Spirit NTT, 13-19 Oktober 2008, Laporan Okto Manehat
LENDOLA, SPIRIT--Kepala Desa (Kades) Lendola, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Godlief Costan, minta warga petani di wilayahnya masuk kebun menyiapkan ladang (lahan kebun) untuk musim tanam tahun ini. Apabila petani tidak berladang, maka dirinya akan menghentikan bantuan raskin kepada petani bersangkutan.
Hal ini ditegaskan Costan kepada SPIRIT NTT, Sabtu (4/10/2008), ketika ditemui di kediamannya di desa itu. Menurut Costan, hasil pantauannya di lapangan khususnya petani di desa itu, ditemukan sejumlah petani yang sudah tidak menggarap lahan kebunnya secara baik.
Lebih dari itu, pola konsumsi (makan) masyarakat, khususnya petani yang sebelumnya makan jagung, telah bergeser pada nasi dan makanan ala kota lainnya.
Setelah ditelusuri, jelas Costan, pergeseran ini terjadi karena masyarakat di desa telah menjadi manja dengan berbagai bantuan pemerintah, baik raskin, bantuan langsung tunai (BLT), maupun program keluarga harapan (PKH).
Karena kondisi seperti ini, ungkap Costan, untuk musim tanam tahun 2008, dirinya telah menyampaikan kepada masyarakat petani wajib membuka ladang dengan persiapan yang optimal. Hal ini agar ketika hujan turun, maka dapat dimanfaatkan secara baik untuk menanam jagung, ubi-ubian dan kacang.
Permintaannya ini, kata Costan, akan ditindaklanjutinya dengan pengamatan lapangan untuk memberikan motivasi kepada masyarakat sekaligus mengecek jangan sampai ada petani yang tidak menyiapkan kebunnya.
Apabila ditemukan petani tidak menyiapkan lahannya, maka dirinya selaku pimpinan di wilayah itu akan memberhentikan bantuan raskin kepada petani bersangkutan karena mulai malas urus kebun akibat dapat raskin. "Kita tidak tahu mungkin suatu saat pemerintah hentikan program ini lalu bagaimana dengan nasib kita yang telah dimanjakan dengan aneka bantuan itu? Petani harus tetap menjalankan tugas sebagai petani dengan penuh tanggung jawab," tandasnya.
Menurutnya, dalam pemantauannya di lahan kebun milik masyarakat, sejak beberapa bulan belakangan sebagian besar petani di desa ini mulai membersihkan lahan kebun. Hanya beberapa orang yang belum membuka kebun. Mereka ini akan terus dimotivasinya.
Menyangkut bibit, Costan mengatakan, untuk jagung para petani di desanya menggunakan bibit lokal, persediaannya telah tersedia. "Pengalaman beberapa tahun lalu, pemerintah memberikan bantuan bibit jagung yang sudah lama. Ketika masyarakat tanam tidak jadi sehingga masyarakat lebih memilih pakai bibit lokal yang sudah biasa dengan kondisi tanah di desa ini," jelas Costan. *
Kades Lendola minta petani bersihkan kebun
Label:
Alor
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar