Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Komodo, Jangan Seperti Borobudur...

Spirit NTT, 9-15 Maret 2009

KURANGNYA
dukungan terhadap Candi Borobudur sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia berakibat peninggalan kerajaan Mataram kuno tidak lagi menjadi bagian dari tujuh keajaiban. Berlajar dari pengalaman, Departeman Kebudayaan dan Pariwisata mengkampanyekan "Vote Taman Nasional Komodo For New 7 Wonder".
Kampanye tersebut dilakukan mengingat popularitas TN Komodo dalam situs New7Wonder, situs Independen yang menyeleksi tempat-tempat untuk menjadi kelompok Tujuh Keajaiban Dunia, menempati peringkat 12 untuk kategori Hutan, Taman Nasional dan Reservasi Alam.


Direktorat Jenderal Pemasaran Depbudpar, Sapta Nirwandar mengatakan kampanye dilakukan untuk meningkatkan peringkat komodo sehingga berpeluang menjadi salah satu tujuh keajaiban dunia.
"Kita belajar dari kasus Borobudur,yang tidak lagi terpilih karena kita ga pernah voting," ujarnya saat konferensi pers yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona, Depbudpar, Jakarta, Senin (2/3/2009). Kampanye ini, dinilai Sapta sangat penting karena peta persaingan sungguh berat. Setidaknya, TN Komodo harus bersaing dengan Amazon (Brazil), Puerta Princesa (Philiphina), Dinosaur Provincial Park (Kanada) dan taman nasional yang tersebar di Afrika seperti Eua National Park (Tonga) dan Okavango (Afrika).
Pelaksanaan Kampanye akan melibatkan komponis senior, Dwiki Darmawan melalui, World Peace Ochestra (WPO). Direncanakan, WPO akan menggelar konser perdamaian dan multikultur melalui musik yang difasilitasi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Konser yang berlangsung di 21 Mei 2009 itu akan mensosialisikan pengguna internet Indonesia untuk berpartisipasi mengisi form voting yang berada di situs www.new7wonder.com.
"Dwiki dipilih, karena selama ini dia bersama Depbudpar telah bekerjasama untuk mempromosikan Indonesia ke seluruh dunia, baik bersama Grup Karakatau maupun dengan seniman Indonesia lain dan musisi Internasional," ujar Sapto.
Setidaknya, Depbudpar melalui kampanye harus meraih suara terbanyak hingga 7 Juli nanti, dimana dari 100 nominasi akan dipangkas menjadi 77. Untuk masuk, TN Komodo setidaknya harus berposisi 11. Dengan begitu, TN Komodo bisa memasuki seleksi pada 21 Desember dimana nominasi akan dipangkas hingga 21 nominasi, Itu TN Komodo harus berada diperingkat 3.
Terkait peluang, Sapto mengaku optimis mengingat, perkembangan wisatawan luar negeri yang datang ke Pulau Komodo terus meningkat mencapai 40 ribu orang dibanding wisatawan domestik dibawah 3 ribu orang. "Kondisi TN Komodo jauh semakin membaik, dan Pulau Komodo telah menjadi salah satu destinasi penting pariwisata," tukas Sapto semangat.
Mengenai prosedur penilaian pemilihan, satu orang dinilai satu suara dengan mengisi form yang terdapat pada situs www.new7wonders.com atau juga bisa mengisi form di www.Kompas.com dan www.Indonesiatravel.com. Penilaian tidak tergantung pada lembaga PBB seperti Organisasi PBB untuk kebudayaan, UNESCO tapi lebih kepada suara terkumpul. Semakin populer nominasi maka berpotensi menang lebih besar. (cr2/itz/republika)



Tidak ada komentar: