Spirit NTT, 29 September - 5 Oktober 2008
LABUAN BAJO, SPIRIT --- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) diminta membenahi sarana dan prasarana pariwisata agar wisatawan betah menikmati aneka obyek wisata di daerah itu.
LABUAN BAJO, SPIRIT --- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) diminta membenahi sarana dan prasarana pariwisata agar wisatawan betah menikmati aneka obyek wisata di daerah itu.
Permintaan ini disampaikan Swisscontact, salah satu lembaga yang mensurvai kepuasan wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Mabar. Upaya ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kendala yang dialami wisatawan selama berada di obyek wisata di daerah itu.
Deputy Project Manager-West Manggarai Swiss Australia Tourism Assistance (Wisata), John Raja mengatakan itu ketika ditemui di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Mabar, Selasa (16/9/2008).
Menurut Raja, survai kepuasan wisman meliputi pelayanan (service) di hotel/penginapan, transportasi dan infrastruktur pendukung pariwisata.
"Kepuasan tamu yang masuk dan menikmati pengalaman atau hal baru di daerah wisata Mabar perlu kita ketahui sebagai bahan untuk pembenahan sektor pariwisata ke depan. Hasil survai ini akan kita gunakan dan rekomendasikan kepada pemerintah daerah sebagai masukan," kata Raja.
Survai itu, katanya, dilakukan atas kerja sama dengan Dinas Pariwisata Mabar, pelaku pariwisata, yakni Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Mabar, Association of the Indonesia Tour and Travel Agencies (Asita) serta pihak yang pedulu terhadap pariwisata di Mabar.
Dia menjelaskan, sebagai daerah yang mengandalkan icon pariwisata, seharusnya memiliki model pengelolaan pariwisata yang baik termasuk evaluasi terhadap kepuasan pengunjung.
"Wisman minimal tiga hari berada di Mabar. Sebelum mereka meninggalkan daerah ini, kita survai dengan menyebarkan angket untuk di isi. Kita lakukan survai di Bandara Komodo ketika wisman hendak pulang melalui Denpasar," katanya.
Lebih lanjut, Raja mengatakan, survai sudah dilakukan sejak tahun 2006, dan digelar dua tahun sekali dan tahun 2008 kembali dilakukan survai.
Soal hasil survai terhadap pariwisata di Mabar sesuai hasil tahun 2006, dia mengatakan, beberapa masukan di antaranya sudah ditindaklanjuti antara lain membuat jalur tracking ke puncak. Sementara lainnya masih minim infrastruktur (aksesibilitas), sarana komunikasi terutama internet. (yel)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar