Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

RS Betun Dapat Atensi Besar dari Masyarakat

Spirit NTT, 2-8 Maret 2009

BETUN, SPIRIT--Meski belum lama, kehadiran RS Penyangga Betun selama ini mendapat atensi yang cukup besar dari masyarakat. Hampir setiap hari 30 pasien rawat inap di rumah sakit ini, dan sekitar 50 pasien per hari menjalani rawat jalan. Dari daftar kunjungan, pasien muntaber paling banyak berobat ke rumah sakit.
Kepala RS Penyangga Perbatasan Betun, dr. Filomeno Borromeo, mengatakan hal ini kepada SPIRIT NTT di Atambua, Rabu (25/2/2009). Filomeno berada di Atambua dalam rangka rapat dengar pendapat dengan Komisi C DPRD Belu terkait pembahasan RAPBD 2009.

"Pasien di RS Penyangga Betun cukup banyak terutama saat ini kasus muntaber. Dalam satu hari sekitar tujuh pasien sampai delapan pasien datang berobat. Pasien tiba langsung petugas medis ambil langkah pertolongan pertama dengan memberikan cairan infus. Biasanya rawat inap hanya bertahan sehari lalu bisa pulang," katanya.

Tentang penyebab tingginya pasien muntaber yang berobat, Filomeno menjelaskan, karena masyarakat masa bodoh dengan kesehatan diri dan lingkungan. Pasien yang dirawat umumnya mengaku suka dengan kebiasaan makan udang lawar yang tingkat kebersihannya kurang diperhatikan. Selain itu, warga mengkonsumsi air sumur yang tercemar tanpa dimasak.

"Mereka suka makan udang lawar. Bayangkan, udang kecil-kecil saat musim hujan ada begitu banyak dan masyarakat ramai-ramai tangkap. Setelah ditangkap kebanyakan tidak dicuci bersih tapi langsung dilawar. Ini rawan sakit perut. Belum lagi ada yang minum air sumur yang tercemar banjir tanpa dimasak lebih dulu. Kita selalu himbau kepada orangtua agar selalu memperhatikan kesehatan makanan kalau diberikan kepada anak-anaknya," tuturnya.

Soal tenaga dokter ahli, dia mengaku belum punya dokter ahli tetap. Selama ini dokter ahli didatangkan dari RSU Kupang dan RSU Atambua untuk melakukan kegiatan periodik. Meski begitu, pihaknya berharap kedepan rumah sakit ini bisa ditingkatkan dari RS tipe D ke tipe yang lebih tinggi. Dengan demikian ada kemungkinan dapat ditempatkan dokter ahli sehingga warga bisa terbantu. (yon)

Tidak ada komentar: