Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tampilkan postingan dengan label KIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KIA. Tampilkan semua postingan

Ibu Hamil Sehat, Bayi Sehat


Edisi: 22 - 28 November 2010
No. 244 Tahun V, Hal: 7

SAYA
, karyawati (30), sudah tiga tahun menikah dan saya gembira karena bulan lalu saya dinyatakan hamil. Semasa remaja saya bertubuh gemuk. Menjelang tamat sekolah saya berhasil menurunkan berat badan, bahkan menjadi kurus. Kebiasaan makan dan olahraga saya pertahankan sampai saya dinyatakan hamil. Sekarang saya mengurangi olahraga dan berusaha makan banyak, tetapi masih mengalami mual-mual.

Saya kerja seperti biasa dan meski cukup sibuk, kegiatan saya tidak berkurang. Hanya karena makanan yang masuk kurang, sering kali lemas pada malam hari. Hemoglobin saya 11 g, tinggi badan 165 cm, dan berat badan 54 kg. Tentu saya mendambakan anak yang sehat. Saya berusaha mencapai hal tersebut meskipun harus mengubah kebiasaan. Saya tidak mengutamakan lagi bentuk tubuh, begitu pula pekerjaan. Bagi saya sekarang, apa yang harus saya kerjakan agar janin saya tumbuh baik.

Saya juga baru saja membaca kematian ibu di Indonesia termasuk tertinggi di ASEAN. Apa penyebab kematian ibu begitu tinggi, apakah karena keterampilan dokter kebidanan kita belum dapat diandalkan? Cukup banyak selebriti melahirkan di luar negeri, apakah karena dokter di luar negeri lebih terampil? Semasa mahasiswa saya aktif dalam kegiatan mahasiswa dan peduli pada masalah sosial di masyarakat. Sebagai calon ibu, saya juga prihatin angka kematian ibu kita masih tinggi. Apa yang dapat saya lakukan untuk ikut menyelamatkan ibu hamil di Indonesia?

Saya menduga salah satu faktor penyebaban tingginya kematian ibu adalah kurangnya kesempatan ibu hamil mendapat pertolongan tenaga medis yang berkemampuan karena faktor biaya. Apakah mungkin ibu hamil di Indonesia (yang kurang mampu) memperoleh layanan gratis pemeriksaan berkala semasa hamil dan juga dibebaskan biaya persalinannya? Saya percaya jumlah puskesmas mencukupi untuk melayani ibu hamil.

Bagaimana gizi yang baik untuk ibu hamil, makanan apa yang sebaiknya saya konsumsi. Apakah saya juga perlu mengonsumsi vitamin tertentu?
***

Dokter Samsuridjal Djauzi menjawab. Pertama saya ingin mengucapkan selamat atas kehamilan Anda. Mudah-mudahan Anda sekeluarga memperoleh anak yang sehat, cerdas, berguna untuk nusa, bangsa, dan agama.

Proses kehamilan penting untuk pemeliharaan kesehatan ibu dan pertumbuhan janin. Umumnya kehamilan mengingatkan perempuan untuk meningkatkan pemeliharaan kesehatan seperti juga yang akan Anda lakukan. Anda beruntung mampu melakukannya dan di kota besar tersedia fasilitas asuhan semasa kehamilan dan melahirkan dengan lengkap.
Angka kematian ibu di Indonesia sebenarnya menurun. Pada survei 2007, menurut Departemen Kesehatan angka kematian ibu (AKI) 226 per 100.000 kelahiran hidup. Lima tahun sebelumnya masih di atas 300 per 100.000. Kita patut bersyukur atas pencapaian tersebut meski kita harus bekerja lebih keras lagi untuk menurunkan angka tersebut lebih tajam.

Penyebab angka kematian ibu di Indonesia yang utama adalah pendarahan, eklampsia (keracunan kehamilan), dan sepsis. Masalahnya bukan pada kemampuan dokter, tetapi jauh lebih kompleks. Jumlah ibu hamil yang mendapat pertolongan petugas kesehatan masih sekitar 70 persen, berarti masih banyak ibu hamil yang ditolong dukun atau tenaga lain. Jumlah puskesmas memang sekitar 8.200 dan tersebar di seluruh Indonesia, tetapi sebagian tenaga kesehatannya, terutama dokter, tidak ada.

Dari sekitar 465 kabupaten kota di Indonesia, hanya terdapat 185 layanan transfusi darah. Jadi, lebih dari separuh kabupaten/kota di Indonesia belum punya unit layanan transfusi darah, padahal pendarahan merupakan penyebab terpenting kematian ibu.

Pemeriksaan kesehatan sebelum melahirkan sangat penting untuk mengantisipasi persoalan yang akan timbul saat melahirkan. Cukup banyak ibu hamil mengalami anemia. Juga ada yang mengalami hipertensi atau kencing manis. Keadaan-keadaan itu harus dikendalikan.

Posisi bayi dalam kandungan harus diperhatikan karena bayi letak sungsang akan memerlukan tindakan operasi. Biaya menjadi salah satu kendala meski sudah ada berbagai jaminan sosial, seperti gakin atau jamkesmas.

Usul Anda menggratiskan pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan biaya melahirkan cukup menarik dibahas lebih dalam. Ada penelitian cukup menarik, di salah satu daerah ternyata biaya dikeluarkan suami untuk rokok jauh lebih tinggi daripada biaya yang dianggarkan keluarga untuk pemeliharaan kesehatan ibu hamil. Jadi, sikap keluarga, dalam hal ini dukungan suami, juga penting. Kita harus mampu membentuk opini "kesehatan ibu hamil penting" dan semua pihak harus mendukung pemeliharaan kesehatan ibu hamil. Pemerintah memegang peran penting, tetapi partisipasi masyarakat juga sangat diharapkan.

Nah, nutrisi pada kehamilan merupakan unsur penting dalam pemeliharaan kesehatan ibu hamil. Kebutuhan nutrisi ibu hamil lebih besar daripada tidak hamil atau tidak menyusui. Tambahan energi dan zat-zat gizi diperlukan untuk pertumbuhan berat badan ibu dan janin. Peningkatan berat badan semasa kehamilan biasanya didasarkan pada status gizi sebelum hamil. Status gizi Anda saat ini termasuk normal, tetapi saya tidak tahu status gizi Anda sebelum hamil.

Untuk menilai status gizi, salah satunya dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT). Perhitungan IMT dilakukan dengan cara berat badan (dalam kg) dibagi kuadrat tinggi badan (dalam m). Secara garis besar, rekomendasi kenaikan berat badan ibu hamil berdasarkan IMT sebelum hamil adalah sebagai berikut: keadaan gizi kurang (IMT < 18,5) 12,5 sampai 18 kg, keadaan gizi normal (IMT 18,5 sampai 22,9) 11,5 sampai 16 kg, keadaan gizi lebih (IMT > 23) 7 sampai 11,5 kg. Peningkatan berat badan dapat menggambarkan asupan gizi ibu hamil.

Jangan dilupakan vitamin dan mineral (disebut juga mikronutrien). Ibu hamil acap kekurangan zat besi. Untuk itu, asupan zat besi perlu diperhatikan. Begitu pula zat seng (Zn) perlu mencukupi karena kekurangan seng pada kehamilan berisiko menimbulkan bayi dengan berat badan rendah atau bahkan kelainan kongenital. Vitamin asam folat dianjurkan dikonsumsi 0,4 mg per hari untuk mengurangi risiko kelainan bawaan otak yang disebut neural tube defects.

Nah, saya berharap Anda akan terus merasa bahagia dengan kehamilan Anda, menjaga kesehatan, dan menyiapkan diri menjadi ibu yang baik. (kompas.com)


Read More...

Ketika Kartika Berjuang untuk Menyusui


Edisi: 22 - 28 November 2010
No. 244 Tahun V, Hal: 6

MESKI
alamiah, menyusui tidaklah mudah. Minimnya pengetahuan dan dukungan membuat para ibu kesulitan menyusui bayinya. Ketika hamil anak pertama enam tahun lalu, Kartika (39) bertekad memberi air susu ibu (ASI) pada anaknya. Sebagai calon ibu, ia paham betul bahwa tidak ada asupan lain yang bisa mengalahkan ASI meski itu susu formula yang diklaim mengandung kolostrum sekalipun. Kolostrum adalah cairan pertama yang keluar dari puting susu ibu yang baru melahirkan.

Sebelum anaknya lahir, Kartika sudah membekali diri dengan banyak membaca buku dan majalah tentang seluk-beluk menyusui. Dari situ ia tahu bahwa bayi yang baru lahir harus langsung diberi ASI. Selain itu, bayi sebaiknya juga selalu dekat dengan ibunya agar tidak stres menghadapi lingkungan baru di luar rahim. Kartika juga sudah siap dengan tata cara menyusui bayi dengan benar.

Begitu anaknya lahir, kenyataan yang ditemui Kartika tidak seperti yang ia bayangkan. Kartika tidak bisa langsung menyusui anaknya karena bayi sudah dibawa ke ruang khusus bayi. Alasannya, bayi akan dibersihkan dan ibu bisa beristirahat sebelum menyusui.

Setelah dilahirkan, Bintang, anak Kartika, belum juga disatukan dengan ibunya. Perempuan yang bekerja di lembaga keuangan di Jakarta ini pun berinisiatif datang ke ruang bayi untuk menyusui. Namun setiap kali hendak menyusui Bintang, anak Kartika ini seperti enggan menyusu.

* Jadwal susu
Sebelum Kartika datang perawat sudah lebih dulu memberikan susu formula kepada Bintang. Kejadian ini terjadi berulang-ulang selama Kartika dirawat di rumah sakit swasta yang berlokasi di Tangerang itu.

Tanpa sengaja, di ruang kepala perawat Kartika melihat papan bertuliskan jadwal pemberian susu formula untuk bayi di rumah sakit itu. "Jadwal itu disusun untuk satu tahun dan setiap bulan merek susu yang diberikan berbeda-beda," tutur Kartika yang mencurigai ada konspirasi pemasaran antara produsen susu dan pihak rumah sakit.

Pengalaman tidak menyenangkan juga dialami Sisca Baroto (36) ketika ia menyusui anaknya beberapa tahun lalu. Karena bayi laki-lakinya lebih sering menangis, Sisca kerap ditegur ibu mertuanya. Katanya, ASI Sisca encer dan tidak bergizi sehingga bayi selalu lapar.

Karena tidak tahan mendengar tangisan bayi, ibu mertuanya mendesak Sisca untuk beralih ke susu formula saja yang larutannya lebih pekat supaya bayi cepat kenyang. "Saya bertahan dan menolak memberikan susu formula kepada anak saya," kata Sisca.
Menurut Sisca, ketika anak baru lahir, ASI memang encer karena itu biasa disebut ASI awal. Dalam ASI encer itu ada zat bernama kolostrum yang bermanfaat membangun ketahanan tubuh bayi.

"ASI encer itu sifatnya seperti minuman bagi bayi. Bukan berarti kalau ASI encer berarti si ibu kekurangan gizi. Jadi jangan berhenti menyusui karena ASI terlihat encer," kata Sisca yang kemudian bergabung dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).

* Tekanan
Dalam kondisi psikologis yang lemah, ibu yang baru melahirkan sangat rentan bila mendapat tekanan. "Tanpa dukungan dari orang dekat, terutama suami atau orangtua, ibu yang tadinya punya tekad menyusui bisa saja menyerah dan tidak lagi mengutamakan ASI untuk bayinya," kata Mia Sutanto (36), salah satu pendiri AIMI. AIMI adalah wadah bagi para ibu untuk berbagi informasi dan pengalaman menyusui serta menjadi kelompok pendukung para ibu yang kesulitan menyusui.

Kartika yang butuh penguatan dari ibu dan suaminya, justru mendapatkan respons yang berbeda ketika masih tetap ingin menyusui Bintang di saat anak itu terkena kuning. Karena kondisinya kuning, pertanda hati bayi belum bisa bekerja dengan sempurna, perawat mengambil alih Bintang dari tangan Kartika.

Menurut perawat tadi Bintang harus lebih banyak minum agar kondisi kuningnya segera membaik. Sedangkan ASI Kartika dianggap tidak cukup untuk Bintang.
"Saya tadinya tetap kukuh dengan ASI. Namun suami dan ibu saya justru meminta saya menuruti saran perawat yang dianggap lebih berpengalaman menangani bayi," kenang Kartika.

Akhirnya ia pun menyerah. Selama satu minggu Bintang dirawat di rumah sakit, Kartika hanya sesekali saja memberikan ASI-nya kepada Bintang.

Jarak antara rumah Kartika dengan rumah sakit sekitar 15 kilometer. Untuk memberikan ASI, Kartika harus bolak-balik dari rumah ke rumah sakit. Ia tidak bisa menginap di rumah sakit karena tidak ada fasilitas ruang tunggu yang bisa digunakan untuk tidur. Karena kelelahan, Kartika malah jatuh sakit.

Kartika sampai sekarang masih didera perasaan bersalah karena tidak bisa memberikan banyak ASI kepada anaknya. Setelah Bintang menginjak usia enam tahun, anak pertama Kartika ini sering terserang virus, alergi, dan mengalami obesitas. Di luar sana, banyak ibu seperti Kartika masih terus berjuang untuk bisa menyusui anaknya. (lusiana indriasari/kompas.com)

Read More...

Minuman Sehat untuk Ibu Hamil


Edisi: 22 - 28 November 2010
No. 244 Tahun V, Hal: 6

KELIHATANNYA sepele. Tapi, ibu hamil memang tidak boleh minum sembarangan. Minuman bisa jadi masalah jika Anda tidak cermat memilihnya. Karena, kesehatan Anda dan janin yang jadi "taruhannya". Makanya, teliti sebelum menentukan pilihan.

Apa saja yang boleh? Sebetulnya, ada 4 jenis minuman yang oke untuk ibu hamil. Ke-4 jenis minuman itu adalah:

Air putih. Seberapa banyak pun air putih yang diminum tidak akan berakibat buruk bagi kesehatan Anda. Bahkan, air putih sangat sehat bagi tubuh, yakni memperlancar aliran darah. Jadi, minumlah 2 liter air putih yang setara dengan 8 gelas setiap harinya.

Susu. Mimunan ini merupakan sumber kalsium dan vitamin D terbaik, apalagi bagi janin yang memerlukan kalsium untuk pertumbuhan tulangnya. Mengingat kebutuhan kalsium meningkat selama hamil, sebaiknya Anda mengonsumsi susu sekitar 2 gelas setiap harinya. Pilihlah susu khusus untuk ibu hamil, karena telah diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral, seperti asam folat.

Jus buah. Satu gelas jus buah dalam sehari bisa menjadi cara yang terbaik untuk mendapat vitamin. Meski begitu, jangan mementingkan minum jus ketimbang air putih atau tidak mengonsumsi vitamin yang diberikan oleh dokter Anda. Karena, bisa jadi vitamin dari buah dan sayur yang Anda konsumsi tidak mencukupi kebutuhan tubuh Anda.

Sport drink. Minuman ini berfungsi menggantikan zat elektrolit yang hilang ketika tubuh berkeringat. Jadi, jika Anda aktif, sport drink memang bisa jadi pilihan. Tapi, kalau Anda tidak banyak bergerak, minuman ini tidak diperlukan. Minum air putih saja sudah cukup. Ingat, sport drink sama sekali bukan pengganti air putih dan biasanya mengandung zat pengawet yang justru kurang baik bagi kesehatan. Sebaiknya, Anda berkonsultasi dulu dengan dokter Anda.

* Ini yang perlu dihindari
Terlalu banyak mengonsumsi kafein yang terkandung dalam kopi, teh, softdrink , dan cokelat, tidak baik bagi kehamilan. Terlalu banyak mengonsumsi kafein dikhawatirkan menyebabkan keguguran di trimester pertama, atau bayi lahir dengan berat badan rendah. Itu sebabnya, dosis minuman berkafein yang dianjurkan saat hamil adalah tidak lebih dari satu cangkir sehari.

Minuman yang sama sekali tidak boleh dikonsumsi ketika hamil adalah alkohol. Dalam situs www.pregnancytoday.com disebutkan, mengonsumsi alkohol setiap hari berakibat cukup fatal. Anda berisiko melahirkan bayi dengan keterbelakangan mental, kelainan sistem saraf pusat, atau lahir meninggal! Minum alkohol sesekali pun dapat menyebabkan keguguran dan bayi lahir dengan berat badan rendah. Jadi, hindari bir, wine, dan minuman beralkohol lainnya. (kompas.com)

Read More...

Sosialisasi Kesehatan di RW Siaga


Edisi: 15 - 21 November 2010
No. 243 Tahun V, Hal: 7

KUPANG, SPIRIT
--Kelurahan Manutapen memiliki 11 RW dan 33 RT. Lima dari 11 RW itu, sudah menjadi RW siaga. Diharapkan, dalam waktu dekat semua RS sudah menjadi RW siaga.

Demikian dikatakan Lurah Manutapen, Yoseph Oktavianus Sapai, pada acara sosialisasi di RW Siaga 02 Kelurahan Manutapen, Sabtu (30/10/2010). Sapai menjelaskan, Manutapen juga memiliki 10 posyandu. Setiap posyandu memiliki lima kader. "Kegiatan posyandu di kelurahan berjalan cukup baik," katanya.

Sementara itu, Martha Diaz dari Dinas Kesehatan Kota Kupang, mengatakan, ibu hamil (Bumil) harus mengenali tanda-tanda bahaya pada masa kehamilan, persalinan dan juga masa nifas. Gangguan dapat terjadi secara mendadak dan biasaya tidak dapat diperkirakan sebelumnya.

Dijelaskannya, tanda bahaya tersebut, yakni ibu tidak mau makan dan muntah terus menerus, berat badan ibu hamil tidak naik, perdarahan melalui jalan lahir pada kehamilan, persalinan dan nifas.

Tanda bahaya berikutnya adalah bengkak pada tangan, wajah dan pusing yang dapat diikuti kejang. Gerakan janin berkurang atau tidak ada. Tanda lainnya adalah kelainan letak janin dalam rahim, ketuban pecah sebelu waktunya serta persalinan yang lama serta demam tinggi pada masa nifas.

Martha Diaz menjelaskan, hal yang perlu diperhatikan adalah temukan bumil sedini mungkin dan lapor ke bidan terdekat, minta bumil dan keluarga untuk meminta pertolongan persalinan kepada bidan atau dokter dan meminta bumil dan keluarga untuk menabung sejak mulai hamil untuk biaya persalinan.

Kepala Bidang Penyehatan dan Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Kupang, Frans Y Panie, SKM, mengatakan, tingkat kematian ibu dan bayi baru lahir di Kupang pada tahun 2010 ini menurun dibandingkan dengan tahun 2009. Pada tahun 2009 angka kematian ibu 13 orang dan bayi 155 orang namun pada tahun 2010 hingga posisi sekarang ini tingkat kematian ibu empat orang dan bayi 77. "Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar tingkat kematian ibu dan bayi tidak meningkat," ujarnya.

Untuk itu, Panie meminta kepada ibu agar bisa melakukan pemeriksaan kesehatan di sarana kesehatan dan sebaiknya ibu hamil tidak ke dukun untuk urut. "Saya harap ibu-ibu hamil di sini bisa menghindari untuk urut kandungan dan memutar kandungan. Sebaiknya periksa ke bidan atau dokter," ujar Panie.

EMPAT TANDA BAHAYA KEHAMILAN

* Perdarahan dari jalan lahir
* Nyeri kepala yang sangat hebat
* Gangguan pada penglihatan
* Nyeri perut yang sangat hebat

Selain itu ada 18 hal yang harus diwaspadai dan sebaiknya bagi yang mengandung mempunyai beberapa faktor di bawah diharuskan melahirkan di rumah sakit (bukan di bidan) yaitu:
* Pernah dioperasi seksio sesaria (operasi caesar).
* Perdarahan dari jalan lahir selain lendir bercampur darah.
* Persalinan kurang dari 37 minggu (kurang bulan).
* Ketuban pecah disertai dengan keluar mekonial kental (cairan warna keruh).
* Ketuban pecah disertai tidak terasa gerakan janin.
* Ketuban telah pecah lebih dari 24 jam atau ketuban pecah pada kemanilan kurang bulan.
* Ada tanda gejala infeksi : Suhu tubuh tinggi, menggigil, nyeri perut dan cairan ketuban yang berbau.
* Tekanan darah lebih dari 160/110.
* Tinggi fundus 41 cm atau lebih kehamilan kembar.
* Ada tanda gerakan janin berkurang ( kurang lebih 10 gerakan dalam 1 hari).
* Kepala janin belum masuk panggul pada masa persalinan.
* Letakk sungsang, lintang/malang.
* Bagian terendah bukan kepala saja, tapi ada bagian lain misalnya tangan/lengan.
* Tali pusat keluar sebelum bayi lahir.
* Adanya perasaan syok.
* Mempunyai anemia.
* Kuning.
* Kehamilan kembar. (bidanku.com)

Read More...

Bides Dibekali Strategi Pelayanan Reproduksi


Edisi: 15 - 21 November 2010
No. 243 Tahun V, Hal: 6

DUA
puluh satu bidan desa (Bides) dari 21 desa dan 6 dokter di Kabupaten Kupang, Belu dan TTU mengikuti pelatihan PPAM (Paket Pelayanan Awal Minimum). Bides dan dokter dibekali strategi kesiapan pelayanan kesehatan reproduksi bagi korban bencana alam dalam keadaan darurat.

Direktur Pelaksana Harian Daerah PKBI NTT, Drs. Markus Alibandri, yang ditemui SPIRIT NTT, Rabu (10/11/2010) sore, mengatakan, pelatihan berlangsung sejak 7-10 November 2010, di Hotel Ariesta, Kefamenanu, TTU. Narasumber/fasilitator dalam kegiatan ini dari PKBI NTT, dirinya sendiri serta Drs. Germanus Padji. Kemudian dari PKBI Pusat Dr. Ramona Sari, dan Ismi Wulandari.

Pelaksanaan kegiatan ini, jelasnya, bertolak upaya pemenuhan kebutuhan kesehatan reproduksi dan seksualitas dalam situasi krisis yang cenderung terabaikan. Hal ini diakibatkan belum diketahuinya secara komprehensif standar pelayanan minimum.
Karena itu PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) melalui Program PPAM Kesehatan Reproduksi menginisiasi pelatihan bagi dokter dan bidan. Dengan demikian pelayanan yang komprehensif harus diberikan bagi perempuan reproduktif, dan anak gadis dalam situasi krisis.

Peserta bides dan dokter penerima manfaat kegiatan ini datang dari lokasi intervensi program PPAM. Antara lain lima desa dari Kabupaten Kupang, yakni Desa Noelbaki, Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah. Desa Tuapukan, Naibonat, Manusak, di Kecamatan Kupang Timur.

Kemudian 10 desa di Kabupaten Belu, yaitu Desa Rainawe, Sisi, Litamali, Lalekun, Lalkeun Barat, Lalekun Utara, Babulu, Babulu Selatan, di Kecamatan Kobalima. Desa Kamanasa, dan Desa Harekakae di Kecamatan Malaka Tengah.

Selanjutnya di Kabupaten TTU, Desa Sainoni, Tes, Napan, Banain A, Banain B, Banain C, di Kecamatan Bikomi Utara. Usai pelatihan, kata Alibandri, pada Jumat (12/11/2010) dilakukan kunjungan ke Desa Napan, yang dihadiri Ketua PKBI NTT, Ny. Lusia Adinda Lebu Raya.

Dijelaskan Alibandri, pemilihan desa-desa ini didasarkan peta wilayah yang terdampak secara sosial, ekonomi, budaya, dan politik, pasca lepasnya Timor-Timur dari NKRI pada krisis politik Tahun 1999. (dd)

Read More...

Pemerintah Australia Sumbang Rp 392 Miliar


Edisi: 15 - 21 November 2010
No. 243 Tahun V, Hal: 6

KUPANG, SPIRIT
-- Pemerintah Australia melalui AusAID menyumbang 49 juta dollar Australia atau sekitar Rp 392 miliar untuk program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di NTT.

Dari jumlah tersebut, 1 juta dollar atau sekitar Rp 8 miliar untuk beasiswa bagi sekolah menengah pertama dan 45 juta dollar atau sekitar Rp 360 miliar untuk beasiswa 300 pelajar di Indonesia yang ingin belajar di Australia.

Hal ini dikatakan Konseling Politik dan Ekonomi Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Michael Bliss, didampingi Robert Law, saat berkunjung ke Redaksi SPIRIT NTT di Jalan Kenari 1, Kelurahan Naikoten I, Kota Kupang, Kamis (11/11/2010). Keduanya diterima jajaran redaksi.

Kedatangan mereka bertujuan mempererat hubungan antara masyarakat di dua negara melalui media massa. Michael berharap permasalahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terjadi di NTT dapat diatasi dengan bantuan ini.

Selain itu, secara geografis, Nusa Tenggara Timur adalah daerah yang terdekat dengan Australia dan memiliki banyak masalah yang bersinggungan dengan perbatasan wilayah perairan dan imigran gelap.

Menyikapi permasalahan tersebut, dikatakan Michael, selaku konselor politik dan ekonomi, Pemerintah Australia sangat serius menyikapi pelanggaran perbatasan di perairan Australia. "Imigran gelap adalah kejahatan lintas negara dan hukuman yang diberikan dari Pemerintah Australia sangat berat, yaitu sekitar lima hingga sepuluh tahun penjara. Begitu pun dengan nelayan yang dengan sengaja melanggar wilayah kami," ujar Michael.

Michael mengatakan, akan lebih baik jika warga negara lain datang sebagai pengungsi daripada imigran gelap. Tentunya harus melalui proses hukum bagi orang-orang yang memerlukan perlindungan dan melapor pada badan PBB yang menangani masalah pengungsi seperti UNHCR (Badan PBB untuk Penanganan Pengungsi). Oleh karena itu, sangat disayangkan kalau ada orang NTT yang ikut menjadi awak kapal dan membantu meloloskan para imigran gelap ke Australia.

Untuk mengatasi masalah pelanggaran oleh para nelayan, Michael menyatakan bahwa pemerintah berupaya untuk mengadakan public information campaign yang dilakukan dengan para nelayan dan instansi-instansi terkait di tingkat propinsi, seperti yang telah dilakukannya di Hotel Kristal kemarin, sehingga di kemudian hari, para nelayan tidak lagi melanggar perbatasan. (ii)


Read More...

Ibu dan Bahaya si Nyamuk Belang


Edisi: 25 - 31 Oktober 2010
No. 240 Tahun V, Hal: 6


MUSIM kemarau yang malah hujan seperti sekarang ini menjadikan si nyamuk belang (aedes aegypti) berkeliaran di mana-mana. Padahal, nyamuk itu bukan sembarang nyamuk. Gigitan nyamuk itu menyebabkan demam berdarah dengue (DBD) yang bisa mengakibatkan kematian. Dan, anak-anak adalah sasaran empuk sang nyamuk.

Ibu rumah tangga seyogianya menyadari benar bahaya akibat nyamuk aedes aegypti terhadap anak. Tak cukup bagi ibu hanya membuatkan makanan, mengajari membaca, dan mengantar anak ke sekolah. Tak kalah penting dari itu adalah memperhatikan kesehatan sang anak, karena bagaimanapun kesehatan adalah modal utama bagi anak untuk beraktivitas.

Jadi, selain mengetahui metode pemberantasan nyamuk Aedes aegypti dengan menguras, menutup, dan mengubur (M3), seorang ibu mesti mengetahui berbagai hal membahayakan kesehatan anak.

Kenali tanda-tanda jamak diketahui khalayak, demam, apa pun jenisnya, adalah sakit panas. DBD pun diindikasikan dengan panas. Ketika anak panas, ibu mesti memberikan perhatian penuh. Seorang ibu harus tanggap atas penderitaan anak. Jika anak hanya deman biasa, tentu bukan hal yang menghawatirkan. Namun jika panas itu disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti, ibu harus segera memberikan fasilitas kesehatan untuk mengklarifikasi dan menangani si anak.

Namun hingga saat ini banyak ibu rumah tangga kesulitan mengenali tanda-tanda gejala DBD. Secara umum, gejala klinis DBD ditandai oleh demam, nyeri pada seluruh tubuh, ruam, dan perdarahan. Pertama, demam akibat DBD sangat tinggi dan mendadak. Ketinggian suhu panas akibat nyamuk aedes aegypti itu bisa 39-40 derajat celcius.

Kemendadakan penyakit DBD sering dapat ditengarai oleh ibu rumah tangga pada anak yang sehat mendadak panas tinggi. Karena itulah ibu rumah tangga perlu mencermati anak yang berangkat bermain dengan teman-teman dalam kondisi sehat, tetapi ketika pulang dalam keadaan demam cukup tinggi.

Biasanya demam itu hanya sepekan. Penurunan suhu pun sering terjadi secara mendadak. Saat demam menurun, anak sering pucat lemas. Selain itu, demam yang diderita juga acap kali berhenti sebentar dan kambuh kembali hingga turun kembali saat sudah sembuh.

Kedua, nyeri seluruh tubuh atau bagi orang awam biasa disebut flu tulang. Kenyerian timbul akibat gejala panas pada penderita infeksi virus dengue, sehingga akan segera diikuti rasa nyeri pada seluruh tubuh. Rasa nyeri itu umumnya dirasakan dengan nyeri otot, nyeri sendi, nyeri punggung, dan nyeri pada bola mata. Seseorang yang terkena DBD makin banyak bergerak kian terasa nyeri. Untuk menghilangkan nyeri tidak mudah.
Namun saat DBD sudah hilang, rasa nyeri yang dirasakan pun segera hilang.

Ketiga, ruam. Ruam pada orang yang terkena DBD berupa bercak-bercak merah kecil seperti bercak pada penyakit campak. Ruam itu diketahui setelah empat hari menderita DBD. Tanda-tandanya berupa kemerahan di leher, muka, dada, kaki, dan tangan.

Keempat, perdarahan. Tanda terkena DBD berupa perdarahan tak semua bisa diketahui. Bahkan beberapa pasien DBD tak mengalami perdarahan. Jika seseorang yang terkena DBD mengalami perdarahan, kesehatannya harus diwaspadai dan diperhatikan secara intensif. Perdarahan akibat DBD bisa menyebabkan kematian. Jenis perdarahan akibat DBD sangat beragam. Bisa berupa perdarahan kecil-kecil di kulit (petechiae), perdarahan agak besar di kulit (echimosis), perdarahan gusi, perdarahan hidung, dan perdarahan masif.

Perdarahan yang terakhir itulah yang sering dapat berakhir pada kematian. Nah, ibu rumah tangga yang mendapati salah satu gejala klinis DBD pada anak, harus waspada dan bertindak cepat. Jangan sampai karena ketidaktahuan akan tanda-tanda itu dan kekurangcepatan mengambil tindakan, menyebabkan nyawa sang anak melayang.

Tidur pagi sebagai pencegahan, sejak awal ibu harus mencegah anak terkena DBD. Pepatah menyatakan mencegah lebih baik daripada mengobati. Namun tanpa pengetahuan, ibu pun kebingungan melakukan upaya pencegahan. Alhasil, ada keinginan mencegah tetapi malah anak makin parah.

Ada banyak macam pencegahan yang bisa dilakukan ibu rumah tangga. Misalnya, melaksanakan 3M dan mengusulkan pengasapan (fogging). Hal lain yang sangat penting dan sering tak dimengerti ibu rumah tangga adalah memperhatikan tidur sang anak.

Para ibu hendaknya dapat mengendalikan anak agar tak tidur pada pagi dan sore hari. Sebab, nyamuk aedes aegypti berkeliaran dan menggigit pada pukul 08.00-12.00 dan sore menjelang magrib. (endaryati/alumnus SITY Yogyakarta)

Read More...

Awas, Ibu Hamil Bisa Wariskan Kanker


Edisi: 25 - 31 Oktober 2010
No. 240 Tahun V, Hal: 6


WANITA hamil yang mengasup banyak junkfood selama kehamilan bukan saja merugikan kesehatan. Temuan terbaru menunjukkan, pola makan tak sehat pada ibu hamil berisiko mewariskan kanker payudara pada anak dan keturunannya setelah dewasa.

Penelitian yang dipresentasikan pada konferensi tahunan Asosiasi Kanker Amerika itu semakin menguatkan bahwa kondisi rahim mempengaruhi kesehatan generasi di masa depan.

Kanker payudara yang merenggut 1.000 nyawa dalam sebulan di dunia mengingatkan pentingnya mengatur pola diet sehat selama kehamilan. Penelitian yang dilakukan terhadap tikus terungkap, makanan berlemak dan junkfood selama kehamilan meningkatkan risiko kanker payudara pada generasi kedua hingga 60 persen.

Tim riset Georgetown Lombardi Comprehensive Cancer Center, Washington DC, mengemukakan alasannya seperti dikutip dari Mail Online. Junk food meningkatkan kadar estrogen, hormon yang memicu pertumbuhan tumor payudara. Rahim juga mengalami mutasi gen secara perlahan yang disebut Epigenetik, dan diturunkan dari ibu ke anak dan cucu.

Dr. Sonia de Assis, salah satu peneliti, mengemukakan implikasi penelitian pada kesehatan manusia secara berkelanjutan, "Ibu hamil harus makan diet seimbang karena mereka dapat mempengaruhi kesehatan anak cucu mereka di masa datang."

Badan standarisasi makanan AS merekomendasikan agar wanita hamil menambah ekstra 200 kalori per hari dengan konsumsi lima porsi buah dan sayuran setiap hari, serta memperbanyak asupan beras gandum, pasta dan roti. Protein yang diasup sebaiknya berasal dari daging tanpa lemak, ayam, ikan, telur, kacang-kacangan, produk susu, dan serat. (vivanews)

Istri Hamil, Suami Bisa Kesakitan

NYERI pungung, panas, rasa lelah yang luar biasa, sulit tidur adalah keluhan yang sering dialami para wanita saat hamil besar. Ternyata keluhan tersebut juga bisa dialami sang suami, bahkan bisa lebih parah. Hal ini disebut "Sindrom Couvade."

Beberapa suami sangat simpati dengan kehamilan istrinya, sehingga mereka juga ikut merasakan keluhan yang dialami selama kahamilan. Kondisi seperti ini, sang suami seperti ingin menyatakan bahwa "bukan hanya kamu sedang hamil, tetapi "kita sedang hamil".

Istilah couvade sindrom ditemukan pada 1865, tetapi sebenarnya fenomena ini sudah terjadi ratusan tahun lalu. Penelitian yang dilakukan tahun 2007, oleh tim dari George's University, pada 282 ayah, menunjukkan kondisi yang dialami oleh para istri saat hamil, juga dialami oleh sang suami.

"Pria-pria ini mengalami hal yang dialami istrinya, mereka mulai menunjukkan gejala yang sama," kata Dr. Arthur Brennan, kepala peneliti seperti VIVAnews kutip dari BBC.

Banyak perdebatan tentang kondisi ini. Hal itu karena cauvade sindrom tidak termasuk dalam kategori DSM-IV, yaitu diagnostik manual untuk psikiatri dan klasifikasi penyakit dari World Health Organization (WHO). Diperkirakan pria yang mengalami gejala couvade presentasenya beraneka ragam, dan tidak selalu sama.

Beberapa psikiater, khususnya mereka yang memiliki spesialisasi dalam bidang psikoanalisis, menyatakan bahwa sindrom couvade adalah ekspresi dari kegelisahan seorang pria atau ambivalensi kehamilan pasangannya. Ada beberapa bukti yang menunjukkan couvade berakar biologis.

Beberapa studi telah menunjukkan, pria yang memiliki pasangan dalam keadaan hamil cenderung memiliki tingkat hormon yang lebih tinggi seperti estradiol, dalam darahnya. Hal ini tentu saja berpengaruh pada kondisi fisik dan psikisnya. (vivanews)

Read More...

ASI Selamatkan Nyawa 30.000 Anak

Edisi: 11 - 17 Oktober 2006
No.238 Tahun V, Hal: 6


AIR Susu Ibu (ASI) Eksklusif yang dimulai sedini mungkin sejak bayi lahir memiliki dampak paling tinggi dalam menyelamatkan hidup anak-anak di bawah usia lima tahun, dibandingkan dengan cara lain. Selain itu, pemberian ASI juga merupakan upaya paling hemat biaya.

Berdasarkan rekomendasi dari Unicef dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ASI Eksklusif yang berarti hanya memberikan ASI tanpa tambahan makanan atau cairan selama enam bulan pertama dapat menyelamatkan nyawa setara lebih dari 30 ribu anak Indonesia setiap tahunnya.

Pemberian ASI sampai usia dua tahun, dengan tambahan makanan pendamping, dapat juga membantu pertumbuhan anak-anak mencapai potensi mereka secara optimal.
Berdasarkan laporan Unicef, Tracking progress on Child and Maternal Nutrition, lebih dari 7,5 juta anak-anak di bawah usia lima tahun di Indonesia, terhambat pertumbuhannya atau pendek untuk usia mereka (stunted), lebih dari 1,8 juta anak memiliki berat badan di bawah rata-rata berat untuk anak seusianya. Selain itu, lebih dari sejuta terlalu kurus untuk ukuran tinggi badan mereka.

Unicef kemudian melakukan advokasi peningkatan akses ke layanan kesehatan dan kualitas layanan tersebut dengan fokus khusus pada keluarga yang paling miskin dan rentan. Hal ini dilakukan dengan berinvestasi pada keterampilan dan potensi penyedia layanan kesehatan, khususnya dalam pengetahuan gizi dan menyusui serta institusi lokal, organisasi dan komunitas yang bekerja dengan anak-anak.

Saat ini pemberian ASI di Indonesia menurun dan peningkatan drastis pemberian susu formula tidak lepas dari kurangnya regulasi pemasaran dan promosi susu formula di Indonesia. Di banyak negara, sudah ada aturan mengenai hal itu melalui adopsi Kode Etik Internasional tentang pemasangan produk pengganti ASI.

Pada 2009, UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan yang mengadopsi ketentuan-ketentuan yang mendukung ASI Eksklusif telah disahkan. Beberapa ketentuan dalam KODE menetapkan bahwa susu bayi dan produk sejenisnya tidak boleh diiklankan, sampel gratis tidak boleh diberikan kepada wanita hamil dan produsen produk makanan bayi tidak boleh memberikan insentif kepada petugas kesehatan. (ant)


Read More...