Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

MABAR kecukupan pangan


SPIRIT NTT/DION DB PUTRA LEMBOR--Hamparan sawah di Lembor sebagai sentra produksi beras di Manggarai Barat. Gambar diabadikan, belum lama ini.









Spirit NTT, 15-21 September 2008, Laporan Oby Lewanmeru

LABUAN BAJO, SPIRIT--Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) tak khawatir menghadapi musim kemarau tahun ini karena ketersediaan pangan di daerah itu mencukupi kebutuhan hingga Desember 2008. Bahkan, saat ini, Mabar mengalami surplus pangan, terutama beras.

Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Mabar, Ir. Matheus Janing, melalui Kepala Bidang (Kabid) Bimas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Gayetanus Danggur, S.P, menyampaikan hal itu saat ditemui SPIRIT NTT di ruang kerjanya, Rabu (10/9/2008).

Ia menjelaskan, kondisi pangan di daerah ini mulai September 2008 sesuai hasil pantauan dan analisanya, stok pangan masih mencukupi hingga akhir tahun 2008 ini. Bahkan daerah Mabar mengalami kelebihan (surplus) pangan (beras).

Danggur mengatakan, kebutuhan pangan setara beras atau ekuivalen beras (EB) sampai dengan bulan Septembar 2009 sebanyak 16.6776,62 ton setara beras. Sementara produksi pangan hingga bulan Juni 2008 lalu mencapai 48.572,62 ton.

"Analisis kami terjadi kelebihan pangan sebanyak 31.895 ton. Karena itu, ketersediaan untuk tiga bulan ke depan masih mencukupi atau plus. Ini belum termasuk raskin dan makanan lainnya," ujarnya.

Dikatakannya, stok pangan di daerah masih mencukupi di masa sekarang. Bahkan, lanjutnya, terjadi kelebihan pangan belum termasuk pangan non beras, yakni jagung dan kacang-kacangan serta umbi-umbian. Karena itu, kata Danggur, meski musim kemarau tapi tidak perlu diragukan sebab stok pangan masih mencukupi.

Danggur menyampaikan, selain pangan beras yang melebih kebutuhan, ada beberapa komoditi non beras yang mengalami kekurangan, di antaranya ubi-ubian dan kacangan.
Ubi kayu mengalami kekurangan stok dari kebutuhan, yakni 383,02 ton setara beras dari kebutuhan 10.989,89 ton. Kondisi yang sama terjadi dengan stok kacang-kacangan seperti kacang kedelai dengan produksi 264,97 ton. Sementara kebutuhan sebanyak 235,02 ton atau kekurangan 29,95 ton.

"Secara keseluruhan ada beberapa komoditi yang kurang atau masih minus tapi kondisi itu bisa ditutup dengan komoditi lain seperti pisang atau komoditi lainnya yang ada di masyarakat," ujarnya.*

Tidak ada komentar: