Spirit NTT, 13-19 April 2009, Laporan Edy Hayong
ATAMBUA, SPIRIT--Badan Keluarga Berencana Kabupaten Belu selama sepekan melatih 30 orang remaja menjadi konselor. Mereka berasal dari 40 sentra pengembangan remaja (SPR).
Para calon konselor ini merupakan hasil seleksi dari 55 remaja yang mendaftarkan diri untuk diberi pembekalan oleh fasilitator dari Kantor BKKBN Pusat dan PKBI Pusat. Materi pelatihan berupa pengetahuan seputar kesehatan reproduksi remaja, masalah HIV/AIDS, sexualitas dan napza.
Kepala Bidang (Kabid) KB Badan KB Belu, Ladislaus Moen, mengatakan hal ini saat pelatihan calon konselor, di Hotel Nusantara II-Atambua, Sabtu (4/4/2009).
Moen didampingi Kepala Seksi Pelayanan KB, Mihidin Siga, staf Direktorat Remaja BKKBN Pusat, dr. Ratnasari Widyastuti, staf PKBI Pusat, Bonita Merlina, S.Psi, menjelaskan, kegiatan pelatihan pendidikan sebaya ini merupakan program tetap Badan KB yang saat ini memasuki tahun kedua (sejak tahun 2008, Red). Kegiatan ini dengan kelompok sasaran pada remaja baik yang sedang belajar di bangku sekolah maupun remaja bebas yang selama ini sudah tergabung dalam SPR.
Hingga saat ini, kata Moen, sudah terbentuk 40 SPR yang tersebar dihampir sebagian besar kecamatan di Belu. Untuk tahun 2009, sebanyak 55 remaja telah didaftar mengikuti pelatihan sebaya namun setelah diseleksi hanya 30 orang yang memenuhi syarat menjadi calon konselor.
"Awalnya ada 50 remaja tapi setelah diseleksi tim fasilitator yang berhasil menjadi calon konselor 30 orang. Mereka sudah mendapatkan pelatihan selama sepekan dengan pengetahun seputar kesehatan reproduksi remaja, masalah HIV/AIDS, seksualitas, napza. Dari mereka ini diharapkan dapat menjadi narasumber dan konselor bagi teman sebayanya," jelasnya.
Moen mengatakan, 25 remaja yang tidak lolos menjadi calon konselor tetap diberi peran sebagai narasumber dalam memberikan pengetahuan mengenai persoalan remaja kepada rekan sebayanya.
"Biasanya teman curhat yang paling ideal adalah rekan sebaya. Dengan pelatihan ini diharapkan mereka (konselor) bisa membantu memecahkan persoalan yang dihadapi rekan remaja baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya," kata Moen.
Staf Direktorat Remaja BKKBN Pusat, dr. Ratnasari Widyastuti mengatakan, persoalan remaja saat ini menjadi titik perhatian pihaknya. Saat ini yang sering timbul persoalan remaja. Untuk itu, BKKBN bersama Badan KB di kabupaten/kota akan terus memprogramkan kegiatan yang bersentuhan dengan remaja.
Di Belu, pihaknya bersama PKBI Pusat tengah memberikan pelatihan kepada calon konselor remaja dan diharapkan konselor ini dapat menjadi guru bagi rekan sebayanya dalam memecahkan persoalan remaja. (*)
Remaja Belu Dilatih Soal Kesehatan Reproduksi
Label:
Belu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar