Spirit NTT, 13-19 April 2009, Laporan Petrus Piter
WAIBAKUL, SPIRIT -- Curah hujan yang kurang normal di wilayah Kabupaten Sumba Tengah (Sumteng) pada musim tanam tahun 2009 menyebabkan produksi padi di wilayah ini menurun dari rata-rata produksi 2-3 ton per hektar per tahun. Penurunan produksi diperkirakan mencapai 40 persen dari hasil panen.
Mengatasi kondisi itu pemerintah telah mengambil kebijakan dengan menggerakan masyarakat menanam tanaman holtikultura seperti kacang-kacangan, umbi-umbian dan tanaman holtikultura lainnya sebagai bahan makanan alternatif.
Demikian penegasan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Sumba Tengah, Ir. Martinus Jurumana, M.Si, baru- baru ini.
Martinus Jurumana mengatakan, curah hujan tahun ini sangat kurang dan tidak normal menyebabkan petani terpaksa menanam mengggunakan bibit padi yang sudah tua. Kalau hujan normal, sejak Januari 2009, maka panenan tidak mungkin turun.
Dia menjelaskan, sekitar 5.000 hektar lahan yang ditanam padi, produktivitasnya akan menurun dari total lahan sawah tadah hujan dan sawah setengah irigasi teknis sekitar 8.000 ha. Hamparan lahan sawah tadah hujan sebagian besar terdapat di wilayah Anakalang, Kecamatan Katikutana.
Mengantisipasi kondisi yang melanda petani di Sumba Tengah, pemerintah telah menggerakan petani untuk menanam kacang-kacangan pasca panen padi. Bibit kacang-kacangan didrop pemerintah melalui Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Sumba Tengah. "Saat ini kami sudah meminta semua petugas penyuluh lapangan (PPL) untuk siaga di lokasi guna petani memantau perkembangan tanaman padi milik petani. Selanjutnya PPL memberikan laporan kepada pimpinan agar keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi di lapangan," jelasnya.
Dia menambahkan, umumnya petani Sumba Tengah merupakan petani sawah tadah hujan. Karena itu, faktor hujan sangat menentukan tingkat produktivitas pertanian.Kabupaten Sumba Tengah hanya memiliki satu lokasi irigasi setengah teknis, yakni di Bewi, Kecamatan Mamboro sekitar 200 ha. Selebihnya sawah tadah hujan.
Ke depan, katanya, pemerintah telah memikirkan akan memanfaatkan mata air Pamalar yang akan dialirkan menuju embung Lokujangi. Dengan demikian ribuan hektar hamparan lahan tidur dapat diolah menjadi areal persawahan teknis. (*)
Petani Sumteng Agar Tanam Kacang-kacangan
Label:
Sikka,
Sumba Tengah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar