Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Populasi Sapi di NTT Menurun


* Drs. Ayub Titu Eki
Spirit NTT, 18-24 Mei 2009

KUPANG, SPIRIT
--Pada tahun 1912, populasi ternak sapi di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) cukup tinggi, sehingga pengiriman sapi antarpulau minimal 4.000 ekor per tahun. Namun, kini menurun drastis karena banyak faktor.
Bupati Kupang, Drs. Ayub Titu Eki, M.S, Ph.D, mengatakan hal ini pada penyerahan sapi bibit kepada anggota Koperasi Serba Usaha Setara di Desa Tesbatan, Kecamatan Amarasi, tanggal 5 Mei 2009.

Bupati Ayub mengatakan, menurunnya populasi ternak karena manajemen peternak yang kurang bagus sehingga populasi ternak sapi juga terus menurun, termasuk sapi timor. Karena itu Pemerintah Propinsi NTT kini kembali mendorong masyarakat untuk mengembalikan daerah ini sebagai gudang ternak.
Pemerintah kata dia, akan menyediakan ternak sapi bibit melalui dinas peternakan. "Pemerintah kabupaten juga akan menyediakan ternak sesuai dengan kebutuhan masyarakat," katanya.


Ia mengatakan, wilayah Kecamatan Amarasi sangat cocok untuk pengembangbiakan dan penggemukan sapi. Sedangkan untuk pembibitan akan dialihkan di daerah Amfoang dan Fatuleu. Regulasi lain akan dilakukan apabila ada sumber alternatif lain untuk menopang ekonomi keluarga.

Ketua Koperasi Serba Usaha Setara, Ardi Fora melaporkan bahwa usaha pengembangan program penggemukan sapi dimulai tahun 2006 atas bantuan Menteri Koperasi, Usaha Kecil Menengah RI, Dinas Koperasi NTT dan Dinas Koperasi Kabupaten Kupang dengan sistem pembentukan kelompok binaan koperasi. Setiap anggota kelompok, kata dia, mendapat sapi bibit sebanyak dua ekor dengan sistim pengembalian anak sapi.

Ardi mengatakan, pada tahun 2006 kelompok yang dibentuk Koperasi Serba Usaha Setara sebanyak 10 kelompok dengan jumlah anggota sebanyak 236 orang. Sapi bibit yang diberikan pada anggota sebanyak 500 ekor terdiri dari 472 ekor sapi betina dan 28 ekor sapi jantan.

Perkembangan sapi bibit dari tahun 2006 sampai dengan 2009 kata dia, mengalami perkembangan yang sangat baik. Sampai pada bulan April 2009, jumlah sapi yang ada pada anggota sebanyak 1314 ekor atau 62 persen atau mengalami perkembangan sebanyak 814 ekor selama tiga tahun terakhir.

Usaha penggemukan sapi ini bertujuan untuk menjaga kualitas ternak. Bila penjualan antarpulau, maka nilai jualnya lebih tinggi. Selama ini pengguliran sapi bibit tidak sebanding dengan penerima. Karena itu, kata Ardi, dengan pola ini diharapkan pada akhir masa perguliran, petani/anggota sudah memiliki sapi sendiri minimal enam ekor sapi, yakni dua ekor betina dan empat ekor anak sapi.

Penyerahan ternak sapi tahap dua ini dilakukan oleh Wakil Gubernur NTT, Ir. Eston L Foenay, M.Si, didampingi Bupati Kupang, Drs. Ayub Titu Eki, dan para kepala dinas propinsi dan Kabupaten Kupang. Penyerahan sapi bibit untuk penggemukan kepada 14 kelompok tani dengan jumlah anggota 523 orang. Kelompok ini tersebar di Kecamatan Amarasi.
Dari ke- 523 orang ini yang menerima guliran tahap dua ini sebanyak 82 orang dan 441 lainnya akan mendapat jatah pada tahap berikutnya. (humas pemkab kupang)


Tidak ada komentar: