Sprit NTT, 16-22 Maret 2009
ATAMBUA, SPIRIT--Komposisi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Belu tahun anggaran 2009 memberi porsi yang besar terhadap belanja aparatur daripada belanja publik. Hal ini terjadi karena terjadi kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) sebesar 15 persen, sementara dana alokasi umum (DAU) tidak mengalami kenaikan.
Hal ini diungkapkan Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, pada acara pembukaan Sidang I tahun anggaran 2009 DPRD Belu di Aula Gedung DPRD Belu, Selasa (24/2/2009). Sidang ini juga dihadiri Wakil Bupati Belu, Taolin Ludovikus, B.A, Ketua DPRD Belu, Gabriel Dermawan, Wakil Ketua DPRD Belu, HK Silvester, Dandim 1605 Belu, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Belu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Belu, para anggota DPRD Belu, para kepala dinas, kepala badan, kepala bagian dan para kepala kantor.
Kendati belanja aparatur lebih besar, Bupati Lopez mengatakan, pemerintah daerah setempat telah berupaya mendapat dana bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp 28 miliar. Dana ini, katanya, langsung diberikan kepada masyarakat. "Dana ini bersumber dari pos-pos PNPM, P2DTK dan P2KP. Selain itu, pemerintah juga telah bekerja sama dengan H Odemi untuk menyediakan pekerjaan bagi anak-anak remaja," tutur Bupati Lopez.
Pembahasan RAPBD Belu tahun anggaran 2009 baru dibahas mulai hari Selasa (24/2/2009) yang seharusnya dibahas pada akhir tahun 2008 lalu. Hal ini terjadi karena warga Belu mengikuti pemilihan bupati dan wakil bupati.
Perihal pemilihan bupati dan wakil bupati, Bupati Lopez menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu atas keterlibatannya dalam menggunakan hak pilihnya secara baik dan aktif. "Terima kasih karena saya dan Pak Taolin dipercayakan memimpin Belu periode 2009-2014," kata Lopez. (humas pemkab belu)
RAPBD Belu, Belanja Aparatur Lebih Besar
Label:
Belu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar