Spirit NTT, 2-8 Maret 2009
ATAMBUA, SPIRIT-- Hujan yang terus-menerus mengguyur wilayah Kabupeten Belu dan Timor Tengah Utara (TTU) sepekan terakhir menyebabkan Kali Benenain meluap. Luapan kali ini merusaki ribuan lahan pertanian dan menggenangi empat desa di Kecamatan Malaka Tengah, yakni Lawalu, Fahiluka, Railor dan Naimana.
Wakil Bupati Belu, Lodovikus Taolin, B.A, yang baru dilantik hari Kamis (19/2/2009), langsung melakukan peninjauan lapangan untuk melihat dari dekat kondisi masyarakat di empat desa tersebut. Wakil bupati meminta agar masyarakat keempat desa agar selalu waspada terjadap bahaya banjir karena kondisi curah hujan di Pulau Timor masih terus berlangsung hingga Maret 2009.
Pada kesempatan itu Wabup Taolin memerintahkan instansi pemerintah, terutama dinas kesehatan, dinas PU dan perumahan, dinas sosial dan Nakertrans kabupaten untuk segera mendata dan merespon kebutuhan-kebutuhan masyarakat di empat desa akibat bencana alam itu.
Kepada dinas kesehatan, Wabup Taolin meminta agar melakukan kaporisasi terhadap semua sumur warga dan kegiatan kesehatan lainnya. Dinas sosial dan Nakertrans untuk mendata dan membantu masyarakat dengan program bantuan rawan pangan dan dinas pertanian dan perkebunan segera mendata dan memberikan bantuan bibit kepada masyarakat.
Dalam sesi dialog dengan warga di Desa Lawalu, Wabup Taolin menyampaikan permintaan maaf atas nama Pemkab karena kejadian banjir sebelumnya, terhitung mulai Desember 2008, pemerintah belum mengunjungi lokasi bencana karena belum dilantik menjadi bupati dan wakil bupati.
Wabup Taolin juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak semua masyarakat menghadiri pelantikan bupati dan wakil bupati karena tidak mendapat undangan. Menurutnya, Wabup, seharusnya semua masyarakat hadir karena hal tersebut adalah pestanya masyarakat Kabupaten Belu. Untuk masalah penanganan banjir di Malaka Tengah akibat luapan kali Benenain, pemkab dalam waktu dekat melakukan penggusuran untuk meluruskan alur kali dan membuat tanggul seperti di Kecamatan Malaka Barat.
Kades Lawalu, Petrus Nahak dalam dialog itu menyampaikan kepada wakil bupati bahwa ia sudah mendata dan melaporkan ke dinas sosial dan Nakertrans. Sementara untuk point penggusuran DAS Kali Benenain, ia telah mnelakukan pertemuan bersama para Nai Fukun dan tokoh masyarakat Desa Oan Mane, Kecamatan Malaka Barat pada tanggal 13 Februari 2009 untuk melakukan penggusuran di lokasi Modon Bot dan sudah ada kata sepakat. Kini kata dia, alat berat sudah berada di lokasi.
Nimbrot Kase, salah seorang warga dalam dialog itu mengatakan ia sudah menerima bantuan bibit pertanian dalam program bencana banjir namun belun cukup karena yang dibagi cuma dua setengah kilogram perorang.
Hal senada juga disampaiukan warga lain, Ir. Hendrik Leki. Dirinya meminta agar pemerintah memberikan bantuan maksimal mungkin karena banyak lahan pertanian di empat desa hampir semua akibat banjir. Bantuan itu perlu dilakukan pemkab berupa bantuan rumah panggung dan perbaikan insfrastruktur jalan yang rusak akibat banjir.
Menjawab usulan masyarakat Wabup Taolin mengatakan, akan selalu merespons semua usulan masyarakat. Terkait perbaikan infrastruktur, setelah musim hujan selesai, makan dilakukan perbaikan, sementara bantuan rumah panggung saat ini program rumah panggung sudah diusulkan ke departemen sosial. Diharapkan tahun ini bisa direalisasi apabila sudah dijawab oleh Departemen Sosial di Jakarta. (humas setkab belu)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar