Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Lima pilar pembangunan di Kabupaten Belu

Spirit NTT, 12-18 Januari 2009

PENETAPAN
suatu program pembangunan seyogyanya dapat didukung dengan pendekatan yang tepat untuk menjamin tercapainya daya guna dan hasilguna yang optimal dalam pelaksanaannya.

Oleh karena itu, kondisi sosial budaya dan struktur ekonomi serta politik masyarakat Kabupaten Belu harus menjadi salah satu variabel penting dalam menetapkan pendekatan-pendekatan yang akan digunakan, untuk menghindari terjadinya benturan-benturan dalam pelaksanaannya.
Dalam konteks tersebut, ditetapkan lima pilar pembangunan yang dapat digunakan dalam mensosialisasikan dan mengimplementasikan LIMA PILAR PEMBANGUNAN Kabupaten Belu.


* Ekonomi
Pembangunan aspek ekonomi tahun 2004 memperlihatkan sebuah kemajuan yang sangat berarti. Pemerintah Kabupaten Belu saat ini memrioritaskan pembangunan ekonomi pada sektor pertanian. Sebab produk Domestik Regional Bruto (DRB) Kabupaten Belu masih didominasi oleh sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 72,73 persen. Luas lahan sawah meliputi irigasi teknis 170 ha, irigasi setengah teknis 5.695 ha, irigasi sederhana 915 ha, irigasi desa 1.071 ha, dan irigasi tadah hujan 1.591 ha.

Sementara itu produksi perkebunan pada tahun 2005 meliputi kemiri 1.476,81 ton, kopi 35,94 ton, kakao 20, 61 ton dan jambu mete 108,23 ton. Selain itu, pembangunan ekonomi juga meliputi sektor peternakan, perikanan dan kelautan, pertambangan dan pariwisata.


* Sumber daya manusia
Pembangunan di bidang pendidikan meliputi penambahan ruang kelas, pembangunan gedung sekolah, rehabilitasi dan pengadaan untuk beberapa sekaolah SD/MI dan SLTP. Peningkatan kualitas guru dan murid juga menjadi perioritas utama dibidang pendidikan.
Di bidang kesehatan lebih diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat terutama jumlah dan mutu tenaga medis, jumlah dan mutu sarana dan prasarana kesehatan, penurunan angka gisi buruk dan peningkatan kesadaran hidup sehat.

* Prasarana wilayah
Pembangunan Prasarana Wilayah diarahkan pada peningkatan mutu dan jumlah prasarana jalan dan jembatan, air dan irigasi serta kualitas pemukiman masyarakat, untuk menunjang kegiatan sosial ekonomi masyarakat. Perioritas pembangunan prasarana wilayah meliputi penataan ruang, penataan pemukiman, pekerjaan umum dan perhubungan.
Indikator pembangunan prasarana wilayah, antara lain, ketersediaan prasarana wilayah, frekwensi transportasi laut, darat dan udara serta kuantitas dan kualitas tata ruang yang memadai.


* Pelayanan pemerintahan
Yang menjadi prioritas peningkatan kualitas pelayanan pemerintah adalah lembaga pemerintah, lembaga ekonomi khususnya ekonomi pedesaan lembaga sosial (LSM), lembaga masyarakat desa (LKMD, LPM, BPD), lembaga politik
pengembangan otonomi daerah hukum dan HAM.


* Penataan lingkungan hidup
Pembangunan dan penataan lingkungan hidup terarah pada manajemen lingkungan hidup, kelestarian dan mutu lingkungan hidup, pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam, rehabilitasi hutan dan optimalisasi lahan kritis, peningkatan hasil hutan serta penanganan daerah aliran sungai secara terpadu. (www.belukab.go.id)


Tidak ada komentar: