Spirit NTT, 26-1 s/d 2-2-2009, Laporan Adiana Ahmad
MBATAKAPIDU, SPIRIT--Warga Desa Mbatakapidu, Kecamatan Kota Waingapu, menjadikan keladi putih sebagai pangan alternatif pengganti beras. Pencanangannya dilakukan Bupati Sumba Timur (Sumtim), Drs. Gidion Mbilijora, di desa setempat Rabu (21/1/2008).
Pencanangan keladi putih ini sebagai upaya dari pemerintah daerah mengurangi ketergantungan masyarakat daerah itu terhadap pangan beras. Dalam pencanangan keladi putih sebagai pangan alternatif ini ditanam 100 pohon anakan keladi putih.
Penanaman keladi putih diikuti oleh para kepala dinas, kantor, badan di daerah itu. Keladi putih dipilih sebagai tanaman pangan alternatif untuk dikembangkan di Sumba Timur, karena gampang penanamannya, sekali tanam bisa panen berkali-kali, tidak dimakan ternak, khususnya kambing yang selama ini menjadi musuh tanaman, prospek pasar cerah, umbinya gampang diolah, produk tahan lama dan umbinya bisa untuk pakan ternak.
Penyuluh Desa Mbatakapidu, Lukas R Malo yang ditemui di lokasi pencanangan penanaman keladi putih mengatakan, keladi putih merupakan tanaman pangan semusim yang mempunyai berbagai keunggulan. Keladi putih, katanya, mulai dibudidayakan oleh Kelompok Tani Walla Badi, Desa Mbatakapidu tahun 2005. Kegiatan penanaman tanaman pangan ini, lanjut Lukas, dilanjutkan pada tahun 2008 setelah pemerintah daerah melihat potensi keladi yang cukup baik untuk makanan lokal pengganti beras.
Pada tahun 2008, katanya, pemerintah daerah melalui Kantor Informasi Penyuluh Pertanian (KIPP) mengalokasikan 25.000 anakan keladi putih untuk dikembangkan di areal seluas 10 ha yang ditanam secara tumpang sari atau sebagai tanaman sela- sela di 22 kecamatan di Sumba Timur.
Masing-masing kecamatan, kata Lukas, dialokasikan 750 anakan. Kecamatan Kota Waingapu yang dipusatkan di Mbatakapidu, jelas Lukas, merupakan lokasi dengan areal tanam terluas atau terbanyak, yakni 9.250 anakan.
"Itu anakan yang disalurkan melalui KIPP, juga melalui dana ADD dari setiap desa. Dari dana ADD pada tahun 2008 telah ditanam 3.250 anakan di Desa Mbatakapidu dan sebanyak 3.500 anakan di Pambotandjara," kata Lukas.
Dengan demikian, lanjut Lukas, total anakan keladi putih yang telah ditanam 31.750 atau seluas 17,7 ha. Khusus Mbatakapidum, pada tahun ini selain 100 anakan di Kullu, juga 2.500 anakan yang akan dibagikan untuk masyarakat di sekitar Kantor Desa Mbatakapidu masing-masing 25 anakan. Jika dihitung dengan penanaman dari tahun 2005 sampai 2009, kata Lukas, total areal pengembangan tanaman keladi putih di Sumba Timur telah mencapai 2.500 ha dengan sentra produksi di Desa Mbatakapidu.
Dia mengatakan, masih banyak wilayah lain di Sumba Timur yang berpotensi untuk tanaman keladi putih antara lain Nggoa, Lewa, dan Tanarara. *
Keladi putih, pangan alternatif pengganti beras
Label:
Sumba Timur
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar