SPIRIT NTT/ISTIMEWA
DEMPLOT KAPAS--Salah satu cara demplot kapas pada salah satu desa akselerasi pengembangan kapas di Sumba Timur. Gambar diabadikan belum lama ini.
Sumteng, Daerah Akselerasi Pengembangan Kapas
Spirit NTT, 18-24 Mei 2009
WAIBAKUL, SPIRIT-- Mulai tahun 2008 lalu, Propinsi Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu propinsi pelaksana program akselerasi pengembangan kapas bersama enam provinsi lainnya yang sudah melaksanakannya sejak tahun 2007 yaitu Sulsel, NTB, Bali, Jatim, Jateng dan DIY.
Di NTT, daerah yang menjadi akselerasi pengembangan kapas itu, antara lain Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat. Tahun pertama pelaksanaan program akselerasi kapas di Propinsi NTT ditargetkan seluas 1.500 ha plus demplot kapas hybrida asal China seluas 50 ha. Sesuai kondisi agroklimat setempat, waktu tanam kapas yang tepat di Propinsi NTT baru sekitar 6-7 bulan mendatang (tanam musim penghujan/TMP) yaitu pada bulan November dan Desember.
Persiapan perlaksanaan program aksel tersebut dilakukan melalui pertemuan Koordinasi yang diselenggarakan di Waingapu, Juni 2008 lalu, dihadiri dari unsur Ditjen Perkebunan (Direktorat Budidaya Tansim), Disbun Propinsi NTT, Pemda Sumba Timur, Disbun Sumba Tengah dan Sumba Barat, Balittas Malang dan PT Ade Agro Industri, dan Tenaga Pendamping dan Pembantu Petuga Pendamping.
Dalam pertemuan tersebut Ditjen Perkebunan menyampaikan materi mengenai kebijakan Peningkatan Produksi Kapas melalui Program Akselerasi, sedangkan dari Pemda Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah, menyampaikan ksesiapan pelaksanaan di lapangan. (ditjenbun.deptan.go.id)
DEMPLOT KAPAS--Salah satu cara demplot kapas pada salah satu desa akselerasi pengembangan kapas di Sumba Timur. Gambar diabadikan belum lama ini.
Sumteng, Daerah Akselerasi Pengembangan Kapas
Spirit NTT, 18-24 Mei 2009
WAIBAKUL, SPIRIT-- Mulai tahun 2008 lalu, Propinsi Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu propinsi pelaksana program akselerasi pengembangan kapas bersama enam provinsi lainnya yang sudah melaksanakannya sejak tahun 2007 yaitu Sulsel, NTB, Bali, Jatim, Jateng dan DIY.
Di NTT, daerah yang menjadi akselerasi pengembangan kapas itu, antara lain Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat. Tahun pertama pelaksanaan program akselerasi kapas di Propinsi NTT ditargetkan seluas 1.500 ha plus demplot kapas hybrida asal China seluas 50 ha. Sesuai kondisi agroklimat setempat, waktu tanam kapas yang tepat di Propinsi NTT baru sekitar 6-7 bulan mendatang (tanam musim penghujan/TMP) yaitu pada bulan November dan Desember.
Persiapan perlaksanaan program aksel tersebut dilakukan melalui pertemuan Koordinasi yang diselenggarakan di Waingapu, Juni 2008 lalu, dihadiri dari unsur Ditjen Perkebunan (Direktorat Budidaya Tansim), Disbun Propinsi NTT, Pemda Sumba Timur, Disbun Sumba Tengah dan Sumba Barat, Balittas Malang dan PT Ade Agro Industri, dan Tenaga Pendamping dan Pembantu Petuga Pendamping.
Dalam pertemuan tersebut Ditjen Perkebunan menyampaikan materi mengenai kebijakan Peningkatan Produksi Kapas melalui Program Akselerasi, sedangkan dari Pemda Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah, menyampaikan ksesiapan pelaksanaan di lapangan. (ditjenbun.deptan.go.id)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar