Spirit NTT, 29 September - 5 Oktober 2008
KUPANG, SPIRIT-- Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyandang 'predikat' baru. Tempat penumpukan sarana transportasi `tua.` Terutama transportasi laut dan udara untuk melayani masyarakat.
Kapal feri milik PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) misalnya, usianya sudah tua-tua. Rentan terhadap kecelakaan. Selain itu, tidak mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat di daerah kepulauan ini.
Wakil Ketua DPRD NTT, Drs. Kristo Blasin, di Kupang, belum lama ini, mengamini predikat ini. "NTT selama ini terkesan sebagai tempat penumpukan sarana-sarana transportasi yang sudah tua untuk melayani rakyat daerah ini," ujarnya.
Karena itu, Kristo meminta pemerintah Propinsi NTT harus lebih proaktif memperjuangkan bantuan pemerintah pusat untuk memberikan kapal-kapal feri yang baru atau relatif baru untuk NTT.
"Selain itu, pemerintah juga perlu mencari atau mengakomodir permohonan pengusaha ASDP, kapal cepat dan atau penerbangan baru yang ingin beroperasi secara lokal-regional atau antar daerah di propinsi NTT," kata Kristo.
PT ASDP Cabang Kupang selama ini mengoperasikan sejumlah armada kapal feri seperti KM Umakalada dan Rokotenda untuk melayani rute-rute antar pulau-pulau di NTT.
Namun pada musim hujan, kapal-kapal feri itu tidak bisa beroperasi karena tidak mampu menahan tingginya gelombang di wilayah perairan NTT, sehingga masyarakat NTT selalu menghadapi masalah transportasi pada musim hujan.
Menurut dia, sebagai propinsi yang terdiri dari pulau-pulau, diperlukan armada yang mampu beroperasi pada setiap musim, sehingga transportasi ke daerah-daerah tidak mengalami kelumpuhan pada setiap musim hujan atau pergantian musim di Australia yang selalu berdampak pada tingginya gelombang di wilayah perairan NTT.
"Ini membutuhkan perhatian khusus pemerintah pusat sehingga ke depan nanti, masyarakat NTT tidak lagi mengalami kesulitan transportasi seperti yang terjadi selama ini," tegas Kristo. (ant/ntt online)
KUPANG, SPIRIT-- Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyandang 'predikat' baru. Tempat penumpukan sarana transportasi `tua.` Terutama transportasi laut dan udara untuk melayani masyarakat.
Kapal feri milik PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) misalnya, usianya sudah tua-tua. Rentan terhadap kecelakaan. Selain itu, tidak mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat di daerah kepulauan ini.
Wakil Ketua DPRD NTT, Drs. Kristo Blasin, di Kupang, belum lama ini, mengamini predikat ini. "NTT selama ini terkesan sebagai tempat penumpukan sarana-sarana transportasi yang sudah tua untuk melayani rakyat daerah ini," ujarnya.
Karena itu, Kristo meminta pemerintah Propinsi NTT harus lebih proaktif memperjuangkan bantuan pemerintah pusat untuk memberikan kapal-kapal feri yang baru atau relatif baru untuk NTT.
"Selain itu, pemerintah juga perlu mencari atau mengakomodir permohonan pengusaha ASDP, kapal cepat dan atau penerbangan baru yang ingin beroperasi secara lokal-regional atau antar daerah di propinsi NTT," kata Kristo.
PT ASDP Cabang Kupang selama ini mengoperasikan sejumlah armada kapal feri seperti KM Umakalada dan Rokotenda untuk melayani rute-rute antar pulau-pulau di NTT.
Namun pada musim hujan, kapal-kapal feri itu tidak bisa beroperasi karena tidak mampu menahan tingginya gelombang di wilayah perairan NTT, sehingga masyarakat NTT selalu menghadapi masalah transportasi pada musim hujan.
Menurut dia, sebagai propinsi yang terdiri dari pulau-pulau, diperlukan armada yang mampu beroperasi pada setiap musim, sehingga transportasi ke daerah-daerah tidak mengalami kelumpuhan pada setiap musim hujan atau pergantian musim di Australia yang selalu berdampak pada tingginya gelombang di wilayah perairan NTT.
"Ini membutuhkan perhatian khusus pemerintah pusat sehingga ke depan nanti, masyarakat NTT tidak lagi mengalami kesulitan transportasi seperti yang terjadi selama ini," tegas Kristo. (ant/ntt online)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar