Spirit NTT, 15-21 September 2008, laporan Okto Manehat
WAKAPSIR, SPIRIT--Warga Desa Wakapsir, Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD) belum menikmati 'kemerdekaan' sejati karena tidak memiliki akses jalan darat sehingga daerah itu terisolasi. Warga setempat mengalami kondisi ini sejak Indonesia merdeka dan Propinsi NTT dan Kabupaten Alor berusia 50 tahun.
Hal ini diungkapkan Kepala Desa (Kades) Wakapsir, Agustinus Maley, kepada SPIRIT NTT di Kalabahi, Selasa (9/9/2008). Ia mengatakan, meski negara ini telah merdeka, tetapi kehidupan masyarakat di Desa Wakapsir belum menemukan kemerdekaan sejati.
Maley mengemukakan, sejak desa dibentuk hingga saat ini tidak ada akses jalan kendaraan ke desa itu yang menghubungkan dengan wilayah lain atau ke ibukota kabupaten, Kalabahi. Karena masalah jalan, jelas Maley, berdampak langsung dengan kehidupan masyarakat. Masyarakat tidak dapat meningkatkan kehidupan ekonomi dengan menjual hasil ke sentra-sentra pasar yang jauh dari desa. Padahal untuk kandungan potensi komoditi perkebunan di daerah itu dan tambang batu hitam sangat luar biasa.
Maley mengatakan, dengan ketiadaan jalan darat ini, maka masyarakat hanya mengandalkan jalan kaki ke desa yang punya akses jalan untuk menumpang ojek atau panser ke Kota Kalabahi. Jika memungkinkan, warga mengikuti jalan laut dengan perahu motor.
"Kalau dengan perahu motor ke Kalabahi dari Wakapsir harus menempuh waktu sembilan jam, itupun kalau cuacanya baik. Apabila cuaca kurang bagus maka hingga belasan jam. Ongkosnya pun lumayan hingga puluhan ribu," kata Maley.
Maley melanjutkan, sebenarnya untuk pembukaan jalan ke desa itu tidak terlalu sulit, karena di sejumlah desa tetangga seperti Tribur dan Orgen sudah ada jalan darat. Selain itu ada bekas jalan zaman Belanda yang dapat masuk ke desa itu. Semua ini, tandas Maley, tinggal kemauan atau komitmen dari pemerintah.
"Desa kami ini juga adalah wilayah kantong produksi, kalau mau bilang kemiri itu lumbungnya di sana. Kalau mau bilang batu hitam itu kita omong gudang. Tetapi mau bagaimana dengan hasil yang ada kalau tidak didukung dengan akses jalan sehingga tidak heran, meski masyarakat kaya akan potensi alam namun masih tetap hidup dalam lilitan kemiskinan," tandas Maley.*
Wakapsir belum 'MERDEKA'
Label:
Alor
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar