Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rakyat NTT semestinya tidak miskin

Laporan Syarifah S, Spirit NTT 3-10 Desember 2007

BA'A, SPIRIT--Masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) semestinya tidak miskin jika serius mengolah hasil bumi yang dimiliki. Padahal hasil bumi di wilayah NTT begitu potensial dan diminati investor luar daerah.
"Potensi hasil bumi kita cukup banyak seperti kutulak, rumput laut, ikan, biji kusambi, nira dan lainnya yang selalu diekspor ke luar negeri tapi dalam kemasan daerah lain. Hal ini karena kita belum serius mengurusnya. Kita masih menganggap itu pekerjaan sampingan. Hal inilah yang membuat kondisi perekonomian kita masih terpuruk," kata Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Drs. Frans Lebu Raya, saat memberikan sepatah kata pada malam keakraban dan pentas seni yang digelar dalam menyambut tamu para wakil bupati dan badan pengawas se-NTT yang mengikuti rapat Pemutakhiran Data Tindaklanjut Hasil Pengawasan APIP pada SKPD lingkup pemerintah kota/kabupaten, di Aula Bappeda Rote Ndao, Minggu (25/11/2007).
Acara ini dimeriahkan sejumlah tarian yang dibawakan siswa-siswi SMAN Negeri I Ba'a. Hadir, Kepala BPKP NTT, Simarmata, Bupati Rote Ndao, Christian Nehemia Dillak, S.H, Wakil Bupati Rote Ndao, Bernad Pelle, Wakil Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si, Wabup Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera, Wabup Sumba Barat, dr. Kornelis Kodimete, Wabup Lembata, Andreas Nula Liliweri, Kepala Banwas NTT, Kapolres Rote Ndao, Kompol Juventus Seran, Ketua DPRD Rote, Zakarias Manafe, Wakil Ketua, Yunus Fanggidae, para kepala Banwas se NTT, serta undangan lainnya.
Menurut Frans Lebu Raya, di Surabaya dibangun pabrik rumput laut tapi sebagian besar bahan bakunya dari NTT. Begitu juga pengembangan kutulak di Probolinggo yang bahan bakunya dari NTT.
Terhadap isu penggabungan kembali beberapa kabupaten di NTT yang dinilai belum mampu menjadi daerah otonom, Lebu Raya mengaku penggabungan dan pemekaran bisa terjadi sepanjang aturan itu memungkinkan.
Selain itu, kepada pemerintah kabupaten se-NTT, Wagub Lebu Raya mengimbau untuk menjaga jangan sampai terjadi perebutan lahan di laut mengingat tingginya animo masyarakat mengolah rumput laut. "Perebutan lahan di laut menjadi masalah. Karena itu perlu ada pengaturan, pengkaplingan sehingga tidak menimbulkan masalah," demikian Lebu Raya. *

Tidak ada komentar: