Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

60 Guru SD Ikut Diklat Susun UASBN


Spirit NTT, 13-19 April 2009

KUPANG, SPIRIT--
Sebanyak 60 orang guru Sekolah Dasar (SD) dari kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) penyusunan soal Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) di Asrama Haji-Kupang, Sabtu (28/3/2009) lalu. Diklat ini bertujuan menyamakan persepsi dalam mengembangkan, menyusun, me-review, merakit dan membuat butir soal UASBN.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Propinsi NTT, Ir. Tobias Uly, M.Si, dalam sambutanya yang dibacakan Kepala Bidang TK/SD, Drs. Haji Husen, mengatakan, hasil UASBN digunakan sebagai salah satu pertimbangan. Selain untuk pemetaan mutu satuan pendidikan, juga menentukan lulusnya siswa. UASBN diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dengan instasi terkait di lingkungan pemerintah, pemerintah propinsi, kabupaten/kota serta satuan pendidikan.



Menurutnya, banyak faktor yang mempengaruhi nilai ujian siswa rendah, mulai dari persiapan pihak pengambil kebijakan, sekolah, orangtua dan siswa sendiri sampai pada manajemen pendidikan, sarana-prasarana maupun penempatan guru yang belum merata.

Menurutnya, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan mutu, antara lain peningkatan mutu guru, mutu siswa, mutu manajemen pendidikan dan mutu sarana- prasarana, namun sampai saat ini belum membuahkan hasil yang optimal.
Salah satu pemateri, Drs. Don Kumanireng, mengatakan, selama ini pelaksanaan penyusunan soal ujian oleh guru-guru masih sebatas konsep.

Yang diuji, katanya, mengapa, di mana, siapa, dan kemasan pilihan ganda. Hal ini sangat tidak memacu siswa untuk bernalar dan berpikir bebas. Siswa, katanya, haya diuji pengetahuan tentang, bukan kemampuan atau kompetensi siswa mengenai pengetahuan tersebut. (*)

Tidak ada komentar: