Laporan Okto Manehat, Spirit NTT, 28 April - 4 Mei 2008
ALOR BARAT LAUT, SPIRIT-- Walau sudah ada pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), warga Desa Hulnani, Kecamatan Alor Barat Laut (ABAL), Kabupaten Alor masih meminta pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
Hal ini disampaikan Kepala Desa Hulnani, Ahmad Kawule saat ditemui SPIRIT NTT di kantornya, Rabu (16/4/2008). Saat itu hadir petugas penyuluh pertanian lapangan setempat, Piet Payong. Ahmad mengatakan, saat penggalian gagasan yang digelar fasilitator kecamatan untuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perdesaan (PNPM-MP), warga mengusulkan kebutuhan listrik dengan tenaga diesel. Sebab, listrik tenaga diesel dapat menjawab berbagai usaha untuk kebutuhan masyarakat.
Permintaan masyarakat ini, demikian Ahmad, karena selama ini listrik tenaga surya, tidak memuaskan masyarakat. Awalnya PLTS berfungsi baik namun pada kondisi terakhirnya tidak memuaskan masyarakat.
Buktinya, kata Ahmad, belakangan ini tiga mata lampu PLTS yang dipasang, jika dihidupkan tiga-tiganya maka dua mata lampu tidak menyala. Satu mata lampu ini, juga tidak sampai pagi, maksimal pukul 22.00 Wita. Masalah ini telah dilaporkan kepada pemeirntah kabupaten, tapi belum ada realisasinya. Yayasan womintra sebagai pihak pemasangan sulit ditemui karena petugasnya tinggal di Kalabahi.
Ahmad menyebutkan, dari 78 mata lampu PLTS di desanya, belasan mata lampu tidak berfungsi lagi. Jadi, lanjutnya, keberadaan PLTS di desa itu belakangan ini tidak dapat memberikan dampak kehidupan bagi masyarakat, misalkan anak sekolah. *
ALOR BARAT LAUT, SPIRIT-- Walau sudah ada pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), warga Desa Hulnani, Kecamatan Alor Barat Laut (ABAL), Kabupaten Alor masih meminta pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
Hal ini disampaikan Kepala Desa Hulnani, Ahmad Kawule saat ditemui SPIRIT NTT di kantornya, Rabu (16/4/2008). Saat itu hadir petugas penyuluh pertanian lapangan setempat, Piet Payong. Ahmad mengatakan, saat penggalian gagasan yang digelar fasilitator kecamatan untuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perdesaan (PNPM-MP), warga mengusulkan kebutuhan listrik dengan tenaga diesel. Sebab, listrik tenaga diesel dapat menjawab berbagai usaha untuk kebutuhan masyarakat.
Permintaan masyarakat ini, demikian Ahmad, karena selama ini listrik tenaga surya, tidak memuaskan masyarakat. Awalnya PLTS berfungsi baik namun pada kondisi terakhirnya tidak memuaskan masyarakat.
Buktinya, kata Ahmad, belakangan ini tiga mata lampu PLTS yang dipasang, jika dihidupkan tiga-tiganya maka dua mata lampu tidak menyala. Satu mata lampu ini, juga tidak sampai pagi, maksimal pukul 22.00 Wita. Masalah ini telah dilaporkan kepada pemeirntah kabupaten, tapi belum ada realisasinya. Yayasan womintra sebagai pihak pemasangan sulit ditemui karena petugasnya tinggal di Kalabahi.
Ahmad menyebutkan, dari 78 mata lampu PLTS di desanya, belasan mata lampu tidak berfungsi lagi. Jadi, lanjutnya, keberadaan PLTS di desa itu belakangan ini tidak dapat memberikan dampak kehidupan bagi masyarakat, misalkan anak sekolah. *





Tidak ada komentar:
Posting Komentar