* Siswa, Guru, Pegawai, Bebas Alpa
* SMA Surya Adopsi Sekolah di Bogor
Spirit NTT, 6-12 April 2009, Laporan Ferdinandus Dole Hayong
ATAMBUA, SPIRIT--Manajemen Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Surya Atambua menemukan salah satu cara untuk meningkatkan mutu pendidikan. Cara itu, yakni mencanangkan program bebas alpa dan terlambat masuk sekolah. Hal ini berlaku baik kepada kepala sekolah, siswa, guru dan pegawai. Pola ini sebagai cara untuk meningkatkan mutu pendidikan di lembaga ini. Sistem ini telah diterapkan di sekolah-sekolah di Bogor sehingga diadopsi untuk diterapkan di SMAK Surya.
Kepala SMAK Surya Atambua, Romo Drs. Benyamin Bria Seran, Pr, MA, mengatakan hal ini di ruang kerjanya, Senin (30/3/2009).
Romo Benyamin menjelaskan, terkait peningkatan mutu pendidikan di NTT, lembaganya ditunjuk untuk mengikuti studi banding ke Jawa. Dari NTT, selain SMAK Surya-Atambua, juga beberapa sekolah lain dari Kabupaten Flores Timur, Alor, Rote-Ndao, diikutsertakan dengan sekolah lain dari Propinsi Nangro Aceh Darusalam, Papua dan Papua Barat. Semua yang ikut merupakan kepala sekolah, dan selama hampir sepekan melakukan studi banding di beberapa sekolah yang dinilai bermutu.
Program ini, katanya, sangat positif untuk mengatasi kesenjangan mutu pendidikan antara kawasan timur Indonesia dengan kawasan Indonesia Barat. Dalam evaluasi secara nasional, mutu pendidikan di NTT selama ini masih sangat tertinggal sehingga dengan studi banding ini diharapkan ada perbaikan mutu.
"Dalam studi banding sebenarnya ada tiga pilar yang harus diperhatikan, yakni sistem pembelajaran, manajemen dan dukungan masyarakat. Selama ini kita menilai sekolah kita di NTT sudah bermutu. Tapi setelah kita amati di Jawa ternyata kita masih sangat tertinggal. Kunci utama yang kami lihat bahwa manajemennya sangat bagus dimana guru, siswa, pegawai tidak pernah mengenal yang namanya alpa atau terlambat masuk sekolah," jelasnya.
Pola yang ada diterapkan di sekolah-sekolah di Bogor, katanya, akan diadopsi untuk diterapkan di SMAK Surya. Pengalaman selama ini mutu pendidikan melorot karena kurang disiplin terhadap waktu. "Angka alpa dan terlambat masih tinggi sehingga pola seperti ini harus dihilangkan. Khusus di SMAK Surya, mulai diuji coba pekan ini," ujarnya. (*)
Disiplin Kurang, Mutu Pendidikan Melorot
Label:
Belu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar