Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Pater Yoseph Suban Hayon Tutup Usia


SPIRIT NTT/HUMAS SIKKA/JOHN ORIWIS
USUNG JENAZAH--Para frater mengusung jenazah almarhum Pater Yoseph Suban Hayon, SVD dari Kapela Agung Ledalero menuju ke kepakaman, Minggu (10/5/2009).

* Sampaikan Tiga Pesan Terakhir
Spirit NTT, 18-24 Mei 2009

MAUMERE, SPIRIT
--Keuskupan Agung Ende dan Keuskupan Maumere kembali kehilangan putra terbaik, Pater Yoseph Suban Hayon, SVD. Penulis buku dan Rektor Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero-Nita ini, menghembuskan nafas terakhir di RS St. Elisabeth Bekasi-Jakarta, Jumat (8/5/2009).

Menurut Wakil Rektor Seminari Tinggi Ledalero, Pater Leo Kleden SVD, almarhum P. Yosep Suban Hayon, SVD, meninggal setelah menderita sakit. Dikatakannya, Dewan Rumah Seminari Tinggi Ledalero pada awal Januari 2008 pernah meminta agar Pater Yoseph memeriksakan kesehatannya karena saat itu kondisi kesehatan Pater Yoseph mulai menurun. Namun, Pater Yoseph selalu menolaknya dengan alasan masih banyak tugas, baik sebagai rektor maupun sebagai imam.



Kepergian Sang Penulis Karya Ilmiah, "Manusia dan Manusia," itu akibat sudah tidak berfungsinya pankreas sehingga berpengaruh pada fungsi hati dan lambung. Kondisi ini memicu peningkatan gula pada darah. Dan, sejak akhir bulan April 2009, Pater Yoseph mengalami sesak nafas dan harus menggunakan oksigen hingga menghembuskan nafas terakhir.

Almarhum P. Yoseph Suban Hayon, SVD, dibawa dari Jakarta ke Maumere menggunakan Pesawat Merpati, Sabtu (9/5/2009). Almarhum diterima Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, Bupati Sikka, Drs. Sosimus Mitang, Ketua DPRD Sikka, Drs. AM Keupung, jajaran muspida Sikka, para biarawan/wati, keluarga dan masyarakat Kabupaten Sikka.

Almarhum dimakamkan di Pekuburan Seminari Tinggi Ledalero, Minggu (10/5/2009). Pemakaman P. Yoseph Suban Hayon SVD diawali dengan perayaan ekaristi di Kapela Agung Seminari Tinggi Ledalero. Misa konselebran ini dipimpin P. Amatus Woi, SVD yang dihadiri ribuan umat, baik dari Maumere, Flores Timur, Ende dan Bajawa.

Turut hadir pada acara pemakaman tersebut, Bupati Sikka, Drs. Sosimus Mitang bersama Ny. Firmina Sedo Mitang, Ketua DPRD Sikka, Drs. AM Keupung, Wakil Ketua DPRD Sikka, EP da Gomez, Mantan Bupati Sikka, Drs. Daniel Woda Palle, Drs. Alexander Longginus, mantan Wakil Bupati Sikka, Drs. Yopseh Ansar Rera, Wakil Bupati Flores Timur, Yosni Herin, Muspida Sikka, keluarga, biarawan/wati dan umat.


Sampaikan Tiga Pesan Terakhir
Pater Amatus Woi, SVD, dalam sambutannya usai memimpin misa sebelum pemakaman Pater Yoseph Suban Hayon, SVD, Minggu (10/5/2009), mengatakan, beberapa hari sebelum menghembuskan nafas terakhir, P. Yoseph menyampaikan tiga pesan terakhir.

Kepada P. Amatus Woi, SVD, Pater Yoseph berpesan terima kasih, ke depan jalan baik dan jaga kesatuan. Sebelum menyampaikan pesan terakhirnya, P Amatus Woi, SVD kepada Pater Yoseph juga menyampaikan terima kasih kepada almarhum atas segala pengabdiannya. Dan, kepada Pater Yoseph, Pater Amatus Woi juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan terhadap Pater Yoseph dan berjanji akan tetap mengenang Pater Yoseph.

Sementara itu, Pater Leo Kleden juga bercerita kalau selama dalam situasi kritis, Pater Yoseph juga pernah meminta menyanyikan lagi Ina Maria. Untuk mengenang almarhum pada saat pemakaman Pater Yoseph, lagu Ina Maria dinyanyikan oleh para biarawan/wati, keluarga dan umat yang hadir. Sebelumnya digelar upacara adat Solor, Flores Timur, untuk melepas kepergian Pater Yoseph Suban Hayon, SVD sebelum dimakamkan. (john oriwis)


Tidak ada komentar: