Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

DPRD NTT Kecam Caleg DPR dan DPD Asal NTT

* Tak Perjuangkan Mengubah Jadwal Pileg
Spirit NTT, 9-25 Maret 2009

KUPANG, SPIRIT--
Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) mengecam calon anggota DPR dan DPD RI asal NTT, karena tidak ikut memperjuangkan aspirasi mengubah jadwal Pemilu Legislatif (Pileg) untuk tidak pada tanggal 9 April, karena bersamaan dengan perayaan Kamis Putih sebagai bagian dari perayaan Paskah.

Adrianus Ndu Ufi, dari Fraksi Gabungan, ketika menerima para demonstran yang menuntut Komisi Pemilihan Umum (KPU) meninjau ulang jadwal Pileg khusus untuk wilayah NTT, di Kupang, Kamis lalu, mengatakan, para calon anggota DPR dan DPR RI asal daerah pemilihan NTT harus ikut bertanggungjawab memperjuangan perubahan jadwal.



"Nyatanya, mereka bergerilya dari desa, kecamatan dan kabupaten meminta dukungan rakyat untuk memilih mereka kembali, tetapi tidak ikut memperjuangkan jadwal baru pemilu agar umat Kristen bisa melaksanakan ibadah, juga bisa menyalurkan aspirasi politiknya," kata Ndu Ufi. "Kita tuntut pertanggungjawaban 13 anggota DPR dan DPD dari daerah pemilihan NTT, karena ini aspirasi sebagian rakyat NTT," tambahnya.

Menurutnya, kebijaksanaan membangun tempat pemungutan suara (TPS) di dekat rumah ibadah adalah cara yang tidak etis. Lebih dari 100 orang yang menamakan diri "Forum Cinta Toleransi Indonesia" (FCTI), mendatangi DPRD NTT, menuntut kalangan anggota DPRD lebih "nyaring" memperjuangkan perubahan jadwal Pileg yang jatuh pada hari Kamis tanggal 9 April.

Kedatangan para demonstran itu, sebagai reaksi atas pernyataan Ketua KPU, Prof. DR HA Hafiz Anshary, AZ, MA, di Jakarta yang menyebutkan, jadwal Pileg tetap berlangsung serentak pada tanggal 9 April di seluruh Indonesia.

Padahal, sebelumnya, Anshary, telah menerima utusan dari NTT yang terdiri atas wakil pemerintah propinsi dan tokoh agama, yang meminta jadwal Pileg khusus untuk NTT dimajukan atau diundur, karena pada 9 April, umat Kristen di daerah itu tengah mengikuti perayaan Kamis Putih sebagai bagian dari Pekan Suci menuju hari raya Paskah.

Para demonstran itu diterima oleh tiga orang anggota DPRD NTT, yakni, Cendana Abubakar (Fraksi PDIP), Adrianus Ndu Ufi (Fraksi Gabungan) dan Martinus Billi (Fraksi P-Golkar).

Selain Ndu Ufi, Cendana Abubakar dan Martinus pun mendukung gerakan yang meminta jadwal Pileg khusus untuk NTT ditinjau lagi, agar tidak ada yang dikorbankan. Artinya, rakyat bisa merayakan hari keagamaan, tetapi juga bisa menyalurkan aspirasi politiknya dengan memberikan suara di TPS-TPS. (nttonlinenews.com/ant)



Tidak ada komentar: