Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Peserta Harus Dibiasakan Jawab Soal Sesuai SKL

* Kiat Dinas PPO Belu Hadapi UN
Spirit NTT, 20-26 April 2009, Laporan Edy Hayong

ATAMBUA, SPIRIT--
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Belu menginstruksikan pimpinan lembaga pendidikan di daerah ini untuk mempertahankan peringkat kelulusan ujian nasional (UN) 2009 (peringkat 7 untuk SMA pada UN tahun 2008 se-NTT).

Kepala Dinas PPO Belu, Drs. Patrisius Asa, MM, Rabu (8/4/2009), mengatakan, upaya yang harus dilakukan saat ini adalah membiasakan peserta didik menjawab soal sesuai SKL dan kisi-kisi yang telah dikeluarkan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).



Asa menjelaskan, menghadapi UN tahun 2009, pihaknya sudah menyampaikan kepada seluruh pimpinan lembaga pendidikan untuk mempersiapkan peserta didik secara baik. Standar kelulusan yang makin meningkat dari tahun 2008 lalu, hendaknya memacu guru dan siswa untuk lebih serius. Untuk itu, berbagai kegiatan pendahuluan seperti try out, pelajaran tambahan diharapkan bisa menggenjot hasil UN saat ini sehingga bisa lebih baik dari tahun sebelumnya.

"Target kita untuk UN 2009 minimal bisa mempertahankan peringkat kelulusan seperti tahun 2008 sambil berjuang meraih yang lebih baik. Kita dari dulu selalu masuk 10 besar untuk tingkat NTT dalam hal kelulusan," kata Asa.

Tentang optimismenya, Asa mengatakan, selaku pimpinan dinas dia berkewajiban memberikan peringatan kepada jajaran di bawah soal kesiapan guru memberikan materi sesuai SKL dan kisi-kisi yang dikeluarkan Depdiknas. Juga peran orangtua dalam mengawasi anaknya menghadapi UN. Sebab, bagaimanapun kunci keberhasilan ada pada siswa itu sendiri.

"Guru sudah korbankan waktu memberikan ilmu kepada siswa, tapi siswanya tidak mau belajar juga jadi masalah. Begitu pula kesiapan orangtua mengawasi anaknya belajar. Makanya harapan saya supaya semua pihak yang bersentuhan langsung dengan suksesnya siswa harus sama-sama saling mendukung. Guru, orangtua dan siswa bersangkutan harus serius sehingga target yang ditetapkan bisa tercapai," kata Asa. (*)

Tidak ada komentar: