SPIRIT NTT/HUMAS DAN PROTOKOL KOTA KUPANG
TROPHI ADIPURA -- Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe memegang trophi Adipura, pose bersama pimpinan SKPD di tangga kantor Walikota Kupang, Selasa (9/6/2009).
Spirit NTT, 15-21 Juni 2009, Laporan RosalinaLanga Woso
KUPANG, SPIRIT --Pemerintah Kota Kupang bertekad meraih Adipura ketiga kalinya dengan cara membenahi lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Kelurahan Alak, serta menata pasar-pasar di Kota Kupang dengan lebih baik lagi.
Tekad ini disampaikan Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, saat memimpin rapat koordinasi dengan pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), di ruang Garuda Kantor Walikota Kupang, Selasa (9/6/2009).
"Pemkot telah mendapatkan Adipura sebagai simbol kesuksesan Kota Kupang dalam menata lingkungan dan kebersihan kota. Untuk itu, penilaian aspek kebersihan pasar dan TPA perlu ditingkatkan agar ke depan bisa meraih Adipura yang ketiga kalinya," kata Adoe.
TPA, kata Adoe, telah direncanakan dibangun secara komperhensif dengan lokasi armada pengangkut sampah. Saat ini, Pemkot telah mengalokasikan dana Rp 750.000.000 untuk pembangunan instalasi pengelolahan limba tinja (IPLT) yang dikerjakan PT Nindya Karya.
Sedangkan penataan pasar, seperti Pasar Inpres Naikoten I, kata Adoe, diharapkan agar Polisi Pamong Praja (Pol PP) untuk menertibkan pedagang yang berjualan sampai di luar pasar.
"Pol PP harus tertibkan pedagang yang berada di luar pasar. Lakukan pendekatan persuasif," ujar Adoe.
Penataan juga dilakukan untuk pasar yang lainnya, seperti pasar Oeba. Para pedagang di pasar Oeba harus ditata sehingga lebih terpola. Maksudnya, pedagang diatur menempati lahan pasar dan tidak berjualan di kawasan pasar.
Menurut Adoe, lokasi Pasar Oeba bukan hanya dijadikan lokasi pasar semata-mata, namun ke depan akan dibangun Rusunawa dan dilakukan reklamasi pantai.
"Penataan lingkungan juga menjadi aspek penilaian Adipura. Taman kota perlu ditata secara baik dan hutan kota perlu diciptakan untuk menjadi paru-paru kota. Kebiasaan membakar hutan harus dihilangkan. Aksi penghijauan terus dilakukan untuk menunjang program lingkungan hidup," ujar Adoe. (*)
TROPHI ADIPURA -- Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe memegang trophi Adipura, pose bersama pimpinan SKPD di tangga kantor Walikota Kupang, Selasa (9/6/2009).
Spirit NTT, 15-21 Juni 2009, Laporan RosalinaLanga Woso
KUPANG, SPIRIT --Pemerintah Kota Kupang bertekad meraih Adipura ketiga kalinya dengan cara membenahi lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Kelurahan Alak, serta menata pasar-pasar di Kota Kupang dengan lebih baik lagi.
Tekad ini disampaikan Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, saat memimpin rapat koordinasi dengan pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), di ruang Garuda Kantor Walikota Kupang, Selasa (9/6/2009).
"Pemkot telah mendapatkan Adipura sebagai simbol kesuksesan Kota Kupang dalam menata lingkungan dan kebersihan kota. Untuk itu, penilaian aspek kebersihan pasar dan TPA perlu ditingkatkan agar ke depan bisa meraih Adipura yang ketiga kalinya," kata Adoe.
TPA, kata Adoe, telah direncanakan dibangun secara komperhensif dengan lokasi armada pengangkut sampah. Saat ini, Pemkot telah mengalokasikan dana Rp 750.000.000 untuk pembangunan instalasi pengelolahan limba tinja (IPLT) yang dikerjakan PT Nindya Karya.
Sedangkan penataan pasar, seperti Pasar Inpres Naikoten I, kata Adoe, diharapkan agar Polisi Pamong Praja (Pol PP) untuk menertibkan pedagang yang berjualan sampai di luar pasar.
"Pol PP harus tertibkan pedagang yang berada di luar pasar. Lakukan pendekatan persuasif," ujar Adoe.
Penataan juga dilakukan untuk pasar yang lainnya, seperti pasar Oeba. Para pedagang di pasar Oeba harus ditata sehingga lebih terpola. Maksudnya, pedagang diatur menempati lahan pasar dan tidak berjualan di kawasan pasar.
Menurut Adoe, lokasi Pasar Oeba bukan hanya dijadikan lokasi pasar semata-mata, namun ke depan akan dibangun Rusunawa dan dilakukan reklamasi pantai.
"Penataan lingkungan juga menjadi aspek penilaian Adipura. Taman kota perlu ditata secara baik dan hutan kota perlu diciptakan untuk menjadi paru-paru kota. Kebiasaan membakar hutan harus dihilangkan. Aksi penghijauan terus dilakukan untuk menunjang program lingkungan hidup," ujar Adoe. (*)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar