Spirit NTT, 2-8 Maret 2009
LEWOEBA-- Wakil Bupati (Wabup) Lembata, Drs. Andreas Nula Liliweri, memenuhi undangan Plan Internasional Unit Lembata belum lama ini untuk mengukuhkan Dikesare menjadi Desa Tuntas Sanitasi.
Pengukuhan berlangsung di Desa Dikesare, tepatnya di sekitar gapura gerbang masuk Desa Dikesare dari arah Kota Lewoleba. Pengukuhan ditandai pembukaan tirai prasasti berukuran tinggi satu meter dan lebar 75 cm bertuliskan, "Anda memasuki desa total Sanitasi Dikesare. Di sini kami tidak mau lagi buang air besar sembarangan, kami mau hidup bersih dan sehat."
Pengukuhan Desa Dikesare sebagai desa tuntas sanitasi ini karena Desa Dikesare saat ini telah memiliki sarana sanitasi lengkap, yakni tujuh unit masing -masing untuk tujuh sarana umum, dan 113 unit untuk masing-masing kepala keluarga. Selain itu, tersedianya sarana air minum bersih dan kesadaran masyarakat desa untuk memanfaatkan sanitasi yang ada secara baik, dan menjaga kebersihan lingkungan hidup yang dibina Plan Indonesia Unit Lembata.
Usai acara pengukuhan, Wakil Bupati dan rombongan mengikuti rangkaian acara seremoni sejuk dingin bak penampung utama yang terletak sekitar 75 meter dari Desa Dikesare yang dibangun dari proyek APBD 2008 dan dua bak penampung ukuran sedang yang dibangun Plan Unit Lembata.
Pada kesempatan itu juga, Wakil Bupati Lembata, Andreas Nula Liliweri, didampingi Pimpinan Plan Area NTT dan Pimpinan Plan Unit Lembata, meresmikan jaringan sarana air minum bersih yang ditandai dengan pemutaran salah satu kran air yang terletak di halaman belakang balai pertemuan Desa Dikesare.
Pimpinan Plan Unit Lembata, Sabarudin, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan implementasi dari program Sanitasi Desa Berbasis Masyarakat. Berbasis masyarakat karena, "Kami memulai dari apa yang dimiliki masyarakat. Di Desa Dikesare ini potensinya besar. Ada mata airnya, kita tinggal mengolah potensi ini untuk dimanfaatkan. Saat kami memulai sudah ada 19 KK yang sudah memiliki sanitasi, sedangkan yang lain belum ada. Yang menggembirakan adalah pemerintah desa ikut mengalokasikan dana ADD dalam mendukung tercapainya target kegiatan kami ini."
Dikesare merupakan desa pertama yang mencapai target 100 persen tuntas sanitasi dari 8 desa binaan Plan di Kabupaten Lembata, sedangkan tujuh desa lainnya saat ini mencapai 80-90 persen. Dijelaskannya, plan menitikberatkan kegiatan pada pembangunan sanitasi karena keadaan dan pola hidup masyarakat saat ini cukup memrihatinkan dengan kepemilikan sanitasi yang sangat terbatas sehingga berpeluang terjadinya wabah diare dan disentri.
Pada tempat yang sama, Wakil Bupati dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Plan Internasional Unit Lembata yang selama ini sudah berbuat banyak untuk masyarakat khususnya anak-anak di Kabupaten Lembata.
Liliweri juga mengakui bahwa peristiwa tuntas sanitasi memberikan perubahan pola hidup yang besar bagi masyarakat di Desa Dikesare. Di samping itu, juga membudayakan pola hidup sehat bagi anak-anak sekolah. Dicontohkannya bahwa dengan adanya sarana air bersih dapat diajarkan kepada anak-anak untuk selalu menjaga kebersihan.
Kepada masyarakat Desa Dikesare, Liliweri mengharapkan agar dibentuk panitia untuk menjaga keberlangsungan jaringan air minum agar tetap ada dan bila ada kerusakan agar diperbaiki.
Ikut hadir dalam acara ini, Asisten Ekomomi, Pembangunan dan Kesra Setda Kabupaten Lembata, Drs. Bernadus Boli Hipir; Camat Lebatukan, Andreas Wahon, B.A; Sekretaris Kadis Kesehatan, Mansyur Masan Purab, dan undangan lainnya. (marsel/pino)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar