Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Warga Kampung Yerara Andalkan Kuda

Spirit NTT, 13-19 April 2009, Laporan Petrus Piter

WAIBAKUL, SPIRIT---
Meski Indonesia sudah 64 tahun merdeka, namun warga Kampung Yerara di Desa Mara, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah, masih mengandalkan tenaga kuda sebagai alat trasnportasi. Warga harus menunggang kuda jika bepergian ke luar karena buruknya kondisi jalan raya ke kampung itu.

Warga setempat meminta Bupati dan Wakil Bupati Sumteng, Drs. Umbu Sappi Padetuk dan Umbu Dondu memperhatikan kesulitan warga kampung tersebut.


Demikian diungkapkan sejumlah warga Kampung Yerara, yakni Umbu Pabal, Umbu Kayangu dan Rambu Lodaka kepada SPIRIT NTT, Kamis (2/4/2009).

Menurut Kayangu, sampai saat ini jalan raya masuk ke kampung mereka hanya jalan tanah berlumpur sehingga sulit dilalui kendaraan bermotor. Hanya ada dua truk yang masuk ke kampung itu pada musim kering. Dua truk itu melayani rute Desa Maradesa-Waibakul, ibukota kecamatan, dengan jadwal setiap hari pasar (hari Rabu dan Sabtu). Kalau musim hujan tidak ada kendaraan yang masuk ke kampung itu.

Warga harus menundang kuda jika mau bepergian ke luar kampung. Warga yang tidak memiliki kuda, harus berjalan kaki selama dua sampai tiga jam dari Kampung Yerara ke Desa Mara Desa. Di sana baru bisa menunggu kendaraan umum untuk ke tempat lain.

"Kalau mau ke Waibakul, kami harus jalan kaki dari Kampung Yerara selama empat jam atau naik kuda," kata Kayangu dibenarkan warga lainnya.
Warga Kayangu berharap pemerintah setempat memperbaiki jalan raya yang ada agar kendaraan mudah masuk ke kampung mereka. (*)


Tidak ada komentar: