Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Petani Sumba Tengah Mulai Menanam

Spirit NTT, 2-8 Maret 2009

HUJAN yang mengguyur wilayah Sumba Tengah (Sumteng) selama Januari mendorong petani di daerah itu mulai menanam. Daerah sentra produksi seperti Anakalang, Umbu Ratu Nggai dan sebagai wilayah Mamboro mulai menanam. 

Bupati Sumba Tengah (Sumteng), Drs. Umbu Sappi Pateduk, alias Umbu Bintang, yang ditemui bulan lalu mengatakan, curah hujan di beberapa wilayah yang menjadi sentra produksi sepekan terakhir mulai tinggi, terutama di wilayah Anakalang dan Umbu Ratu Nggay. Daerah-daerah ini, katanya, petani sudah mulai menanam walaupun terlambat.

Dia mengatakan, tahun ini pemerintah memberikan bantuan bibit dana hand tractor (traktor tangan) untuk menggairahkan semangat petani menanam. Untuk hand tractor, diberikan kepada kelompok tani dan menjadi milik bersama. 

"Saya ingatkan agar ketua kelompok atau kepala desa menyalahgunakan hand tractor itu, seperti masa-masa lalu. Saya sudah perintahkan dinas pertanian untuk terus mengontrol sehingga hand tractor itu betul-betul dimanfaatkan untuk peningkatan produksi. Saya tidak mau lihat petani di daerah ini malas-malasan," kata Umbu Bintang. 

Beberapa petani yang ditemui di areal sawah jalan jurusan kantor bupati yang sedang dibangun, menuturkan, mereka baru mulai menanam karena hujan di daerah itu belum maksimal. Curah hujan baru terasa pada minggu terakhir Januari. Mereka tak berani menanam karena debit air saat itu masih kecil. Sekarang, kata mereka debit air sudah cukup dan diperkirakan bisa bertahan sampai tiga bulan ke depan. 

Kepada SPIRIT NTT, mereka menuturkan bibit padi yang digunakan adalah bibit lokal. Mereka yakin bibit lokal sudah teruji kualitas dan produktivitasnya. Dari segi keyakinan, bibit lokal merupakan warisan leluhur yang tidak boleh dihilangkan. Pengalaman selama ini, ketika mereka mengganti bibit lokal dengan bibit lain yang diberikan pemerintah, hasilnya tidak terlalu bagus, bahkan gagal panen. "Mungkin nenek moyang kita tidak mau warisan mereka dihilangkan," tutur Umbu Praing. (gem) 

Tidak ada komentar: