Spirit NTT, 19-25 Mei 2008
KALABAHI, SPIRIT--Tiga anggota Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) masa jabatan 2008-2013 tingkat Kabupaten Alor, dilantik hari Sabtu (10/5/2008).
Pada kesempatan yang sama juga dilantik panwas pilgub tingkat kecamatan dan panitia pengawas lapangan tingkat desa/kelurahan se-Kabupaten Alor.
Pelantikan dilaksanakan oleh Ketua Pengadilan Negeri Kalabahi, Agus Pambudi, S.H, melalui rapat paripurna DPRD Alor di ruang sidang utama gedung DPRD Alor, Sabtu (10/5/2008). Rapat dengan agenda pengambilan sumpah/janji anggota panwas kabupaten dan kecamatan serta pengawas lapangan pemilihan kepala daerah Propinsi NTT itu dibuka Ketua DPRD Alor, Drs. Jhon Th Blegur.
Tiga anggota panwas yang dilantik adalah Iskandar Manapa, S. Sos sebagai ketua, AKP Harus Djahimo dan Gede Budi Suardana, S.H. Pembentukan panwas kabupaten Alor ini berdasarkan surat keputusan pimpinan DPRD Alor No. 03/pimp/DPRD/2008 tentang pembentukan panitia pengawas pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah Propinsi NTT masa jabatan 2008-2013.
Sedangkan untuk panitia pengawas lapangan masing-masing desa/kelurahan se-Kabupaten Alor ditetapkan melalui Surat Keputusan Pengawas Lapangan No. 01/Panwas/2008 tentang penetapan pengawas lapangan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT masa jabatan 2008-2013.
Tiga dimensi
Wakil Bupati Alor, Drs. Abraham Maulaka menekankan tiga dimensi yang perlu dimiliki oleh anggota panwas sebagai kesiapan psikologis dalam menjalani tugas kebangsaan yang mulai dan penuh dengan tantangan.
"Dalam melaksanakan tugas kebangsaan yang mulia ini, bapak dan ibu pasti akan menghadapi berbagai tantangan dan ancaman dari faktor lingkungan strategis eksternal, tetapi mungkin suatu saat ada juga fitnahan. Oleh karena itu saya harap dalam pelaksanaan tugas mulia ini semua ketentuan dan peraturan yang berlaku diikuti dan dipahami dengan baik. Saya minta setiap anggota panwas memiliki kesabaran dan kerendahan hati selain ketegasan sikap dalam melaksanakan aturan. Katakan salah bila itu salah dan katakan benar bila itu benar dan selalu berada dalam posisi netral. Ambillah sikap tegas bila diketahui ada indikasi pelanggaran, jangan biarkan sampai terjadi masalah baru disikapi sehingga tidak menimbulkan efek yang lebih besar," kata Maulaka mengingatkan.
Ketua DPRD Alor, Drs. Jhon Th Blegur, dalam pengantar pidatonya mengatakan, atas nama wakil rakyat dan lembaga Dewan selain menyampaikan rasa hormat dan penghargaan kepada para camat yang begitu tanggap dan tangkas mengirim rakyatnya untuk dipilih dan ditempatkan dalam posisi penting yang hari ini telah dilantik, juga mengingatkan kepada anggota panwas kabupaten dan kecamatan serta panitia pengawas lapangan tingkat desa/kelurahan agar melaksanakan kepercayaan ini dengan baik.
"Bapak dan ibu yang telah dilantik hari ini, saya minta bekerjalah secara jujur, iklas dan tulus hati karena bapak dan ibu yang dipilih dan diangkat menjadi panwas baik tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa/kelurahan adalah orang- orang yang dianggap mampu dan cakap sesuai yang diamanatkan dalam undang-undang. Bapak dan ibu sebagai kelompok independen harus netral dan berpegang pada sumpah yang telah diucapkan serta bekerjalah secara jujur, iklas, dan tulus hati," pinta Blegur.
Blegur juga mengharapkan agar pesta rakyat dalam memilih gubernur dan wakil gubernur NTT kali ini berjalan dalam koridor adat istiadat, saling hormat menghormati dan saling menghargai karena bagaimanapun dari semua pasangan calon yang bertarung hanya satu calon yang masuk. "Untuk itu pasang lainnya yang tidak masuk harus saling memberikan dukungan,' ujarnya. (humas setda alor)
KALABAHI, SPIRIT--Tiga anggota Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) masa jabatan 2008-2013 tingkat Kabupaten Alor, dilantik hari Sabtu (10/5/2008).
Pada kesempatan yang sama juga dilantik panwas pilgub tingkat kecamatan dan panitia pengawas lapangan tingkat desa/kelurahan se-Kabupaten Alor.
Pelantikan dilaksanakan oleh Ketua Pengadilan Negeri Kalabahi, Agus Pambudi, S.H, melalui rapat paripurna DPRD Alor di ruang sidang utama gedung DPRD Alor, Sabtu (10/5/2008). Rapat dengan agenda pengambilan sumpah/janji anggota panwas kabupaten dan kecamatan serta pengawas lapangan pemilihan kepala daerah Propinsi NTT itu dibuka Ketua DPRD Alor, Drs. Jhon Th Blegur.
Tiga anggota panwas yang dilantik adalah Iskandar Manapa, S. Sos sebagai ketua, AKP Harus Djahimo dan Gede Budi Suardana, S.H. Pembentukan panwas kabupaten Alor ini berdasarkan surat keputusan pimpinan DPRD Alor No. 03/pimp/DPRD/2008 tentang pembentukan panitia pengawas pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah Propinsi NTT masa jabatan 2008-2013.
Sedangkan untuk panitia pengawas lapangan masing-masing desa/kelurahan se-Kabupaten Alor ditetapkan melalui Surat Keputusan Pengawas Lapangan No. 01/Panwas/2008 tentang penetapan pengawas lapangan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT masa jabatan 2008-2013.
Tiga dimensi
Wakil Bupati Alor, Drs. Abraham Maulaka menekankan tiga dimensi yang perlu dimiliki oleh anggota panwas sebagai kesiapan psikologis dalam menjalani tugas kebangsaan yang mulai dan penuh dengan tantangan.
"Dalam melaksanakan tugas kebangsaan yang mulia ini, bapak dan ibu pasti akan menghadapi berbagai tantangan dan ancaman dari faktor lingkungan strategis eksternal, tetapi mungkin suatu saat ada juga fitnahan. Oleh karena itu saya harap dalam pelaksanaan tugas mulia ini semua ketentuan dan peraturan yang berlaku diikuti dan dipahami dengan baik. Saya minta setiap anggota panwas memiliki kesabaran dan kerendahan hati selain ketegasan sikap dalam melaksanakan aturan. Katakan salah bila itu salah dan katakan benar bila itu benar dan selalu berada dalam posisi netral. Ambillah sikap tegas bila diketahui ada indikasi pelanggaran, jangan biarkan sampai terjadi masalah baru disikapi sehingga tidak menimbulkan efek yang lebih besar," kata Maulaka mengingatkan.
Ketua DPRD Alor, Drs. Jhon Th Blegur, dalam pengantar pidatonya mengatakan, atas nama wakil rakyat dan lembaga Dewan selain menyampaikan rasa hormat dan penghargaan kepada para camat yang begitu tanggap dan tangkas mengirim rakyatnya untuk dipilih dan ditempatkan dalam posisi penting yang hari ini telah dilantik, juga mengingatkan kepada anggota panwas kabupaten dan kecamatan serta panitia pengawas lapangan tingkat desa/kelurahan agar melaksanakan kepercayaan ini dengan baik.
"Bapak dan ibu yang telah dilantik hari ini, saya minta bekerjalah secara jujur, iklas dan tulus hati karena bapak dan ibu yang dipilih dan diangkat menjadi panwas baik tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa/kelurahan adalah orang- orang yang dianggap mampu dan cakap sesuai yang diamanatkan dalam undang-undang. Bapak dan ibu sebagai kelompok independen harus netral dan berpegang pada sumpah yang telah diucapkan serta bekerjalah secara jujur, iklas, dan tulus hati," pinta Blegur.
Blegur juga mengharapkan agar pesta rakyat dalam memilih gubernur dan wakil gubernur NTT kali ini berjalan dalam koridor adat istiadat, saling hormat menghormati dan saling menghargai karena bagaimanapun dari semua pasangan calon yang bertarung hanya satu calon yang masuk. "Untuk itu pasang lainnya yang tidak masuk harus saling memberikan dukungan,' ujarnya. (humas setda alor)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar