Spirit NTT, 15-21 Juni 2009
ATAMBUA, SPIRIT--Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si, memberikan kuliah umum bagi mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Atambua di aula kampus itu, Rabu (3/6/2009).
Pada kesempatan itu, Esthon mengatakan, pendidikan merupakan lokomotif sumber daya manusia (SDM), terutama dalam memberdayakan ekonomi rakyat. Pasalnya, menurut Wagub Esthon, 75 persen masyarakat NTT bermata pencaharian sebagai petani baik di bidang pertanian, perikanan dan peternakan.
Pengembangan tiga sub sektor itu ,kata Wagub Esthon, harus lebih fokus dan mendapat prioritas dalam pemberdayaan dengan memperhatikan kondisi iklim dan cuaca di NTT. Di propinsi ini, kata dia, musim hujan hanya berlangsung selama empat bulan dan enam bulan musim kemarau.
Di bidang kesehatan, katanya, saat ini kita belum berhasil, namun pemerintah telah mempunyai komitmen untuk mengimplementasikan NTT sehat 2010. "Sehat bukan hanya fisik saja, namun sehat karakter," ujarnya.
Wagup berharap direktur dan seluruh sivitas akademika Akper Atambua yang merupakan suatu lembaga pendidikan kesehatan dapat menghasilkan manusia- manusia yang handal di bidang kesehatan agar kelak menjadi pelayan bagi masyarakat setempat.
Hadir pada saat itu, Ketua DPRD NTT, Drs. Mel Adoe; Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez; Kepala Biro Kesra NTT, Dr. Filemon da Lopez; Kepala Dinas Kesehatan Belu, dr. Lau Fabianus; Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Belu, Drs. Arnol Bria Seo; direktur dan mahasiswa Akper Atambua. (humas pemkab belu)
ATAMBUA, SPIRIT--Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si, memberikan kuliah umum bagi mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Atambua di aula kampus itu, Rabu (3/6/2009).
Pada kesempatan itu, Esthon mengatakan, pendidikan merupakan lokomotif sumber daya manusia (SDM), terutama dalam memberdayakan ekonomi rakyat. Pasalnya, menurut Wagub Esthon, 75 persen masyarakat NTT bermata pencaharian sebagai petani baik di bidang pertanian, perikanan dan peternakan.
Pengembangan tiga sub sektor itu ,kata Wagub Esthon, harus lebih fokus dan mendapat prioritas dalam pemberdayaan dengan memperhatikan kondisi iklim dan cuaca di NTT. Di propinsi ini, kata dia, musim hujan hanya berlangsung selama empat bulan dan enam bulan musim kemarau.
Di bidang kesehatan, katanya, saat ini kita belum berhasil, namun pemerintah telah mempunyai komitmen untuk mengimplementasikan NTT sehat 2010. "Sehat bukan hanya fisik saja, namun sehat karakter," ujarnya.
Wagup berharap direktur dan seluruh sivitas akademika Akper Atambua yang merupakan suatu lembaga pendidikan kesehatan dapat menghasilkan manusia- manusia yang handal di bidang kesehatan agar kelak menjadi pelayan bagi masyarakat setempat.
Hadir pada saat itu, Ketua DPRD NTT, Drs. Mel Adoe; Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez; Kepala Biro Kesra NTT, Dr. Filemon da Lopez; Kepala Dinas Kesehatan Belu, dr. Lau Fabianus; Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Belu, Drs. Arnol Bria Seo; direktur dan mahasiswa Akper Atambua. (humas pemkab belu)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar