Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Aparat Desa Tak Boleh Diam

Spirit NTT, 15-21 Juni 2009

MAUMERE, SPIRIT
--Aparat Desa adalah barisan terdepan di jajaran pemerintahan dalam sebuah kehidupan bernegara. Oleh karena itu harus harus sungguh-sungguh menampakkan dinamika kehidupan pemerintahan dalam tugas pelayanan masyarakat. Karena itu aparat desa tidak boleh diam.

Hal ini diungkapkan Bupati Sikka, Drs. Sosimus Mitang, di hadapan peserta pelatihan Gerakan Nasional Peningkatan Mutu dan Produktivitas Kakao di Nele, Maumere, Senin 1 Juni 2009. Sosimus menegaskan hal tersebut ketika menyaksikan sejumlah kepala desa dan sekretaris desa yang mengikuti pelatihan itu tanpa mengenakan seragam dinas sipil.




Menurutnya, aparat desa yang tidak mengenakan seragam dinas selama jam kerja atau dalam kegiatan kedinasan seperti pelatihan, memberi gambaran seperti apa dinamika pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
"Jika demikian yang terjadi, maka kita tidak perlu heran bahwa dunia pertanian kita tidak pernah berubah meski setiap tahun pemerintah memberi dukungan dana sekitar 20 miliar," kata Sosimus.

Ia juga mengungkapkan adanya kenyataan bahwa banyak aparat desa yang menerima bantuan dana lalu diam. Mereka kerja sendiri tanpa pengetahuan masyarakat. Ketika rakyat tahu lalu mengamuk, barulah terbukti bahwa sebagian dana bantuan sudah terpakai.

Bupati Sosimus menambahkan, ada juga kepala desa yang menyerahkan bantuan kepada petani namun para petani tersebut tidak difasitasi dan tidak dikunjungi sehingga sulit diketahui sejauh mana dana bantuan tersebut dimanfaatkan. Akhirnya ketahuan bahwa dana bantuan itu sudah digunakan untuk makan.

Lebih lanjut Sosimus Mitang menegaskan, kalau ada keluarga petani yang menerima bantuan dan tidak memanfaatkan dana bantuan itu sesuai peruntukkannya atau hanya dihabiskan untuk makan, maka keluarga tersebut sepantasnya dicoret dari daftar KK miskin. (el-nathan)

Tidak ada komentar: