Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Solusi ketergantungan bahan bakar fosil

Spirit NTT, 26 Mei-1 Juni 2008

ENERGI surya dan angin merupakan sumber energi baru terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan, dengan kontribusinya diharapkan mencapai lebih dari 17 persen dari bauran energi nasional pada tahun 2025 sesuai Peraturan Presiden No. 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional.

Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Pulau Rote secara umum memiliki potensi sumber daya energi terbarukan yang meliputi insolasi matahari rata-rata 5 kwh/m2/hari dan kecepatan angin rata-rata 3,1 -5,6 m/detik, sehingga pemanfaatannya dapat diterapkan untuk sistem listrik di daerah itu dan mengurangi konsumsi bahan bakar solar pembangkit diesel.

Sebagai salah satu program pengembangan di bidang energi yang diarahkan kepada konsep pengurangan pemakaian bahan bakar minyak dan konsep kawasan energi mandiri, maka Kementerian Negara Riset dan Teknologi melalui lembaga litbangnya (BPPT, dan LAPAN) bekerja sama dengan PT LEN Industri (Persero) serta PT PLN telah mengkaji, mengembangkan, dan melakukan pembangunan pembangkit listrik tenaga hibrida surya-bayu-diesel untuk daerah perbatasan dan daerah terpencil serta daerah pesisir, yaitu dengan dibangunnya PLT Hibrida dengan kapasitas 50 kwp Fotovoltaik, 4 kali 10 kw turbin angin dan 135 kVA.
Selain itu juga direncanakan akan dibangun instalasi pengolah biji jarak pagar dan kosambi yang menghasilkan minyak jarak pagar dan kosambi untuk memasok minyak nabati pengganti solar sebesar 30 persen.

Deputi Bidang Perkembangan Riset Iptek Bambang Sapto Pratomosunu mewakili Menteri Negara Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman, belum lama ini, berkesempatan menyerahkan pengelolaan PLTH di Desa Nemberala, Rote Ndao kepada PT PLN dan menandatangani kerjasama pengembangan teknik pengolahan biji jarak dan biji kosambi dengan Kabupaten Rote Ndao dan PT PLN pada tanggal 14 Mei 2008.

Tujuan pemanfaatan teknologi Hibrida PV-SKEA Diesel adalah membantu program listrik pedesaan mandiri, penghematan bahan bkar pada unit pembangkit PLTD, PT PLN, meningkatkan peran dan kontribusi energi surya dan angin, meningkatkan kemampuan institusional bersama sektor swasta dan industri untuk mengembangkan produk lokal turbin angin, fotovoltaik dan sistem kendalinya. Teknologi Hibrida PV-SKEA Diesel ini merupakan bukti nyata dari sinergi ABG (Academic, Business, and Government) dimana Kementerian Negara Riset dan Teknologi mendapatkan suatu model percontohan penerapan pembangkit listrik yang bersumber dari Sumber Energi Terbarukan dan Model Pengelolaan sistem teknologi. Bagi PT PLN dipakai sebagai percontohan melaksanakan penghematan BBM dan pembangkitan energi bersih, guna mengganti pembangkit diesel yang banyak dan tersebar di daerah terpencil. Sedangkan bagi pemerintah daerah, program ini dapat digunakan sebagai wahana dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia setempat, penyebar luasan informasi dan percepatan pembangunan pedesaan yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Pada hari yang sama di lakukan juga penandata tanganan kerjasama antara Kementerian Negara Riset dan Teknologi dan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) untuk pengembangan dan pemanfaatan teknologi energi alternatif. Acara penanda tanganan kesepahaman dan perjanjian kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga Hibrida Surya Bayu-diesel yang direncanakan akan dibangun di Wini, Kecamatan Insana Utara.

Untuk mewujudkan peningkatan efisiensi dan pengurangan pemakaian bahan bakar solar pada pembangkit listrik PT PLN dirancang PLT Hibrida dengan kapasitas 50 kWp Fotovoltaik, 10 kW Turbin Angin dan 150 kVA diesel yang akan melayani masyarakat yang berjumlah kurang lebih 350 rumah.

Keberadaan PLTH di Kecamatan Rote dengan potensi wisata bahari akan menghidupkan industri tumahan seperti kerajinan tangan, tenun ikat, dan anyaman. Saat ini ari 113.713 penduduk atau 29115 keluarga yang belum mendapat listrik 21108 sekitar 7277 keluarga tidak bekerja. Jumlah keluarga miskin dan sangat miskin mencapai 26643 keluarga. (humasristek)

Tidak ada komentar: