Pengusaha Swiss Investasi di Kupang
* Bangun Pabrik Jathropa
Spirit NTT, 9-15 Maret 2009, Laporan Dinfokom Kota Kupang
KUPANG, SPIRIT--Roland Jansen, seorang pengusaha asal Swiss, presiden dari Perusahaan Mother Earth yang berpusat di Amerika dengan cabangnya di Indonesia bernama PT Buana Ibunda, akan melakukan investasi di Kota Kupang dengan membangun pabrik minyak jathropa, dan pengembangan potensi pariwisata di Kota Kupang.
Hal tersebut terungkap dalam audiens antara Walikota Kupang Drs. Daniel Adoe dengan Ronald Jansen, pekan lalu. Saat itu Jansen didampingi oleh Mr. Shah selaku pimpinan PT Buana Ibunda Indonesia dan Direktur Operasional PT Buana Ibunda Cabang Kupang, Lois Lily.
Dalam pertemuan tersebut, melalui Mr. Shah, mereka menyampaikan kepada walikota rencana mereka untuk pengembangan minyak jathropa di NTT, dan khusus di Kota Kupang akan dibangun pabrik pengelolaannya, yang akan mengelola hasil produksi jarak dari kabupaten yang ada di NTT.
Menurut Mr. Shah, kegiatan mereka di NTT telah dimulai sejak tahun lalu berupa pengembangan tanaman jarak di daerah Camplong, Kabupaten Kupang dan di SoE, Kabupaten TTS, dengan lahan pengembangan seluas 200 ribu hektar.
Untuk tahun ini, kata Mr. Shah, akan dikembangkan lagi seluas 50-100 ribu hektar di wilayah Kabupaten Kupang. Untuk pengolahan minyak jarak itu nantinya, menurut Mr. Shah, akan dilakukan di Kota Kupang, karena rencananya pabrik pengolahannya akan dibangun di Kota Kupang.
Ia menambahkan bahwa selain memroduksi jathropa oil untuk bio solar atau bahan bakar kendaraan, juga akan diproduksi juga bahan bakar pesawat atau jet foil, dan menurutnya kegiatan ini natinya akan menyerap cukup banyak tenaga kerja.
Walikota Kupang Drs. Daniel Adoe, pada kesempatan tersebut menyambut baik dan menyatakan kesiapannya dalam hal penyediaan lahan untuk pembangunan pabrik.
"Pemkot akan menyiapkan tanah 25 hektar di Kecamatan Alak, dan kerja sama ini akan melibatkan Perusahaan Daerah," kata Walikota. Menurut Walikota, Pemkot memberikan kepastian dalam menyiapakan lahan, karena investor sering hengkang atau tidak betah karena persoalan lahan untuk pengembangan investasi mereka.
Selain itu, menurut Walikota, dengan kehadiran pabrik ini natinya akan dapat mengurangi angka pengangguran di Kota Kupang.
Pada kesempatan itu pula berhasil dijajaki kemungkinan kerja sama dalam hal pengembangan pariwisata di Kota Kupang, dimana mereka (investor) akan melihat kemungkinan pengembangan pariwisata di Pantai Lasiana.
"Setelah pertemuan itu mereka akan segera melakukan kunjungan ke Pantai Lasiana untuk melihat kemungkinan pengembangannya ke depan," pungkas Walikota.
Untuk diketahui, Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, pada setiap kesempatan pertemuan dengan investor atau pengusaha dari luar selalu menegaskan bahwa ia tidak akan menerima bantuan dalam bentuk uang, tetapi bantuan dalam bentuk fisik, yang orientasinya adalah untuk peningkatan peningkatan taraf hidup maupun mutu sumber daya manusia. Hal ini, kata Walikota, sudah menjadi sikap dan komitmennya sebagai walikota. Selain itu, menurutnya, hal ini dilakukannya untuk menghindari terjadinya penyelewengan. (*)
Pengusaha Swiss Investasi di Kupang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar