Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Walikota Buka Workshop Kelurahan Ramah Anak

.
SPIRIT NTT/HUMAS INFOKOM KOTA KUPANG
BUKA WORKSHOP--
Walikota Kupang, Drsorkshop Kelurahan Ramah Anak di Aula Hotel Ina Boi-Kupang, Selasa (23/3/2009).





Spirit NTT, 06-12 April 2009

KUPANG, SPIRIT--Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, membuka secara resmi kegiatan Workshop Kelurahan Liliba Ramah Anak di Aula Hotel Ina Boi Kupang, Selasa (24/3/2009) pagi.

Workshop ini diselenggarakan oleh CCF (Christian Children Fund) sebuah LSM yang peduli terhadap upaya-upaya pengembangan dan perlindungan anak, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang.


Workshop yang dilakukan dalam rangka mewujudkan Kota Kupang sebagai Kota Layak Anak tersebut, mengambil Kelurahan Liliba sebagai Pilot Project. Acara pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh Koordinator CCF Indonesia Wilayah NTT, Petrus Lambe; Kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan Kota Kupang, Maria F Hadjon; Kabag Humas Setda Kota Kupang, Noce Nus Loa; Lurah Liliba, Margarita Malelak, para tokoh masyarakat dan tokoh agama Kelurahan Liliba.
Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, dalam sambutannya saat membuka workshop tersebut mengatakan bahwa masih ada banyak anak-anak yang hidup dalam kondisi termarginalkan, terutama karena faktor kemiskinan keluarga. Kondisi ini menyebabkan mereka harus dipaksa untuk bekerja dari pagi hingga malam untuk menambah income keluarga, ditambah dengan akumulasi dari berbagai persoalan sosial budaya yang menyebabkan mereka sangat rentan terhadap tindakan kekerasan baik secara fisik maupun psikis.
Walikota mengatakan, kegiatan ini merupakan suatu respons positif pasca ditetapkannya Kota Kupang sebagai Kota layak anak. Walikota berterima kasih kepada CCF yang telah menjadikan SD Inpres Liliba Kupang sebagai Sekolah Ramah Anak. "Ini merupakan embrio dari serangkaian upaya holistik yang akan dicanangkan dalam rangka mewujudkan Kota Kupang sebagai salah satu kota layak anak," katanya.
Walikota menyambut baik kegiatan workshop ini, karena menurutnya anak adalah aset yang harus dibina dengan kasih sayang. Selain itu, menurut walikota upaya mewujudkan kelurahan ramah anak adalah sebuah misi mulia, karena berkaitan dengan upaya memberikan perlindungan dan pengembangan kualitas kehidupan anak-anak, yang menurutnya merupakan bagian dari masa depan daerah.
Gagasan sekolah ramah anak, kata walikota, selain merupakan upaya perlindungan terhadap anak, juga sangat efektif mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kota Kupang. Sebaba di dalamnya terkandung berbagai upaya untuk mengintegrasikan seluruh proses belajar mengajar di sekolah dengan nilai-nilai humanis yang seharusnya merupakan hak hidup seorang anak.
Pada tataran inilah, jelas walikota, diharapakan tumbuh pola yang seimbang untuk membentuk karakter yang positif bagi perkembangan anak-anak, baik dari dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Walikota juga menyampaikan bahwa kepada anak-anak dari keluarga yang kurang mampu diberi fasilitas pengobatan gratis oleh Pemerintah Kota Kupang melalui program pelayanan kesehatan dasar gratis. Selain itu, kata walikota, pemerintah memproteksi kesehatan masyarakat yang kurang mampu agar pembiayaan untuk kesehatan bisa dialihkan untk pembiayaan lain seperti kebutuhan sekolah anak, maupun untuk kebutuhan makanan bergizi untuk anak.
Kepada seluruh peserta workshop, walikota berpesan agar memahami dengan baik tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan workshop ini, terutama dalam rangka menyebarluaskan, memotivasi seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kegiatan ini.
Walikota berharap agar Pemerintah Keluruhan Liliba serta seluruh stakeholder dapat menjalin kerja sama dengan pihak CCF, dan mendukung sepenuhnya setiap proses atau tahapan kegiatan agar Kelurahan Liliba benar-benar dapat menjadi kelurahan ramah anak, sekaligus menjadi model pengembangan bagi kelurahan-kelurahan lainnnya di Kota Kupang. (humas infokom kota kupang)



Tidak ada komentar: