Spirit NTT, 2-8 Maret 2009
WAIBAKUL, SPIRIT--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Tengah (Sumteng) mengalokasikan anggaran untuk mendukung niat PT Telkom membangun kantornya di Waibakul, Ibu Kota Kabupaten Sumba Tengah. Pemkab menyadari telepon merupakan sarana komunikasi publik paling vital demi memperlancar proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di wilayah itu. Selama ini mereka hanya menggantukan harapan pada Telkomsel yang signalnya terkadang eror.
Bupati Sumteng, Drs. Umbu Sappi Pateduk, mengatakan itu saat ditemui di Waibakul, bulan lalu. Dia mengatakan, pemerintah segera koordinasi dengan PT Telkom Cabang Kupang menindaklanjuti surat permohonan Penjabat Bupati Sumba Tengah, Drs. Umbu Saga Anakaka, beberapa waktu lalu.
Menurut Pateduk, hampir sebulan terakhir ini dirinya sangat merasakan sedikit kesulitan melakukan komunikasi, baik intern pemerintahan maupun keluar, karena belum tersedianya sarana telepon, fax, internet dan sebagainya. Selama ini hanya mengandalkan telkomsel, tapi sering macet karena signal kurang bagus. Untuk telepon, fax dan internet terpaksa ke Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat. Kurangnya dukungan sarana komunikasi menyebabkan dirinya mengalami kendala membangun komunikasi, terutama dengan pihak luar.
Untuk itu tahun anggaran 2009 ini, dianggarkan dana untuk mendukung pembangunan sarana komunikasi publik di wilayah ini, seperti telkom, PT Pos Indonesia, Perbankan dan sebagainya. Khusus PT Pos Indonesia dan Kantor Bank Pembangunan Daerah (BPD), sudah beroperasi. Kantor BPD menggunakan salah satu ruangan di Kantor Bupati sedang PT Pos Indonesia membangun kantor sendiri.
Umbu Bintang mengatakan, selama dua tahun pertama kepemimpinannya, dia memrioritaskan pembangunan sarana dan prasarana pendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, terutama perkantoran, fasilitas publik seperti PT Telkom, Kantor Pos Indonesia, Perbankan, PT PLN dan jalan menuju pedesaan. Hal itu harus dilakukan demi memperlancar proses pembangunan di kabupaten baru itu.
Dia bertekad menyiapkan berapa saja dana yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan fasilitas umum di Sumteng. Pasalnya, Sumteng merupakan kabupaten baru dengan sangat minim ketersediaan sarana dan prasarana publiknya. Umbu Bintang meminta, seluruh jajarannya bekerja ekstra keras demi membangun Sumteng ke arah lebih baik. Para kepala dinas, badan, kantor, bagian dan sebagainya diminta jangan menganggap jabatan sesuatu yang luar biasa.Tapi, jadikan jabatan untuk mengabdi Sumteng agar dibawa ke arah lebih maju.
Dia menegaskan, kontrak politiknya dengan masyarakat Sumteng selama dua tahun pertama memimpin harus ada perubahan, jika gagal maka dia rela mengundurkan diri.(gem)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar