Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Pemkot Miliki Master Plan Bangun Pasar Oeba

* Pedagang Dilarang Bangun di Lokasi Pasar yang Terbakar
Spirit NTT, 9-15 Maret 2009, Laporan Rosalina Langa Woso


KUPANG, SPIRIT --
Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, dalam acara serahterima jabatan Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pasar, menegaskan bahwa lokasi kebakaran Pasar Oeba tidak boleh dibangun petak kios permanen karena pemkot telah memiliki master plan untuk pembangunan Pasar Oeba.

Menurut Adoe, Pasar Oeba akan dibuat sebagai pasar modern yang menampung semua aktivitas perdagangan, bukan hanya para penjual lapak, petak kios tetapi juga usaha lainnya seperti salon dan usaha bisnis lainnya. Pasar Oeba akan dibangun dua lantai.


Pada kegiatan yang berlangsung di kantor walikota itu, Adoe meminta stafnya untuk terus mengontrol di lapangan. "Kalian harus kontrol di lapangan, jangan ada pedagang yang bangun petak kios permanen. Jangan buat masalah baru, saat pemkot mau bangun pasar, bangunan permanen milik pedagang harus digusur. Siapa yang mau tanggung?" kata Adoe.
Namun fakta di lapangan menunjukkan, meski ada larangan dari Pemkot, para pedagang di Pasar Oeba telah membangun tempat jualan baru di lokasi Pasar Oeba yang terbakar. Mereka tak menghiraukan larangan pemerintah kota. Ada empat kios yang baru dibangun di lokasi tersebut. Keempatnya adalah bangunan permanen. Rata-rata bangunannya hampir rampung. Ada yang sudah ditempati pemiliknya.
Di lokasi itu ada juga bangunan yang sudah difungsikan pemiliknya, berjualan aneka jenis makanan seperti daging ayam, soto dan bakso. Pemandangan lainnya, di sekitar lokasi bangunan permanen, para pedagang menjual dagangannya.
Pada 12 Januari 2009 lalu, Pasar Oeba terbakar. Kebakaran itu menghanguskan 17 petak kios dan 41 lapak. Kerugian ditaksir senilai Rp 1 miliar lebih.

Jalan Rusak Parah
Jalan masuk ke Pasar Oeba sekitar 500 meter mengalami rusak parah. Kondisi jalan bopeng di mana-mana. Lubang dengan genangan air membuat ruas jalan tersebut becek. Ruas jalan itu juga dipenuhi sampah yang berserakan.
Penjabat Pembuatan Komitmen (PPK) pada Kasubdin Bina Marga Dinas Kimpraswil Kota Kupang, Daud Adoe, saat dihubungi, Senin (9/3/2008), mengatakan, pemkot telah mengalokasikan dana senilai Rp 4 miliar dalam tahun anggaran 2009 untuk pengerjaan jalan hotmix di tiga lokasi yaitu pada ruas jalan depan kantor PDAM Kota Kupang menuju Jalan Anggrek sepanjang 1 km, ruas jalan ke Pasar Oeba sepanjang 1 km serta ruas jalan menuju Kali Dendeng sepanjang 1 km.
Kondisi jalan menuju Pasar Oeba ini, kata Daud, sangat memrihatinkan karena sudah rusak total dan air hujan tergenang di mana-mana. "Kimpraswil akan prioritaskan jalan masuk Pasar Oeba yang sudah sangat rusak. Apalagi jalan masuk itu menjadi kebutuhan para pedagang dan pembeli di Kota Kupang. Jadi harus dihotmix agar tidak cepat rusak seperti sekarang ini," kata Daud. (*)


Tidak ada komentar: