Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Status APMS Paga Agar Jadi SPBU

* Supaya Harga BBM Sesuai Standar
Spirit NTT, 9-15 Maret 2009, Laporan Novemy Leo

PAGA, SPIRIT--
Masyarakat di Kecamatan Paga, Mego dan Tanawawo di Kabupaten Sikka, serta masyarakat di Kecamatan Watuneso dan Wolowaru di Kabupaten Ende berharap Pemerintah Sikka meningkatkan status Agen Penyalur Minyak Solar (APMS) di Paga menjadi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Permintaan ini penting diakomodir agar harga penjualan BBM bisa sesuai standar dengan harga jual bensin/solar Rp 4.500/liter. Pasalnya, dengan status APMS harga BBM masih di atas harga standar yakni Rp 6.500/liter.



Harapan masyarakat ini disampaikan kepada SPIRIT NTT di Maumere melalui wakilnya, Antonius dan Bernadus, asal Paga dan Mego, pekan lalu.
Mereka mengaku masyarakat sangat bersyukur karena Pemkab Sikka telah mendorong pengusaha membuka APMS di Paga untuk mendekatkan pelayanan BBM kepada masyarakat di tiga kecamatan di Sikka yakni Paga, Tanawawo dan Mego.
Bahkan kehadiran AMPS Paga ikut melayani kebutuhan BBM masyarakat di Ende, khususnya di Kecamatan Watuneso dan Wolowaru. Selain itu, melayani kebutuhan BBM untuk bus (angkutan) umum, travel dari luar Maumere seperti dari Larantuka, Ende, Bajawa, Manggarai hingga Labuan Bajo (trans Flores) yang melintas APMS Paga.
Namun yang menjadi persoalan, kata Antonius, harga BBM di APMS Paga untuk bensin dan solar masih mahal yakni Rp 6.500/ liter. "Harga ini masih cukup berat bagi kami. Karena itu kami harap Pemkab Sikka dan DPRD setempat segera meningkatkan status APMS Paga menjadi SPBU sehingga harga jual BBM bisa mengikuti harga standar yang ada saat ini. Hal ini sangat membantu masyarakat tiga kecamatan di Sikka dan warga dua kecamatan di Ende," kata Antonius.
Anggota DPRD Sikka, Siflan Angi dimintai komentarnya, soal harapan masyarakat ini, Minggu (8/3/2009), mengatakan, dalam kunjungannya di tiga kecamatan di Paga, Tanawawo dan Mego warga minta dibangun sebuah SPBU di wilayah itu.
Hal ini sudah dijawab pemerintah dan DPRD Sikka dengan menghadirkan APMS Paga. "Kalau sekarang masyarakat minta status APMS ditingkatkan menjadi SPBU, dan itu merupakan kebutuhan masyarakat maka DPRD Sikka dan pemerintah akan memperjuangkannya.
Direktris APMS Paga, Mariana Tunggal yang dikonfirmasi di tokonya, Sabtu (7/3/2009), membenarkan adanya permintaan masyarakat agar harga BBM di AMPS bisa sama dengan harga di SPBU. "Kami tidak bisa menurunkan harga BBM di APMS Paga karena statusnya masih agen. Jika statusnya sudah ditingkatkan menjadi SPBU maka harga BBM menjadi standar. Kami harap aspirasi masyarakat ini bisa dijawab pemerintah dan DPRD Sikka," harap Mariana.
Dengan peningkatan status APMS menjadi SPBU, kata Mariana, pihaknya akan menambah mesin (nosel) pengisian BBM di tempat usahanya itu. "Dengan harga standar maka tentu pelanggan akan bertambah dan hal ini bisa membantu kebutuhan BBM masyarakat," kata Mariana. (*)

Tidak ada komentar: