Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Lopez Perketat Eksplorasi


Spirit NTT, 16-21 Februari 2009, Laporan Fredy Hayong

TEUN, SPIRIT--
Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez
meminta para pimpinan desa di Belu memperketat pengawasan terhadap eksplorasi potensi barang tambang oleh pihak tertentu. Masyarakatpun harus berhati-hati dengan tawaran yang disampaikan pengusaha.

Permintaan Bupati Lopez ini menyusul langkah yang diambil Kepala Desa (Kades) Teun, Kecamatan Raimanuk, Belu yang menahan penjualan 15 ton mangan kepada pengusaha. Langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab pimpinan desa menyelamatkan potensi daerah dari perbuatan oknum tak bertanggung jawab.


Joachim Lopez mengatakan hal ini kepada wartawan di kediamannya di Atambua, Kamis (12/2/2009). Ia ditanyai soal potensi mangan di Belu yang saat ini jadi incaran pengusaha asal luar Belu.

Lopez dilantik untuk memimpin Belu periode kedua (2009- 2014), kemarin (17/2/2009), menjelaskan, secara umum hampir di sebagian besar wilayah di Belu memilik potensi tambang. Mangan terdapat di wilayah Malaka Timur, Raimanuk dan sebagian di Kakulukmesak dengan kualitas yang sangat bagus.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Belu akan berusaha memaksimalkan potensi ini sebagai aset untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Terkait persoalan mangan, katanya, dia salut dengan langkah Kepala Desa Teun, Yeremias Sadia yang menahan 15 ton mangan yang hendak dibawa keluar dari Belu. Mangan "mentah" itu dikumpulkan oleh masyarakat setempat dan dijual kepada pengusaha.

"Saya setuju dengan langkah yang diambil Kades Teun. Bagaimanapun mangan itu potensi daerah. Apabila pengusaha ingin melakukan penelitian, harus membawa sampelnya saja dan itu pun harus diketahui pemerintah kabupaten. Pengusaha tidak serta merta turun ke masyarakat minta untuk mengumpulkan mangan begitu saja. Pemerintah desa harus diberitahu dan nanti pemerintah desa menyampaikan lebih lanjut ke kabupaten," katanya.

Sebelumnya, Kades Teun, Kecamatan Raimanuk, Belu, Yeremias Sadia, bersama tokoh adat setempat menggagalkan upaya penjualan 15 ton mangan keluar dari daerah itu. Selama ini warga setempat mengumpulkan mangan secara ilegal kepada oknum pengusaha dari luar Belu tanpa seizin pemerintah desa.
Kades Teun, Yeremias Sadia, dikonfirmasi di ruang kerjanya di Desa Teun, Senin (9/2/2009) membenarkan adanya penahanan 15 ton mangan dari wilayah itu. *


Tidak ada komentar: