Spirit NTT, 22-28 Juni 2009
* Hasil Riset Sistem Sekolah Berbasiskan Multiple Intelligence dan Holistic Learning
Selain memperhatikan unsur-unsur tersebut di atas, ada beberapa poin yang dapat membantu orang tua dalam memilih sekolah yang benar-benar berkualitas bagi masa depan anaknya.
* Memiliki konsep sekolah yang jelas dan tepat
Konsep sekolah sangat penting, karena konsep ibarat sebuah 'resep' dalam pembuatan kue. Hanya konsep yang tepat sajalah yang akan menghasilkan kue-kue yang berkualitas. Oleh karena itu, jenis kue yang sama sering kali memiliki rasa yang berbeda-beda. Hanya kue dengan resep yang tepatlah yang dapat menghasilkan rasa yang lezat dan disukai.
* Pemahaman yang mendalam akan konsep sekolah
Seluruh jajaran mulai dari pimpinan, guru, administrasi secara keseluruhan mengetahui dan memahami konsep dasarnya yang dimiliki oleh sekolahnya, dan menerapkan konsep tersebut kepada siswa dalam proses belajar dan mengajar.
* Program pengembangan SDM yang kontinyu
Guru-guru yang secara terus-menerus mendapat pelatihan dan program pengembangan yang berhubungan dengan pengetahuan dan kemampuan keahliannya.
* Melibatkan orang tua dan anak secara aktif
Proses ini akan sangat membantu kedua belah pihak untuk dapat menjamin tersolusikannya setiap permasalahan anak. Karena anak pada dasarnya merupakan produk orang tua dan sekolahnya. Hal ini dapat dilakukan, misalnya dengan mengadakan pelatihan pendidikan bagi orang tua, voluntary parent, pemecahan problem perilaku bersama, kunjungan ke obyek pembelajaran luar sekolah.
* Dasar rekrutmen guru-guru yang tepat dan ketat
Pemilihan guru dan para pendidik harus lebih mengutamakan pada kecintaan kepada anak serta bidang pendidikan bukan pada gelar-gelar akademik semata, karena banyak sekali guru yang bergelar tinggi tapi justru tidak mencintai bidangnya.
* Guru yang memahami psikologi perkembangan anak
Para gurunya memiliki pemahaman yang mendalam mengenai psikologi anak dan pendidikan (Psikologi Perkembangan, Gaya Belajar, Komunikasi). Dia bisa menjelaskan tidak hanya apa yang diberikan dalam proses pembelajaran akan tetapi juga mengapa dan untuk apa hal itu diberikan pada anak.
* Para guru yang menguasai teknik-teknik pengajaran dan pendidikan
Guru harus menempatkan posisinya sebagai sahabat bagi siswa bukan sebagai instruktur; sehingga siswa merasa belajar dengan sahabatnya bukan dengan instrukturnya.
* Sistem dan pola Pembelajaran yang mengacu pada proses perkembangan kemampuan secara berkala, bukan pada ujian akhir
Penilaian hasil sebuah pembelajaran adalah proses peningkatan dari waktu-kewaktu kemampuan siswa, mulai dari tidak bisa menjadi bisa dan mahir bukan hanya berbasiskan tes/ujian di akhir masa pembelajaran saja. Sistem ini disebut sebagai 'Portfolio Management.'
Sistem pendidikan dan pengajaran yang memberdayakan kemampuan unggul 'unik' setiap anak. Tidak memberlakukan sistem ranking dan rata-rata kelas, akan melainkan menggunakan sistem yang mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan masing-masing individu dengan berfokus pada keunggulannya. Sehingga anak paham akan potensi keunggulan dirinya masing-masing.
* Tidak menggunakan kelas sebagai satu-satunya tempat belajar
Setiap tempat adalah tempat belajar yang baik dan sempurna bagi siswa, sementara kelas adalah hanya salah satunya.
* Tidak menggunakan papan tulis dan buku sebagai satu-satunya media belajar
Media belajar yang baik adalah dengan membuat alat pembelajaran sendiri dari lingkungannya dengan mengandalkan ide-ide kreatif dari guru dan siswa. Buku dan papan tulis hanyalah alat bantu untuk memvisualisasikan apa yang diinginkan oleh guru pada siswanya.
* Materi yang seimbang antara akademik dan life skill
Di luar sekolah anak akan menghadapi berbagai macam tantangan kehidupan nyata bagi dirinya saat ini dan kelak setelah dewasa. Oleh karena itu pembelajaran kehidupan dan bagaimana untuk dapat hidup dimasyarakat jauh lebih utama untuk dikuasai oleh para siswa. Bukan hanya mengagung-agungkan nilai EBTA, sumatif tes atau IPK, yang nyata-nyata kontribusinya tidak besar bagi sukses kehidupan anak kelak.
* Mau menerima masukkan dari luar untuk proses pengembangan sistem pembelajaran
Jelas bahwa sekolah bukanlah institusi yang paling sempurna dalam mendidik dan mengembangkan kemampuan siswa. Oleh karenanya sekolah sangat memerlukan berbagai masukan yang tepat dari berbagai pihak untuk dapat mendidik lebih baik.
Anak antusias, kreatif, kritis dan senang sekali bersekolah dan diajak bicara tentang sekolahnya. Ini merupakah alat ukur yang paling mudah bagi orang tua yang ingin mengetahui apakah sekolah yang dipilihnya cocok untuk anaknya.
Anak kita akan menjadi lebih baik dalam waktu 3-6 bulan.
Sistem pendidikan yang baik tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk mengembangkan anak didiknya, baik yang berhubungan dengan kemampuan krititis ataupun prilaku terpuji dari anak kita. Perubahan itu seharusnya akan mulai terlihat dan dirasakan oleh orang tua pada semester-semester awal dan terus berlangsung sepanjang periode pembelajaran.
Apakah sekolah semacam ini ada? Jawabanya ada, namun tidak banyak dan beberapa di antaranya sudah memuat poin di atas meskipun belum seluruhnya.
Di mana..? Masih sangat sporadis dan biasanya bentuknya semacam sekolah alam. Di daerah mana saja..? Beberapa d iantaranya Sekolah Dasar Insantama di Bogor, Sekolah TK Star Int'l Bogor, Sekolah Dasar dan Menengah, Alam Ciganjur, Sekolah Semut-semut di Cimanggis, Sekolah Tunas Global di Depok, Sekolah Masterpiece di BSD, Sekolah SD Peradaban di Serang Banten dan Rumah Cendikia di Makassar.
Mungkin masih banyak lagi di daerah lainnya dan biasanya sekolah ini tidak banyak berpromosi yang berlebih-lebihan atau dilebih-lebihkan, karena beritanya sudah menyebar dari orang tua yang sudah menyekolahkan anaknya di sana. Jenjangnya bervariasi mulai TK, SD, SMP hingga SMA. Semoga sekolah semacam ini akan semakin banyak tersebar diseluruh pelosok tanah air tercinta. (3bp.blogspot.com/habis)
Read More...
Jeli dalam Memilih Sekolah untuk Anak .... (2)
Sisi Lain dari Ujian Nasional
CORAT-CORET--Para siswa-siswi sekolah menengah atas di Kota Kupang merayakan kelulusan ujian nasional (UN) dengan melakukan aksi corat-coret, Senin (15/6/2009).
UJIAN Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas sudah diumumkan. Di sisi lain pro dan kotra mengenai ujian nasional terus berlangsung.
Banyak pihak meminta agar UN ditiadakan mengingat banyaknya kecurangan yang terjadi pada saat pelaksanaan ujian serta layak tidaknya ujian nasional dijadikan standar kelulusan para siswa.Bahkan, Selasa 29 Mei Komunitas Airmata Guru dan Education Forum yang dipimpin artis Sophia Latjuba menghadap Komisi X DPR meminta agar UN ditiadakan karena tidak bisa dijadikan ukuran keberhasilan siswa dalam belajar.
Sebenarnya apakah yang kita harapkan dari hasil UN? Seperti layaknya sebuah tes, kita semua tentu mengharapkan ujian ini memberikan gambaran akan kemampuan siswa yang sebenarnya. Dengan kata lain, hasil ujian itu menunjukkan tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajarinya selama ini di sekolah.
Dan, seperti yang telah digariskan oleh Departemen Pendidikan Nasional, hasil tes tersebut dijadikan standar kelulusan.
Kembali kepada fitrahnya sebagai sebuah tes, benarkah UN dapat memberikan gambaran tentang kemampuan siswa yang sebenarnya? Terlepas dari semua kecurangan yang terjadi ketika pelaksanaan UN, saya ingin menyoroti sisi lain dari ujian tersebut dalam upaya mempertimbangkan layakkah ujian nasional dijadikan standar kelulusan? Hampir dapat dipastikan, seorang yang sedang mengahadapi tes akan mengalami kecemasan.Hanya saja, tingkat kecemasan itu sendiri berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang sangat tinggi, sedang, atau rendah. Dalam dunia pendidikan fenomena ini dikenal dengan nama test anxiety (kecemasan menghadapi tes). Bagaimana pengaruh kecemasan menghadapi tes ini terhadap hasil tes?
Sebuah penelitian Hill (1980) yang melibatkan 10.000 ribu siswa sekolah dasar dan menengah di Amerika menunjukkan bahwa sebagian besar siswa yang mengikuti tes gagal menunjukkan kemampuan mereka yang sebenarnya disebabkan oleh situasi dan suasana tes yang membuat mereka cemas. Sebaliknya, para siswa ini memperlihatkan hasil yang lebih baik jika berada pada kondisi yang lebih optimal, dalam arti unsur-unsur yang membuat siswa berada dibawah tekanan dikurangi atau dihilangkan sama sekali.Ini menunjukkan bahwa sebenarnya para siswa tersebut menguasai materi yang diujikan tapi gagal memperlihatkan kemampuan mereka yang sebenarnya karena kecemasan yang melanda mereka saat menghadapi tes.
Efek buruk dari kecemasan terhadap tes ini umumnya terlihat pada tes yang terstandar, aptitude tes dan tes-tes pendidikan lainnya. Oleh sebab itu penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar tes bukanlah cerminan kemampuan siswa yang sebenarnya.Mungkin akan timbul pertanyaan bahwa yang sebenarnya terjadi adalah hal sebaliknya. Artinya, siswa memang tidak siap menghadapi ujian sehingga timbul kecemasan menghadapinya.
Serangkaian penelitian pun dilakukan untuk mencari tahu kebenaran kemungkinan ini. Hasilnya menunjukkan bahwa buruknya hasil ujian siswa semata-mata disebabkan oleh kondisi dan situasi tes yang membuat mereka cemas, dan bukan oleh lemahnya penguasaan materi pelajaran oleh siswa yang bersangkutan.
Faktor-faktor penyebab timbulnya kecemasan menghadapi tes
Sejumlah penelitian yang mendalam dan dilaksanakan dalam kurun waktu sepuluh tahun mencatat tiga faktor utama pemicu kecemasan menghadapi tes yaitu (1) keterbatasan waktu; (2) tingkat kesulitan materi tes; (3) instruksi tes, bentuk pertanyaan dan jawaban tes dan hal-hal mekanis tes lainnya.Di bawah tekanan waktu yang ditentukan untuk menjawab soal-soal yang disediakan siswa akan menjadi mudah panik dan salah satu efek yang ditimbulkan oleh kepanikan tersebut adalah kegagalan mengingat atau mengekspresikan hal-hal yang sebenarnya telah mereka kuasai.
Lebih lanjut, siswa mungkin juga mendapatkan tingkat kesulitan soal yang sangat tinggi, sehingga memicu kecemasan mereka yang berakibat tidak hanya soal yang sulit saja yang tidak dapat mereka jawab, tapi juga soal-soal yang mudah yang sebenarnya sudah mereka kuasai. Instruksi tes yang panjang atau sulit dipahami oleh siswa juga berpotensi menimbulkan kecemasan ini.Kecemasan terhadap tes ini tidak hanya dirasakan oleh siswa pada saat tes berlangsung, bahkan telah dirasakan beberapa hari sebelum tes tersebut. Wujud dari rasa cemas ini bermacam-macam, seperti jantung berdebar lebih keras, keringat dingin, tangan gemetar, tidak bisa berkonsentrasi, lupa semua hal yang telah dipelajari atau tidak bisa tidur malam sebelum tes.
Dengan kondisi seperti ini, sudah dapat diduga siswa tidak menampilkan kemampuan mereka yang sebenarnya pada saat tes. Maka tidak mengherankan jika ada siswa yang dikenal cukup pintar ternyata tidak lulus UN atau SPMB.Selain dari ketiga hal di atas beberapa hal penting lainnya juga dicatat sebagai pemicu kecemasan menghadapi ujian. Di antaranya adalah meningkatnya kecemasan menghadapi tes seiring dengan tingginya jenjang pendidikan. Artinya, siswa SMA yang menghadapi ujian akan menghadapi tingkat kecemasan yang lebih tinggi daripada siswa SMP.
Selanjutnya, penelitian yang melibatkan berbagai budaya (cross cultural research) membuktikan bahwa makin besar peran sebuah tes, makin besar pula tingkat kecemasan yang ditimbulkannya terhadap peserta tes.
Tes yang berperan menentukan lulus atau tidak lulusnya seseorang untuk jenjang pendidikan tertentu berpotensi besar membuat cemas peserta yang mengikutinya. Bayangan buruk seperti tanggapan dari lingkungan sosial, malu dan kehilangan muka memperparah efek kecemasan menghadapi tes tersebut. Melihat lebih dekat kondisi ujian nasional, terutama ujian nasional tingkat SMA bukan tidak mungkin semua faktor di atas berperan cukup besar. Terutama ketakutan akan gagalnya menempuh tes tersebut serta besarnya resiko yang akan diterima.Seperti diungkapkan di atas, besarnya pengaruh kecemasan menghadapi tes ini menyebabkan sebagian besar tes tidak memperlihatkan kemampuan siswa yang sebenarnya.
Akan halnya UN, sampai saat ini memang kita tidak tahu pasti seberapa besar pengaruh kecemasan menghadapi tes ini berperan pada kemampuan siswa menjawab soal-soal ujian karena memang diperlukan penelitian khusus untuk membuktikannya.Akan tetapi, menyimak phenomena serupa, bukan tidak mungkin nilai UN bukanlah cerminan kemampuan siswa yang sebenarnya.Dengan kondisi ini, sangatlah rapuh kalau kita mendasarkan lulus atau tidaknya seorang siswa atas dasar sesuatu yang sebenarnya bukanlah kemampuannya.Kita seolah berpegang pada sesuatu yang sebenarnya belum tentu bisa dipercaya.
Mencermati hal ini, amatlah wajar permintaan dari Education Forum dan Komunitas Air Mata Guru untuk meniadakan ujian nasional skarena dianggap tidak layak sebagai standar kelulusan. Tinggallah sekarang bagaimana pemerintah menyikapinya. Haruskah kita terus membuat sebuah keputusan penting, lulus tidak lulusnya siswa, atas dasar sesuatu yang belum tentu menunjukkan kemampuan mereka yang sebenarnya? Bagi saya, menjadikan ujian nasional sebagai standar kelulusan bagaikan bercermin pada kaca yang buram. Jika kaca tersebut dibersihkan, akan terlihat wajah yang jauh lebih jelas dan tentu saja memperlihatkan bayangan sebenarnya. (Diana Chitra Hasan, Dosen UBH, Mahasiswa Master of Education, Monash University, Australia)
Thobias Ully: Mendekatkan Pelayanan
RITUS ADAT--Penjabat Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Ully, M.Si, menggelar ritus adat sebelum memulai menjalankan roda pemerintah di kabupaten baru itu, 4 Juni 2009 lalu.
* Pembentukan Sabu Raijua
Spirit NTT, 22-28 Juni 2009
KUPANG, SPIRIT--Penjabat Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Ully, M.Si, mengatakan, pembentukan kabupaten itu sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, semua komponen warga diharapkan bahu- membahu mendukung kebijakan pemerintah.
Thobias mengatakan hal ini saat gelar makan adat bersama para kepala suku, tanggal 4 Juni 2009, di Istana Teni Hawu. Gelar makan adat ini, menurut Thobias, dimaksudkan untuk menyatukan kesepakatan antara pemerintah dan kepala suku di daerah itu. Dengan demikian, katanya, pelaksanaan pembangunan tak mengalami hambatan.
Thobias menjelaskan bahwa di Kabupaten Sabu Raijua terdapat empat suku yang sangat berpengaruh sejak zaman dahulu, yakni Suku Namata yang mengatur budaya, Suku Nataga yang menata tata pemerintahan, Suku Nahoro mengatur tentang kesejahteraan rakyat dan Suku Nahupu yang mengatur dan mengendalikan keamanan wilayah (panglima perang).
Dalam gelar makan adat tersebut para kepala suku mengatakan, bahwa masyarakat Sabu Raijua sudah siap dalam satu kebulatan niat dan tekad di bawah pimpinan Penjabat Bupati Thobias Uly membangun Sabu.
Thobias mengatakan tugas utama yang ia jalankan adalah menyelenggarakan pemerintahan secara umum, membentuk struktur organisasi tata pemerintahan, memfasilitasi pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD ) Kabupaten Sabu Raijua dan memfasilitasi pelaksanaan Pilkada secara langsung oleh masyarakat di daerah itu.
Thobias juga menjelaskan bahwa, "Kami selaku penjabat bupati tentu belum melaksanakan tugas dalam bidang pelayanan kemasyarakatan secara maksimal. Yang akan dilakukan pertama adalah pendekatan secara kultur dan dukungan dari semua tokoh masyarakat dan kepala suku yang ada di daerah ini sehingga dalam pelaksanaan pembangunan ke depan diharapkan tidak ada kendala."
Karena itu, Thobias Uly mengharapkan kerja sama di antara semua elemen masyarakat sehingga dapat tercapai pelayanan tuntas dan prima. (humas pemkab kupang)
20 Siswa Diamankan Polisi
DIAMANKAN--Berapa siswa SMA di Maumere diamankan polisi dan diberi pembinaan karena mengganggu kamtibmas usai menerima amplop kelulusan UN, Senin (15/6/2009).
* Usai Terima Amplop Pengumuman UN
Spirit NTT, 22-28 Juni 2009
MAUMERE, SPIRIT-- Saat merayakan kelulusan dengan berkonvoi menggunakaan kendaraan roda dua, usai menerima amplop pengumuman kelulusan ujian nasional (UN), Senin (15/6/2009), lebih dari 20 siswa SMA dan SMK di Kabupaten Sikka terjaring razia yang digelar Aparat Kepolisian Resort Sikka. Aparat keamanan menganggap para siswa mengganggu kamtibmas karena tidak mengenakan helm serta mengendarai kendaraan tanpa surat-surat penting.
Seperti disaksikan SPIRIT NTT, puluhan siswa yang terjaring karena ugal-ugalan diberi pembinaan dan peringatan kemudian dipulangkan setelah melengkapi surat - surat kendaraan.
Padahal para kepala SMA dan SMK di Kabupaten Sikka telah memperingati para siswa kelas tiga supaya tidak melanggar ketertiban berlalu lintas dengan melakukan konvoi, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.
Selain itu, para siswa juga telah dihimbau untuk tidak melakukan aksi coret- moret seragam, pagar, tembok dan diharapkan untuk tidak melakukan tindakan anarkis berupa perusakan gedung sekolah dan fasilitas pendidikan lainnya. Walau demikian, proses penyerahan amplop berlangsung aman dan tertib.
Para siswa/siswi peserta UAN yang berjumlah 2.449 ini telah mendengarkan dan menerima amplop hasil kelulusannya di sekolah masing-masing. Ke- 2.449 siswa-siswi ini terbagi dalam dua kelompok sekolah, yaitu sekolah menengah kejuruan berjumlah 880 peserta tersebar di 11 SMK, dan sekolah menengah atas berjumlah 1.569 peserta di 15 SMA.
Kepala Bidang Sekolah Menengah pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sikka, Ny. Maria Ance Eting, S.Pd, M.Pd, mengatakan, prosentase kelulusan se- Kabupaten Sikka untuk tingkat SMA mengalami penurunan dari dua tahun ajaran sebelumnya. Yakni di tahun ajaran 2007 prosentase kelulusan SMA tingkat kabupaten mencapai 62.31 persen, dari 1616 peserta UN dan yang lulus hanya 1007 orang siswa.
Di tahun ajaran 2008, kata dia, prosesentase kelulusan SMA menurun ke- 58.42 persen dari 1402 peserta dan yang lulus 819 orang. Sedangkan di tahun 2009, prosentase kelulusan SMA merosot menjadi 44.87 persen dari 1569 peserta UN. Yang lulus 704 orang.
Sedangkan di tingkat SMK se Kabupaten Sikka, selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Tahun 2007 prosentase kelulusan SMK mencapai 75.02 persen, tahun 2008 naik menjadi 81.31 persen dan tahun 2009 meningkat menjadi 84.66 persen.
Wakil Kepala SMA Negeri 1 Maumere Bidang Kurikulum, Keda Martinus, S.Pd, yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, untuk tahun 2009 ini, prosentase kelulusan SMA Negeri 1, 93,30 persen menurun satu persen dari hasil kelulusan tahun 2008 lalu. Namun, untuk tahun ini SMA Negeri 1 mendapat predikat kelulusan paling tinggi dari sekolah-sekolah menengah atas di Sikka..
"Proses belajar mengajar yang baik serta adanya teknik pendekatan yang baik kepada siswa dapat menghasilkan mutu pendidikan yang baik," katanya.
Di samping itu kepala SMK Santu Gabriel juga menghimbau kepada suluruh siswa-siswi untuk menerima hasil ujian dengan lapang dada dan tidak melakukan aksi corat-coret seragam karena akan digunakan lagi dalam porses penerimaan ijazah. (jonathan)
Rumah Santa Monika untuk pembinaan Kaum Perempuan
Spirit NTT, 22-28 Juni 2009
MAUMERE, SPIRIT--Rumah aman Santa Monika yang dibangun di Kompleks Biara SspS di Jalan Ahmad Yani, Maumere, Kabupaten Sikka, akan diperuntukkan untuk memberi terapi dan pembinaan bagi kaum perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan pemerkosaan. Peletakan batu pertama rumah yang diprakarsai Truk-F Sikka ini, telah dilakukan oleh Wakil Bupati, dr. Wera Damianus, M.M, Selasa (16/6/2009) lalu.
Rumah aman atau save house ini dibangun atas hasil kerja sama Caritas Maumere dan Truk-F dan dibiayai sepenuhnya oleh Caritas Jerman. Rumah aman ini merupakan tempat penampungan para korban kekerasan fisik baik kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan korban kekerasan lainnya.
Wera Damianus saat meletakkan batu pertama berharap agar dengan dibenamkannya batu pertama tersebut, seluruh perilaku dan tindakan kekerasan ikut terkubur di dalamnya demi terciptanya kehidupan yang aman dan damai menuju Sikka yang bermartabat.
Sebelumnya, Wera Damianus juga menjelaskan, rumah aman ini merupakan tempat perlindungan dan penampungan bagi para korban kekerasan dalam rumah tangga serta kekerasan lainnya. Di samping itu juga rumah aman ini juga sebagai tempat terapi dan tempat untuk melatih keterampilan sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat.
"Dengan adanya rumah aman ini kasus kekerasan diharapkan dapat teratasi dengan baik demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai dan sejahtera," harap Wera.
Sementara itu Ketua Divisi Perempuan Truk-F, Suster Esthokia yang juga sebagai Pengurus Rumah Aman Santa Monika menyampaikan limpah terima kasih kepada pemerintah atas dukungan dan kerja sama selama ini serta mau bermitra dengan Truk-F untuk menanggulangi kasus-kasus yang menimpa masyarakat.
Hadir Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Dra. Irma Tibuluji, Kepala Bagian Keluarga Sejahtera, Dra. Reneldis Paji Wera, Direktur Caritas Maumere, Pater Klaus Naumann dan sejumlah undangan. (jonathan )
Read More...
CPNSD Sikka Formasi 2008 Terima SK
TERIMA SK--Bupati Sikka, Drs. Sosimus Mitang, menyerahkan SK kepada CPNSD setempat formasi tahun 2008 di Aula Hotel Benggoan III-Maumere, Rabu (10/6/2009).
Spirit NTT, 22-28 Juni 2009
MAUMERE, SPIRIT-- Sebanyak 423 Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Sikka formasi tahun 2008, menerima surat keputusan (SK) pengangkatan di Aula Hotel Benggoan III Maumere, Rabu (10/6/2009).
SK CPNSD ini diserahkan Bupati Sikka, Drs. Sosimus Mitang kepada empat orang perwakilan CPNSD, yakni Herman Yosef (pengemudi), Florianus Albertus (penyuluh kesehatan), Sisilia F Dua Nurak (Pranata Humas) dan Avenita W Dua Nia. Pengangkatan para lulusan seleksi CPNSD ini berdasarkan pada SK Bupati Sikka Nomor BKD.813.3.2/39/2009-D tentang Pengangkatan Menjadi CPNSD Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2008.
Bupati Sikka, Drs. Sosimus Mitang dalam arahannya usai menyerahkan sacara simbolis SK CPNSD, mengatakan bahwa PNS merupakan pelayan bagi masyarakat dalam menyukseskan pembangunan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Untuk itu sangat diharapkan agar para CPNS dan PNS di Kabupaten Sikka supaya bekerja secara maksimal dalam melayani masyarakat.
"Sebagai pegawai negeri, kita hendaknya mampu menjadi pelayan dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat," kata Sosimus. Kepada 423 CPNSD yang hadir, Sosimus Mitang juga mengingatkan bahwa menurut aturan, pengajuan perpindahan antardaerah oleh para pegawai negeri hanya bisa terjadi jika seorang PNS telah menjalani masa kerja selama lima tahun setelah menjadi PNS.
423 CPNSD Kabupaten Sikka ini terdiri dari 350 orang pelamar umum dan 73 orang tenaga honor. Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Kabupaten Sikka, Drs. Sabinus Nabu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sikka, Drs. Joseph Anton Nong Baba, para kepala dinas, kantor, badan bagian, camat dan sekertaris camat serta undangan lainnya.
Salah seorang CPNSD Sikka, Yohana Bispanti da Rato ketika ditemui mengaku senang. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sikka. Yohana sendiri mengaku akan bekerja secara baik demi Sikka ke depan.
Dikatakan Yohana, sejak Kamis (5/6/2009) pekan lalu, dirinya bersama rekan-rekan lulusan CPNSD telah melakukan orientasi. Dan, setelah menerima SK mereka baru akan melaksanakan tugas sesuai penempatan yang ada dalam SK.
Sementara seorang tenaga honor yang lulus, Frengki Lering yang selama ini bertugas sebagai operator pada RSPD Sikka, mengaku gembira dan siap untuk melaksanakan tugas dengan baik. (john oriwis)
Tak Benar ada Pungli
Spirit NTT, 22-28 Juni 2009
MAUMERE, SPIRIT--Bupati Sikka, Drs. Sosimus Mitang, membantah tidak pernah memerintahkan seseorang untuk melakukan pungutan liar (pungli) sebanyak lima persen dari setiap proyek yang sedang ditangani kontraktor di Sikka.
Bupati Sosimus Mitang mengatakan hal ini pada acara tatap muka dengan para kontraktor dan pengusaha se- Kabupaten Sikka di Aula Serba Guna Rumah Jabatan Bupati Sikka, Jalan El Tari Maumere, Kamis (11/6/2009).
Penjelasan Sosimus Mitang ini terkait adanya informasi dari para kontraktor bahwa ada pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab dan telah mengatasnamakan Bupati Sikka meminta sejumlah uang kepada para kontraktor via handphone.
Ia menekankan agar para kontraktor dan pengusaha yang ada di Kabupaten Sikka supaya tidak mudah percaya dan harus melakukan kroscek terhadap Bupati Sikka dan Wakil Bupati Sikka terkait kebenaran permintaan sejumlah dana dari pihak tertentu dengan mengatasnamakan Bupati dan Wakil Bupati Sikka.
"Mafia-mafia kecil mangatasnamakan Bupati dan Wakil Bupati Sikka sedang kita telusuri, supaya segera diproses secara hukum," jelas Sosimus Mitang dengan nada kesal.
Mantan Sekretaris Kabupaten Sikka ini juga menjelaskan bahwa hubungan baik antara pemerintah dengan para kontraktor dan pengusaha yang ada di Kabupaten Sikka supaya tetap terjaga dengan baik. Demi suksesnya pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sikka, karena para kontaktor dan pengusaha di Kabupaten Sikka juga tentunya memiliki tanggung jawab terhadap suksesnya pelaksanaan pembangunan di Nian Sikka.
Himbauan yang sama juga pernah disampaikan Sosimus Mitang ketika melakukan tatap muka dan rapat koordinasi beberapa waktu lalu dengan para SKPD, PPK dan panitia proyek supaya bekerja sesuai aturan yang ada dan tetap menjaga hubungan kemitraan dengan para kontraktor dan pengusaha secara baik. Wakil Bupati Sikka, dr. Wera Damianus, M.M, dalam arahannya mengharapkan agar di antara para kontraktor dan pengusaha supaya saling memperhatikan dan berdiskusi terkait pelaksanaan proyek yang sedang ditangani.
Evaluasi ini kata dia, perlu dilakukan sehingga pelaksanaan proyek yang sedang dikerjakan dapat terlaksana tepat waktu dengan hasil yang baik pula.
"Semua kontaktor di Kabupaten Sikka mempunyai hak yang sama untuk mengikuti tender, namun dalam prosesnya sangat diharapkan supaya terlaksana sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ada," jelas Wera Damianus.
Ketika Bupati Sikka menanyakan perihal keikutsertaan anggota keluarga Bupati maupun Wakil Bupati Sikka sebagai kontraktor dan pengusaha, para kontraktor dan pengusaha yang hadir menjawab anggota keluarga Bupati maupun Wakil Bupati Sikka dapat mengikuti tender asal mengikuti mekanisme dan aturan yang ada.
Hadir Sekretaris Kabupaten Sikka, Drs. Sabinus Nabu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Sikka, Drs. Cypri da Costa, para kepala dinas, badan, kantor, bagian, para kontraktor dan pengusaha di Kabupaten Sikka. (johnoriwis)
Read More...
--boks, raster warna (pesan humas sikka)
Spirit NTT, 22-28 Juni 2009
PERSENTASE UN DI SIKKA
------------------------------------------
* SMAN 1 Maumere 93,30 %
* SMAN II Maumere 36,00 %
* SMAN Nita 43,55 %
* SMAN Bola 88,98 %
* SMAN Talibura 21,43 %
* SMAK St Gabriel 27,52 %
* SMAK Yohanes Paulus II 18,75 %
* SMA Santu Petrus 19,48 %
* SMA Santa Maria 12,70 %
* SMA PGRI 10,61 %
* SMA Alvares 34,43 %
* SMA Bhaktyarsa 52,17 %
* MA At-Taqwa 58,82 %
* SMA Muhamadiyah 40.00 %
* SMAK Frateran 75, 63 %
* SMKN 1 Maumere 35,85 %
* SMKN Talibura 92,31 %
* SMK Santu Gabriel 98,99 %
* SMK Yohanes XXIII 95,19 %
* SMK Tawa Tana 100,00%
* SMK Santu Thomas 97,06 %
* SMK Budi Luhur 1 91,89 %
* SMK Sta Elisabeth Lela 98,68 %
* SMK Bina Maritim 98,31 %
* SMK Yapenrais 14,29 %
Read More...
Bupati Sumteng Lantik Kades Lenang
Spirit NTT, 22-28 Juni 2009
WAIBAKUL, SPIRIT--Bupati Sumba Tengah (Sumteng), Drs. Umbu Sappi Pateduk alias Umbu Bintang melantik dan mengambil sumpah Kepala Desa (Kades) Lenang, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Agus Lota Lapu, di Lenang, 18 Maret 2009 lalu.
Dalam sambutannya, Bupati Umbu Bintang mengatakan, kegiatan pelantikan kepala desa hari ini, di sini, sebagai salah satu peristiwa bermakna dan bermartabat dalam penyelenggaraan pemerintahan. Bermakna oleh karena pemerintahan desa dalam sistem ketatanegaraan kita merupakan sub sistem terpenting dalam sistem pemerintahan sehingga tidaklah berlebihan jikalau disebutkan bahwa pemerintahan desa merupakan ujung tombak bagi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan.
Pada tataran daerah otonom, katanya, desa merupakan unit pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan, persoalan, dan harapan-harapan masyarakat akan berbagai layanan pemerintahan pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan.
"Berbagai dinamika yang telah menyertai peristiwa demokrasi di desa ini merupakan bagian dari usaha pendewasaan demokrasi di tingkat desa. Pada pihak lain, peristiwa pelantikan hari ini harus dimaknai sebagai sumber energi baru dalam mengelola aktivitas berpemerintahan dalam merespons harapan-harapan masyarakat desa," katanya.
Merujuk pada argumentasi ini, Bupati Umbu Bintang menyampaikan beberapa hal penting. Pertama, desa oleh karena hakekatnya, merupakan komunitas masyarakat yang keberadaan dan keberlanjutannya ditentukan oleh karena kuatnya kekerabatan sebagai tali pengikat. Kohesivitas (ikatan) sosial oleh karena persamaan asal usul dan kekerabatan tentu merupakan modal sosial yang harus terus dijaga-kembangkan untuk menghadirkan performa desa yang makin baik ke depan. Kepada kepala desa yang dilantik, Bupati Bintang meminta untuk merekatkan berbagai kekuatan yang ada di masyarakat, membutuhkan seni dan kemampuan saudara untuk mengelolanya.
Kepada para tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama di desa itu, bupati juga meinta untuk menyatukan tekad dalam rangka membangun desa setempat. Kepentingan desa atau kepentingan bersama yang lebih besar harus menjadi orientasi utama dalam memandang berbagai persoalan yang muncul di tengah-tengah kehidupan desa.
Kedua, dalam perkembangan terkini, desa diharapkan menjadi organisasi pemerintahan modern. Artinya, pengelolaan berbagai aktivitas berpemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan juga harus memperhatikan prinsip-prinsip pengelolaan yang benar. Desa pada tataran kekinian tak lagi dapat dikelola dengan cara-cara lama dan atau dengan cara yang biasa-biasa saja. Desa harus dikelola dengan cara-cara yang baru dan cara-cara yang luar biasa.
"Kepala desa terpilih saya minta untuk mengkoordinasikan berbagai pelaksanaan program dan kegiatan di tingkat desa bersama BPD, LPM, dan perangkat desa lainnya untuk selalu merujuk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan demikian manajemen pemerintah desa harus mempertimbangkan dua kondisi sekaligus, yaitu perkembangan peraturan perundang-undangan serta juga perkembangan tuntutan dan harapan masyarakat desa," nasihat bupati.
Ketiga, berhasil tidaknya pelaksanaan pemerintahan, pembangunan, dan pembinaan kemasyarakat di desa sangat-sangat ditentukan oleh kemampuan mengkoordinasikan, mengintegrasikan dan mensinerjikan berbagai program yang dirumuskan oleh desa dan yang datang pada desa. Untuk itulah, maka koordinasi vertikal dan horisontal menjadi penting saudara perhatikan. Koordinasi horisontal perlu dilakukan terutama dengan BPD, LPM, dan lembaga-lembaga lain yang setaraf dengan kepala desa di desa dan koordinasi vertikal wajib saudara lakukan terhadap pemerintah stasan melalui pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten.
Keempat, salah satu sumber utama persoalan yang biasanya muncul di desa adalah ketidakmampuan dan atau mungkin ketidakjujuran mengelola sejumlah bantuan kepada masyarakat baik oleh karena validitas data yang meragukan maupun oleh karena kesengajaan bertindak untuk meraup keuntungan sendiri. Isu-isu seputar beras murah yang tak kunjung selesai, banyaknya warga yang tidak terdata sebagai komunitas yang berhak mendapatkan BLT dan berbagai bantuan lainnya yang justeru menimbulkan masalah harus menyadarkan saudara, perangkat Desa, BPD, dan LPM untuk lebih arif dan profesional mengelola desa ini. Harus dibangun komitmen yang kuat agar persoalan-persoalan memalukan ini tak lagi terulang. Berikanlah apa yang menjadi hak warga, karena hakekat berpemerintahan sesungguhnya hanya bertumpu pada dua hal; pertama, menjaga, melindungi, dan melayani kepentingan dan kebutuhan masyarakat dan kedua, mengusahakan kesejahteraan hidup masyarakat. (humas pemkab sumteng)
Gerakkan Semua Potensi
PADA bagian sambutannya, Bupati Umbu Bintang meminta Kades Leneng untuk menjadikan desa setempat sebagai salah satu desa yang sungguh-sungguh berkontribusi bagi masa depan Sumba Tengah.
"Jikalau desa ini memiliki tingkat produktivitas tinggi, maka desa ini telah menyumbang bagi usaha tiga tahun pertama menyelamatkan Sumba Tengah dari ancaman bergabung kembali dengan Kabupaten Induk. Gerakkan segenap potensi yang ada dalam masyarakat desa menjadi penting untuk diperhatikan," ujarnya.
Terkait dengan Alokasi Dana Desa (ADD), Bupati Umbu Bintang meminta agar memperhatikan pengelolaannya secara baik sehingga mampu berhasil guna dan berdaya guna. Untuk itulah berbagai rujukan yuridis terkait dengan pola pengelolaannya patut diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Pada tahun 2009 ini, katanya, pemerintah atas persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sumba Tengah telah menambah jumlah Alokasi Dana Desa menjadi 75.000.000,-. Penambahan jumlah ADD ini sesungguhnya lebih dimaksudkan untuk makin memberdayakan masyarakat Desa dan bukan sekedar memberdayakan aparatur Pemerintahan Desa.
Selain ADD, katanya, ada begitu banyak bantuan yang mengarah langsung pada desa; di antaranya terdapat Dana PNPM-MP - PUAP (Pemberdayaan Usaha Agribisnis Perdesaan) sebesar 100.000.000/desa di mana pada tahun 2008 telah diberikan pada 23 desa dan pada tahun 2009 ini akan melayani desa-desa yang belum mendapatkannya serta juga dana PNP M-MP sebesar dua miliar rupiah/kecamatan. Memperhatikan dana-dana yang masuk ke tingkat desa serta berbagai bantuan fisik lainnya, demikian bupati, hampir tak mungkin desa mengeluh tentang persoalan finansial, apalagi jikalau dibandingkan sebelum Pemekaran Kabupaten Sumba Barat.
"Persoalan sesungguhnya adalah apakah saudara-saudara di tingkat desa mampu melakukan pengelolaan dana bantuan dimaksud bagi kepentingan masyarakat atau tidak. Pada pihak lain, Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah sungguh-sungguh menempatkan desa sebagai sub sistem integral terpenting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Penambahan TPAPD kepada aparatur khususnya kepala desa menjadi Rp 1.000.000,- merupakan bukti seriusnya pemerintah memperhatikan organisasi pemerintahan desa," katanya. (humas sumba tengah)
Read More...
Desa Aman Harus Menjadi Gerakan Moral
* Bupati Umbu Bintang
Spirit NTT, 22-28 Juni 2009
WAIBAKUL, SPIRIT--Kondisi ketenteraman dan ketertiban masyarakat terutama masalah pencurian ternak dan perampokan merupakan salah satu isu utama di Kabupaten Sumba Tengah. Karenanya setiap kepala desa harus mampu menjaga desa dari berbagai bentuk gangguan. Hidupkanlah sistem keamanan lingkungan atau pola apa saja yang tepat dalam mengatasi gangguan terhadap harta milik masyarakat. Gerakan desa aman harus menjadi gerakan moral bersama di Kabupaten Sumba Tengah.
Hal ini diungkapkan Bupati Sumba Tengah (Sumteng), Drs. Umbu Sappi Pateduk alias Umbu Bintang ketika melantik dan mengambil sumpah Kepala Desa Lenang, Agus Lota Lapu, di Lenang, 18 Maret 2009 lalu.
Menurut Bupati Bintang, isu keamanan dan ketertiban dibahas khusus dalam rapat kerja Pamong Praja se-Kabupaten Sumba Tengah tanggal 4-5 Februari 2009. Saat itu, katanya, terdapat beberapa pokok pikiran yang dihasilkan secara bersama yang sekarang sementara digodok lebih lanjut oleh tim perumus dan pada gilirannya akan dipercakapkan kembali dengan berbagai elemen masyarakat termasuk di dalamnya unsur-unsur pemerintahan desa.
Kepada Kades Lenang, Bupati Umbu Bintang meminta untuk menjalin kerja sama dengan BPD, LPM dan seluruh elemen masyarakat lainnya untuk menggerakkan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas. "Gerakan Kembali ke Kebun haruslah menjadi sebuah Gerakan Moral bersama di Kabupaten Sumba Tengah. Tak boleh ada masyarakat yang tak punya kebun. Apapun caranya, sepanjang halal, gunakanlah kewenangan kades agar setiap masyarakat memiliki kebun. Namun untuk itu, keteladanan menjadi penting. Jikalau masyarakat harus memiliki kebun dengan luasan tertentu maka kepala desa, perangkat desa, BPD, dan LPM juga harus memiliki kebun," tegasnya.
Selain itu, lanjut bupati, pola hidup hemat juga harus menjadi sebuah gerakan di Desa Lenang. Ketuklah pintu setiap warga desa, yakinkan mereka agar belajar hidup hemat. Gerakan Hidup Hemat harus menjadi sebuah Gerakan Moral bersama.
Pendidikan dan kesehatan masyarakat, lanjut bupati, juga harus menjadi sebuah perhatian kades. "Saudara kades harus memimpikan sesuatu bagi desa ini. Mimpi agar dalam rentang waktu tertentu akan lahir sarjana-sarjana handal dari desa ini. Bermimpi bahwa dalam rentang waktu tertentu masyarakat desa ini terbebaskan dari berbagai penyakit yang mendera. Gerakan menyekolahkan Anak dan Gerakan Hidup Sehat harus menjadi sebuah Gerakan Moral bersama," tandasnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah, Bupati Umbu Bintang mengucapkan selamat kepada Kades Lenang atas kepercayaan rakyat dan Tuhan terhadapnya.
"Kepada keluarga saya juga mengucapkan selamat dan meminta agar terus mendukung pelaksanaan tugas-tugas dari Saudara Agus Lota Lapu. Terima kasih kepada pemerintah kecamatan,
pemerintah desa, kepada BPD, LPM, panitia pemilihan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan semua masyarakat desa yang telah memungkinkan kegiatan pelantikan dimaksud terselenggara," katanya. (humas sumba tengah)
Read More...







