Spirit NTT, 15-21 September 2008, Laporan Okto Manehat
PANTAR TIMUR, SPIRIT--Warga Desa Mawar, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, sangat merindukan sarana kesehatan seperti puskemas. Sebab, pada saat warga setempat sakit, mereka harus berobat ke ibukota kecamatan dengan menempuh perjalanan yang jauh.
Pemerintah Kabupaten Alor telah mengalokasikan pembangunan sarana kesehatan berupa puskesmas pembantu (pustu) di Desa Mawar. Namun kontraktor yang mengerjakannya sejak tahun 2007 menelantarkannya dan hingga kini belum selesai. Pembangunan puskesmas itu menelan dana Rp 205 juta.
Kepala Desa Mawar, Yusak Olang, ketika ditemui SPIRIT NTT di Hotel Nusa Kenari, Kalabahi, Sabtu (8/9/2008), warga desa setempat sangat merindukan sarana kesehatan seperti puskesmas sebagai satu kebutuhan mendasar. "Awal pembangunan pustu ini masyarakat begitu gembira. Namun, dalam perkembangannya tidak jalan, bahkan dibiarkan dalam waktu yang lama membuat masyarakat kecewa," tandasnya.
Olang mengatakan, pengalaman masalah kesehatan di desa itu cukup memrihatinkan, terutama bagi orang tua, anak-anak dan ibu hamil. Selama ini, lanjut Olang, jika masyarakat di desa itu sakit harus berjalan kaki belasan kilometer ke puskesmas di ibukota kecamatan. Apabila menggunakan ojek harus mengeluarkan uang belasan ribu rupiah baru bisa sampai ke sarana kesehatan.
Akibatnya mandegnya pembangunan Pustu Tuakiming, kata Olang, banyak masyarakat pasrah jika mengalami sakit. "Contoh yang paling sedih, belum lama ini karena tidak ada sarana maupun tenaga kesehatan sehingga dua bayi meninggal saat lahir. Hal ini tentu cukup memrihatinkan," ujar Olang.*
Warga Mawar rindukan sarana kesehatan
Label:
Alor
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar