Spirit NTT, 15-21 September 2008
SOE, SPIRIT--Pembangunan ekonomi khususnya ekonomi pedesaan diperlukan upaya-upaya nyata dalam menata dan menciptakan iklim yang kondusif. Dengan demikian, masyarakat mampu memanfaatkan peluang-peluang yang menguntungkan dalam rangka mengembangkan usahanya.
Hal ini diungkapkan Asisten Administrasi Pembangunan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Drs. Salmun Tabun, M Si, saat membacakan sambutan tertulis Bupati TTS, Drs. Daniel A Banunaek, MA, pada acara pembukaan seminar sehari di Wisma Cahaya TTS-SoE, Selasa (2/9/2009).
Seminar ini membahas pengkajian aplikasi hasil penelitian untuk pengembangan jenis-jenis tanaman unggul dan langka di Kabupaten TTS, yang dilaksanakan atas kerja sama antara Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten TTS dan Balai Penelitian Kehutanan Kupang.
Acara pembukaan seminar ni dihadiri para pimpinan dinas, badan, kantor dan bagian, para camat dan kepala desa sasaran penelitian serta undangan lainnya.
Bupati Banunaek mengatakan, pertumbuhan penduduk dan industri telah mendorong tingginya kebutuhan bahan baku industri kayu untuk mencukupi diversifikasi permintaan produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Karena itu, katanya, pengembangan jenis-jenis tanaman unggulan merupakan peluang strategis dalam rangka memenuhi permintaan pasar sekaligus meningkatkan diversifikasi pendapatan, baik kepada masyarakat maupun kepada pemerintah.
Berkaitan dengan hal tersebut, menurut Banunaek, fokus penelitian dilakukan pada empat jenis tanaman, yaitu jambu air, nitas, kabesak, dan panggal buaya, mengingat keempat komoditi tersebut mempunyai permintaan dan penggunaan yang cukup tinggi baik oleh masyarakat lokal maupun masyarakat luar. Selain itu, jenis tanaman tersebut memiliki kelayakan sosial, ekologi dan ekonomi dalam realitas kehidupan masyarakat setempat.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Banunaek menegaskan bahwa hasil penelitian yang telah dilakukan akan diseminarkan. Oleh sebab itu, semua peserta agar berperan aktif memberikan sumbangan pikiran dalam rangka penyempurnaan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh tim peneliti yang akhirnya menghasilkan sebuah rekomendasi yang bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat TTS. (humas setda tts)
Mutasi penuhi kebutuhan organisasi
SOE, SPIRIT--Sekretaris Kabupaten (Sekab) Timor Tengah Selatan (TTS), Drs. Alfred M Kase, M.Si, mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan organisasi dalam menjalankan amanat Peraturan Pemerintah (PP) No. 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, pemerintah melakukan mutasi.
Kase mengungkapkan hal ini ketika bertindak sebagai inspektur upacara pada apel kekuatan, di halaman depan Kantor Bupati TTS, Senin (8/9/2008). Apel ini dihadiri oleh para asisten, para pimpinan dinas, badan, kantor dan bagian serta karyawan/wati lingkup Setda Kabupaten TTS.
Sekab Alfred Kase mengatakan, mutasi akan dilaksanakan secara bertahap dan berlaku efektif tahun 2009 karena itu harus diterima dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab
Menurutnya, pada tanggal 15 September 2008, APBD Perubahan Tahun 2008 Kabupaten TTS sudah harus ditetapkan. Karena itu, setiap SKPD agar memasukkan semua DPA Perubahan sehingga pengelolaan keuangan dapat dilaksanakan sesuai aturan.
Mengakhiri amanatnya, Sekab Kase mengharapkan agar dalam penyusunan APBD 2009, yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan November 2008 diharapkan kepada setiap pimpinan SKPD dan karyawan/wati untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sehingga penyusunan APBD 2009 dapat dilaksanakan tepat waktu walaupun saat ini Kabupaten TTS akan melaksanakan pemilihan Kepala Daerah Bupati dan Wakil Bupati.
Terkait pilkada, Kase meminta perhatian agar PNS tidak melalaikan tugas pokok dan fungsinya sehingga Surat Pertanggungjawaban (SPj) dari setiap unit kerja dapat diselesaikan tepat waktu dan tidak menjadi hambatan dalam pelaksanaan tugas tahun-tahun berikutnya. (humas setda tts)
Perlu upaya nyata bangun ekonomi di desa
Label:
Timor Tengah Selatan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar