* Alat Peraga, Mainan dan Buku Logika
Spirit NTT, 13-19 April 2009, Laporan Beny Jahang
WAIBAKUL, SPIRIT--Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah, asuhan Pusat Pembinaan Pastoral dan Sosial (Puspas) Keuskupan Weetebula, tidak memiliki alat peraga serta sarana bermain dan belajar yang memadai. Akibatnya, 50 orang anak yang belajar di PAUD itu
tidak bergairah mengikuti pelajaran. Anggota DPR RI, Drs. Setya Novanto, berjanji membantu lembaga pendidikan tersebut.
Masalah ini diungkapkan dua guru PAUD Waibakul, Suster Ansita, PRR, dan Suster Sri Koleta, PRR, ketika berdialog dengan anggota DPR-RI, Drs. Setya Novanto, di Waibakul, Senin (6/4/2009) siang. Pada hari itu, selain mengunjungi Sumba Tengah, Setya Novanto juga mengunjungi Kabupaten Sumba Timur, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya untuk menyerap aspirasi masyarakat setempat. Penjaringan aspirasi itu terkait pembahasan anggaran DPR RI tahun anggaran 2010 yang berlangsung Juni mendatang.
"Sebagian besar anak-anak PAUD di sini (Waibakul) berasal dari keluarga para petani. Kadang kala kami menjemput anak-anak itu di rumah orangtuanya untuk ke sekolah. Ada yang ke sekolah tanpa mengenakan pakaian dan sandal. Kita yang beri pakaian untuk mereka. Pakaian itu kita dapatkan dari bantuan beberapa pihak di Jakarta," kata Sr. Ansita.
Selama berada di PAUD, kata Ansita, anak-anak lebih banyak belajar bernyanyi, bermain serta belajar membaca dengan fasilitas terbatas. "Kendala yang kami hadapi selama ini adalah ketiadaan alat-alat bermain untuk anak-anak seperti ayunan, buku-puku pelajaran untuk merangsang konsentrasi anak," tutur Sr. Ansita dibenarkan Sr. Koleta.
Usai berdialog, Setya Novanto melihat kondisi gedung PAUD sebagai satu-satunya di Waibakul. "Saya akan bantu alat-alat mainan serta buku logika bagi PAUD ini untuk membantu proses kegiatan belajar mengajar," ujar Setya Novanto. (*)
Setya Novanto Janji Bantu PAUD Waibakul
Label:
Sumba Tengah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar