarifah Sifat, Spirit NTT 3-10 Desember 2007

BA'A, SPIRIT-- Bupati Rote Ndao, Christian Nehemia Dillak, S.H melepas delapan calon jemaah haji asal Kabupaten Rote Ndao menuju Asrama Haji Kupang, Jumat (30/11/2007). Bupati Dillak berpesan para calon haji agar menjaga citra Kabupaten Rote Ndao.
Selanjutnya, calon jemaah haji ini diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Minggu (2/12/2007) untuk kemudian menunggu giliran menuju Mekkah.
Kepala Kantor Depertemen Agama (Depag) Kabupaten Rote Ndao, Michael Pah, S.Ip mengatakan, kedelapan calon jemaah haji ini akan didampingi Kabid Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Kandepag Rote Ndao, Muktar Khosim hingga di Asrama Haji Sukolilo-Surabaya.
Bupati Dillak dalam sambutannya berpesan kepada para calon haji untuk menjaga citra kabupaten ini selama dalam perjalanan, di tanah suci Mekkah dampai kembali ke Tanah Air. Ketua regu diminta menjaga kebersamaan sehingga proses pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan baik dan lancar.
Hadir, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rote Ndao, Saleh Sidin, Imam Mesjid Al-Ikwan Ba'a, Rajab Salim, dan Imam Mesjid An-Nur Metina, Ahmad Umar Kiah serta puluhan pengantar.
Menurutnya, ibadah haji merupakan panggilan Allah yang dalam syariat Islam terdapat dalam rukun Islam kelima. "Karena merupakan panggilan maka laksanakan ibadah suci ini dengan sepenuh hati sehingga dapat menerima gelar sebagai haji mabrur," katanya.
Menurut Bupati Dillak, setiap calon jemaah haji yang telah menjalankan ibadah haji tidak semuanya menerima predikat haji mabrur karena predikat ini didapat dengan perjuangan yang sangat tinggi dan itu terwujud dalam perilaku kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan calon jemaah haji agar terus meningkatkan nilai keimanan dan akhalkul karimah serta bersikap ikhlas, tawaddu atau rendah hati kepada sesama manusia sehingga segala predikat yang diberikan Tuhan dapat diterima selama menjalani ibadah haji hingga kembali ke kampung halaman.
"Predikat haji mabrur d jaga bukan cuma di tanah suci namun terus berlangsung dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah tangga, masyarakat dan antar sesama manusia," kata Dillak. *

CALON JEMAAH HAJI ROTE NDAO

Nama dan asal Kecamatan
Asenang Bin Jalatih Papela-Rote Timur
Pele Bin Rabati
Lahuru Jalatin
Nurma Sulong Papela-Rote Timur
Ida Kadirun Ba'a-Lobalain
Amin Kua
Asminah Kua Ba'a-Lobalain
Bharudin Karabi Rote Barat Daya. Read More...