Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Darwin kukuhkan Poktan Mitra Jaya ABAL

Laporan Okto Manehat, Spirit NTT, 19-25 Mei 2008

DULOLONG, SPIRIT-- Kepala Desa Dulolong, Kecamatan Alor Barat Laut (ABAL), Alor, Darwin Duru, Kamis (15/5/2008), mengukuhkan kelompok tani Mitra Jaya yang didirikan sejak 2007 lalu. Pengukuhan ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Kades Dulolong dan Ketua Kelompok Tani, Syukur Bunga, serta pembukaan kain selubung papan kelompok tani.

Duru mengatakan, pemerintah desa bangga dengan keberadaan kelompok tani karena dalam usianya masih muda tapi statusnya telah ditingkatkan menjadi kelompok pemula. Kelompok tani itu, kata Duru, merupakan implementasi nyata dari program pembangunan di Kabupaten Alor, yaitu Gerbadestan. Untuk itu dalam pengelolaannya diharapkan anggota dapat merencanakan secara baik kegiatannya, sehingga kelompok ini dapat mensejahterakan anggotanya.

Duru berjanji mendukung kegiatan kelompok tani dengan memberikan suntikan dana dari Alokasi Dana Desa (ADD). Pertimbangannya, kegiatan yang dilaksanakan adalah kegiatan nyata yang dapat memberikan hasil. "Kita di Alor ini sebenarnya tidak miskin, namun otak kita yang masih miskin sehingga belum dapat mengelola secara baik potensi yang kaya ini," tandas Duru.

Camat ABAL, Ade Dharma Massa, S.Sos, mengatakan, pengukuhan merupakan suatu pengakuan, tetapi memiliki nilai motivasi kepada mayarakat yang tergabung dalam kelompok untuk membina diri, dalam upaya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Massa, kelompok itu dinilai baik karena telah menetapkan visinya. Ini penting karena melakukan sesuatu harus ada tujuan yang hendak dicapai sehingga dari aspek manajemennya sangat baik.

Massa mengharapkan perhatian terhadap beberapa aspek penting, yaitu aspek kelembagaan, dan manajemen atau pembinaan administrasi. Massa meminta semua instansi pemerintah maupun lembaga swasta lain yang ingin memberikan bantuan pemberdayaan kepada masyarakat sebaiknya memprioritaskan bagi kelompok yang telah memiliki sertifikasi.

Plt. Kepala Badan Bimas Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian Kabupaten Alor, Ir. Yohanis Francis, menyambut baik kehadiran kelompok tani itu. Menurutnya, pendekatan kelompok adalah unit produksi, media belajar dan wahana kerja. *

Tidak ada komentar: