Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Jagung 'katemak' dianggap menu spesial

Spirit NTT, 1 - 7 September 2008, laporan Julius Akoit

NOEMUTI, SPIRIT--Umumnya warga Desa Seo belum paham dan mengerti tentang pentingnya gizi bagi ibu hamil dan balita. Bagi warga setempat, misanya, jagung katemak sudah dianggap sebagai menu spesial dan bergizi. Kondisi ini yang menyebabkan 17 balita dari total 73 balita di Desa Seo menderita kekurangan gizi. Dari jumlah itu, tercatat 4 balita mengalami gizi buruk.

Demikian yang dijelaskan oleh Bidan Desa Seo, Ny. Katarina Mutik, ketika ditemui di Polindes Desa Seo, Selasa (2/9/2008) siang. "Umumnya warga terutama kaum perempuan dan ibu-ibu belum mengerti betapa pentingnya asupan gizi bagi ibu hamil dan balita. Mereka mengonsumsikan makanan seadanya. Kalau dibilang warga menderita kekurangan pangan, saya kira tidak tepat. Cuma warga tidak tahu bagaimana menyediakan banyak pilihan atau keanekaragaman pangan di rumahnya," jelas Ny. Katarina.

Ia mencontohkan, jika warga sudah menyiapkan jagung katemak (jagung bulat kering yang direbus, Red) ditambah daging, itu sudah dianggap menu yang spesial. "Padahal di halaman rumahnya masih ada daun ubi dan pisang masak. Jika dihidangkan di meja makan, saya kira warga punya beberapa pilihan menu yang lengkap dan bergizi. Ini hanya soal kebiasaan atau budaya yang harus dirubah secara perlahan-lahan," katanya.

Kebiasaan lain lagi, lanjutnya, Desa Seo, adalah penghasil umbi-umbian baik ubi jalar, ubi kayu maupun ubi hutan. "Kebiasaan warga makan ubi jalar dengan sambal tomat sebagai sarapan pagi. Seandainya makan ubi itu ditambah sayur daun ubi atau sayur jantung pisang yang tersedia banyak di halaman rumah, saya kira mereka punya pilihan asupan gizi yang lebih beragam. Saya dan teman-teman dari Puskesmas harus sabar dan tekun melakukan penyuluhan tentang pentingnya menyiapkan menu makanan yang beragam di meja makan," jelasnya.

Dikatakannya, kini ia sedang memberi perhatian khusus terhadap 12 ibu hamil di Desa Seo. "Saya minta mereka untuk rajin mengonsumsikan telur yang tersedia cukup banyak, sayur-sayuran dan buah-buahan yang berlimpah di halaman rumah dan kebun. Dan ternyata dari pendekatan dan penyuluhan secara terus-menerus, tujuh ibu hamil telah melahirkan dengan selamat dan bayinya sangat sehat," jelas Ny. Katarina senang.

Tentang penanganan balita gizi buruk, Ny. Katarina mengatakan ia berharap dalam bulan ini, program pemberian makanan tambahan (PMT) yang didanai oleh Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Generasi Sehat dan Cerdas (GSC), sudah bisa cair. "Dengan begitu PMT berjalan lagi. Kendati begitu, saya tetap mengunjungi rumah balita gizi buruk dan mendorong keluarganya untuk memperhatikan asupan gizi bagi anak yang kekurangan gizi," jelasnya.*


Tidak ada komentar: