Spirit NTT, 16-22 Maret 2009, Laporan Egenius Moa
LEWOLEBA, SPIRIT---Pembekalan rohani kepada para calon anggota legislatif (caleg) yang mengikuti pemilu 9 April 2009, di RS Damian, Kamis (5/3/2009), kurang diminati para caleg. Meski panitia penyelenggara, Departemen Agama (Depag) Lembata mengundang 471 melalui 36 partai politik, namun caleg hadir mengikuti pembelakan hanya 49 orang.
Pembukaan kegiatan dijadwal pukul 08.30 wita, molor sampai satu jam 15 menit menunggu kehadiran caleg. Acara baru bisa dilaksanakan pukul 09.45 wita, setelah kehadiran caleg mencapai 41 orang dan delapan orang menyusul pada saat pembukaan berlangsung.
Panitia penyelenggara menyiapkan sekitar 300 kursi di dalam aula, namun kursi yang terisi sebanyak 65, sebagiannya ditempati tokoh masyarakat, tokoh agama dan karyawan Depag Lembata. Kepala Kandepag Lembata, Dra. Dorthia Nahak, mengakui kurangnya kehadiran caleg mengikuti pembekalan rohani.
Seminggu sebelum kegiatan diadakan, kata Dorthia, undangan kepada caleg telah disebar KPUD Lembata melalui partai politik. Depag menyusuli lagi dengan surat undangannya kepada 36 parpol supaya memfasilitasi kehadiran para caleg.
"Kita kerja sama dengan KPUD, tetapi kehadiran mereka hanya begini saja. Mungkin banyak berhalangan dan berada di pedesaan," kata Dorthia, kepada SPIRIT NTT.
Dikatakannya, pembekalan rohani kepada caleg adalah bagian tugas dan fungsi Depag yang hendaknya dipandang sebagai retret rohani bagi caleg yang bersaing mendapat dukungan masyarakat pada pemilul 9 April 2009. Depag bertanggung jawab menyiapkan prakondisi yang sehat dan dinamis paskah pemilu.
Gagasan menyelenggarakan dilatari stigma kebanyakan orang yang memandang politik sebagi hal yang kotor mencapai tujun, meskipun banyak orang memaknainya sebagai seni pengabdian mengupayakan kesejahteraan bersama.
Selama ini, kata Dorthia, politik masih sering dijadikan ajang memangsai orang lain dan sarana memeras hak-hak orang lain. Bahkan ada juga yang menjadikannya sebagai ajang perebutan kekuasaan dan uang mengorbankan orang lain. Tetapi, bila harkat manusia menjadi tujun dan pedoman perpolitikan, maka nilai-nilai hak azasi manusia dan Pancasila harus lebih diapreasiasikan dan diberi tempat terhormat.
Pembelakan rohani ini, demikian Dorthia, diharapkan bisa terbangun pemahaman para caleg, berpolitik merupakan pergumulan kasih kepada sesama. Mencapai tujuan luhur ini dibutuhkan kaidah dan dasar-dasar berpolitik yang baik, sehat, santun, beradab dan tidak mencederai sesama serta menodai visi dan perjuangan memperoleh dukungan public. Karena itu dibutuhkan etos dan moralitas politik yang bermartabat untuk memberi kesejukan kepada pemilih, bukan sebaliknya menjadikan masyarakat sebagai obyek memperoleh popularitas, kuasa, jabatan dan uang (mammonisme).
Sikap mendewakan uang, tandas Dorthia, agar tidak sampai mengadudomba dan memecah belah masyarakat, tetapi dimaknai sebagai pengabdian yang mengupayakan kesejahteraan umum.
Pencerahan
Ketua panitia penyelenggara, Petrus Muga Ladjar, topik pembekalan hidup dalam solidaritas kemanusiaan sebuah model spiritualisats pelayanan publik dimaksudkan untuk memberikan pencerahan kepada peserta agar mengikuti kompetisi pemilu legislatif dalam semangat kasih dan persaudaraan sejati. Menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi dan kelomppok serta menjaga iklum kehidupan rukun dan damai di daerah ini selama pemilu legislatif dan presiden.
Metode kegiatan cermah, diskusi, tanya jawab dan sharing menghadirkan pemateri Romo Philipus Sinyo da Gomez, Pr, Drs. Mochtar Pua, dan Pdt. Andreas Mauleti, menyoroti solidaritas kemanusiaan menurut pandangan agama Katolik, Islam dan Protestan.
Anggota KPUD Lembata, Drs.Yusuf Dolu, mengatakan, gagasan Depag Lembata mengajak KPUD menggelar pembinaan rohani bertepatan dengan persiapan prapaskah umat kristiani menyongsong Paskah yang intinya dimulai tanggal 9 April mendatang merupakan momentum strategis. Pada saat bersamaan yang dilaksanakan pesta demokrasi. (*)
Caleg Tak Tertarik Pembekalan Rohani
Label:
Lembata
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar