Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Pemerintah-DPRD agar pacu mutu pendidikan

Spirit NTT, 29 September - 5 Oktober 2008

KALABAHI, SPIRIT --Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Alor harus diminta memacu mutu pendidikan agar tingkat kelulusan dalam ujian nasional tahun depan, bisa lebih baik. Ini pekerjaan rumah yang diberikan dewan pendidikan setempat.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Alor, Gabriel I Duka, di Kalabahi, Kamis (25/9/2008), berkaitan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan yang muaranya berdampak pada peningkatan persentase kelulusan siswa perserta UN.

Duka menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir ini, mutu pendidikan di Alor menurun karena tingkat kelulusan di semua jenjang pendidikan dalam ujian nasional cukup rendah.

Sesuai pengamatan dan pengkajian Dewan Pendidikan, katanya, ditemukan sejumlah titik lemah yang menjadi penyebab rendahnya mutu pendidikan. Titik lemahnya, kata Duka, antara lain akibat proses kegiatan belajar-mengajar (KBM) di sekolah yang belum optimal dan belum bermutu. Belum optimal, karena masih ada guru yang mengajar tidak sesuai perencanaan. Sedangkan belum bermutu, letaknya pada aspek pembelajaran yakni kurangnya perangkat pembelajaran.
Masalah lainnya, kata Duka, sarana pendukung pembelajaran, baik alat peraga maupun laboratorium yang masih kurang.

Hal lainnya, tandas Duka, dalam proses pembelajaran diutamakan pada kelas terakhir atau kelas di setiap jenjang pendidikan yang akan melaksanakan UN. Padahal kondisi seperti ini sangat rapuh bagi siswa, karena tidak disiapkan dari dasar. Oleh karena itu, metode seperti ini harus diubah dengan penguatan sejak dini.

Duka menyebutkan hal kronis lainnya yang mempengaruhi mutu dan tingkat kelulusan adalah untuk guru mata pelajaran spesialis yang masih kurang. Tidak mengherankan jika ada mata pelajaran tertentu yang terpaksa harus diajarkan oleh guru yang lain. Akhirnya pengetahuan anak didik menjadi sangat minim.


Menurut Duka, supervisi internal di Alor belum berperan maksimal. "Ada kepsek yang beri tanggung jawab urus proyek dan urusan tambahan lainya. Ini sangat mempengaruhi KBM," kata Duka.

Mengenai supervisi external, papar Duka, pengawasan masih jauh dari jumlah ideal. Sebab jumlah pengawas baru tiga orang. Standartnya seorang pengawas mengawasi 1 mata pelajaran.

Dan, aspek yang terakhir yang cukup mempengaruhi, tandas Duka, adalah dukungan lingkungan, baik orangtua (keluarga) maupun lingkungan masyarakat secara umum. Ini harus diupayakan lingkungan yang baik yang dapat memberikan ruang bagi anak-anak untuk dapat belajar atau mempersiapkan diri secara baik. Duka menegaskan, sangat dibutuhkan peran pemerintah dan DPRD untuk memacu upaya peningkatan mutu pendidikan. (oma)

Tidak ada komentar: