Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Bupati perbaharui usulan ke Jakarta

Spirit NTT, 15-21 September 2008, Laporan Oby Lewanmeru

LABUAN BAJO, SPIRIT -- Bupati Manggarai Barat (Mabar), Drs. Wilfridus Fidelis Pranda, mengatakan, pihaknya akan memperbaharui usulan ke Direkrorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Departemen Hukum dan HAM di Jakarta untuk segera membuka Kantor Imigrasi di daerah itu.

Sikap Bupati Fidelis ini menyusul sikap pemerintah pusat yang hingga saat ini belum merestui permohonan Pemkab Mabar untuk membuka Kantor Imigrasi di Mabar. Mabar sebagai salah satu pintu masuk ke NTT dan salah satu daerah tujuan wisata sangat membutuhkan kantor imigrasi.

"Sejauh ini belum ada jawaban atau realisasi dari pemerintah pusat apa yang kita usulkan sebelumnya. Saya sendiri sudah bertemu langsung dengan Dirjen Imigrasi di Jakarta untuk tujuan itu. Namun sejauh ini belum ada tanggapan," ujar Bupati Pranda di Labuan Bajo, Rabu (3/9/2008).

Bupati Pranda menjelaskan, pihaknya sudah mengusulkan pembentukan Kantor Imigrasi di Labuan Bajo sejak tahun 2006. Dikatakannya, wilayah Mabar khususnya Ibu kota Labuan Bajo sangat terbuka baik darat, laut sehingga rawan terjadinya kasus terutama yang berhubungan dengan wisatawan manca negara. "Labuan Bajo ini berbatasan langsung dengan Propinsi NTB dan sangat terbuka baik lewat laut, ataupun udara sehingga sangat dibutuhkan proteksi yang baik. Jika tidak maka akan timbul berbagai persoalan. Salah satu proteksi melalui lembaga keimigrasian," jelasnya.

Selama ini, lanjutnya, semua pengurusan keimigrasian semuanya terpusat di Kabupaten Sikka untuk wilayah Pulau Flores dan Lembata.
"Di sini sudah disiapkan tanah untuk kantor imigrasi tapi ini kan instansi vertikal sehingga kita tetap menunggu keputusan dari pusat," katanya.
Tentang upaya selanjutnya, dia mengatakan, pihaknya segera memperbaharui usulan tersebut agar dikirimkan lagi ke pemerintah pusat.

"Saya usahakan perbaharui usulan kami ke pemerintah pusat dan mudah-mudahan bisa terealisir dalam waktu dekat," ujarnya.*


Tidak ada komentar: