Spirit NTT, 15-21 Juni 2009
ATAMBUA, SPIRIT-- Sebanyak tiga belas peserta Pendidikan dan Latihan (Diklat) Terpadu Sekolah Staf dan Pimpinan Departemen Luar Negeri (Sesparlu) Angkatan ke-40, kepemimpinan angkatan ke-25 melakukan studi lapangan ke Kabupaten Belu, tanggal 2-3 Juni 2009.
Rombongan dipimpin Direktur Sesparlu, Jonny Sinaga, ini melakukan tatap muka dengan Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, di Lantai I Kantor Bupati Belu, Rabu (3/6/2009).
Jonny Sinaga pada kesempatan itu, mengatakan, studi lapangan ini dimaksudkan agar peserta dapat mendalami isu percepatan pengejawantahan (good governance) di Propinsi NTT, khusus di Kabupaten Belu. Selanjutnya hasil studi lapangan akan diangkat dalam seminar tingkat nasional di Jakarta tanggal 16 Juni mendatang sebagai upaya memperbaiki sistem aparatur di Indonesia.
Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, menggambarkan gerak pembangunan di berbagai sektor pembangunan yang terus bergerak naik, di antaranya sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi kerakyatan, sarana dan prasarana wilayah, pertahanan dan keamanan.
Khusus di sektor ekonomi, kata dia, masalah perdagangan antar kedua negara belum berjalan optimal karena ada batas-batas kewenangan pemerintah kabupaten serta masih sangat rendahnya laju pertumbuhan ekonomi di negara tetangga tersebut.
Menurut bupati, selama kurun waktu lima tahun terakhir, pemerintah memberikan perhatian yang lebih khusus di bidang pendidikan dan kesehatan.
Menjawab pertanyaan peserta seputar keberadaan rumah sakit di Kabupaten Belu dan perannya dalam memberikan pelayanan kesehatan pada pasien negara tetangga, bupati menjelaskan bahwa Pemkab Belu telah mengantisipasi dengan membangun sebuah rumah sakit di Betun, Kecamatan Malaka Tengah. Rumah sakit itu diberi nama Rumah Sakit Penyanggah Perbatasan (RSPP). Rumah sakit ini, kata dia, berfungsi melayani pasien di daerah Malaka, juga memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien rujukan dari Negara Timor Leste di sektor perbatasan.
Bupati mengharapkan studi lapangan ini dapat memberikan nilai tambah bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Belu. Usai pertemuan itu, rombongan melakukan studi lapangan di perbatasan RI- Timor Leste di Mota'ain. (humas pemkab belu)
ATAMBUA, SPIRIT-- Sebanyak tiga belas peserta Pendidikan dan Latihan (Diklat) Terpadu Sekolah Staf dan Pimpinan Departemen Luar Negeri (Sesparlu) Angkatan ke-40, kepemimpinan angkatan ke-25 melakukan studi lapangan ke Kabupaten Belu, tanggal 2-3 Juni 2009.
Rombongan dipimpin Direktur Sesparlu, Jonny Sinaga, ini melakukan tatap muka dengan Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, di Lantai I Kantor Bupati Belu, Rabu (3/6/2009).
Jonny Sinaga pada kesempatan itu, mengatakan, studi lapangan ini dimaksudkan agar peserta dapat mendalami isu percepatan pengejawantahan (good governance) di Propinsi NTT, khusus di Kabupaten Belu. Selanjutnya hasil studi lapangan akan diangkat dalam seminar tingkat nasional di Jakarta tanggal 16 Juni mendatang sebagai upaya memperbaiki sistem aparatur di Indonesia.
Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, menggambarkan gerak pembangunan di berbagai sektor pembangunan yang terus bergerak naik, di antaranya sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi kerakyatan, sarana dan prasarana wilayah, pertahanan dan keamanan.
Khusus di sektor ekonomi, kata dia, masalah perdagangan antar kedua negara belum berjalan optimal karena ada batas-batas kewenangan pemerintah kabupaten serta masih sangat rendahnya laju pertumbuhan ekonomi di negara tetangga tersebut.
Menurut bupati, selama kurun waktu lima tahun terakhir, pemerintah memberikan perhatian yang lebih khusus di bidang pendidikan dan kesehatan.
Menjawab pertanyaan peserta seputar keberadaan rumah sakit di Kabupaten Belu dan perannya dalam memberikan pelayanan kesehatan pada pasien negara tetangga, bupati menjelaskan bahwa Pemkab Belu telah mengantisipasi dengan membangun sebuah rumah sakit di Betun, Kecamatan Malaka Tengah. Rumah sakit itu diberi nama Rumah Sakit Penyanggah Perbatasan (RSPP). Rumah sakit ini, kata dia, berfungsi melayani pasien di daerah Malaka, juga memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien rujukan dari Negara Timor Leste di sektor perbatasan.
Bupati mengharapkan studi lapangan ini dapat memberikan nilai tambah bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Belu. Usai pertemuan itu, rombongan melakukan studi lapangan di perbatasan RI- Timor Leste di Mota'ain. (humas pemkab belu)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar