Laporan Edy Hayong, Spirit NTT, 28 April - 4 Mei 2008
ATAMBUA, SPIRIT--Ratusan tukang ojek di wilayah Kabupaten Belu mengikuti sosialisasi pencegahan penyalahgunaan bahaya narkoba di lantai I Kantor Bupati Belu, Senin (21/4/2008). Sosialisasi ini dibuka Sekretaris Kabupaten (Sekab) Belu, Drs. JT Ose Luan. Dalam sambutannya, Ose Luan menegaskan, bahaya narkotika dan obat berbahaya (narkoba) kini mengancam Belu. Data menunjukkan, sekitar 115 orang pecandu narkoba suntik melakukan aksi terselubung.
Dia menjelaskan, bahaya narkoba yang selama ini hanya dibaca ataupun diketahui melalui media elektronik, kini berada di depan mata masyarakat di Belu. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dewasa ini tidak bisa dibendung lagi. Bersamaan dengan melajunya iptek, narkoba juga menjadi ancaman. Dan biasanya, kata Ose Luan, kelompok yang rentan mengonsumsi narkoba adalah kaum muda. Untuk itu, kepada para pemuda di Belu diharapkan menjaga diri dan selalu waspada.
"Narkoba di Belu sudah berada pada ambang mengkhawatirkan. Sekarang ini sudah ada 115 pecandu narkoba suntik. Itu artinya lambat laun akan berkembang ke pemuda-pemudi lainnya. Untuk itu, saya minta kaum muda terutama anak-anak ojek supaya waspada dengan narkoba. Sekarang ini ada penyebaran narkoba baik melalui isap, suntik maupun minum. Narkoba yang kita pakai berpengaruh langsung pada fisik dan psikis," jelasnya.
Menurutnya, narkoba ini sendiri tanpa disadari berhubungan langsung dengan HIV/AIDS. Penyebaran virus HIV ini bukan saja pada hubungan seks bebas, tapi juga karena narkoba. Untuk itu, ke depan semua pihak harus bersama-sama komit memerangi bahaya narkoba sehingga tidak menjerumuskan generasi muda Belu mendatang.
"Kata orang kalau kita sudah konsumsi narkoba pikiran melayang-layang. Kita melihat seolah-olah ada bidadari. Tapi ingat, narkoba ini bekerja secara perlahan memperlemah sistem saraf kita. Makanya saya minta para tukang ojek di Belu supaya pahami dengan benar soal narkoba. Minta penjelasan pada orang yang mengerti sehingga Anda tidak terjerumus ke dalam pengguna aktif narkoba di wilayah ini," tegas mantan Kepala Bappeda Belu ini. *
ATAMBUA, SPIRIT--Ratusan tukang ojek di wilayah Kabupaten Belu mengikuti sosialisasi pencegahan penyalahgunaan bahaya narkoba di lantai I Kantor Bupati Belu, Senin (21/4/2008). Sosialisasi ini dibuka Sekretaris Kabupaten (Sekab) Belu, Drs. JT Ose Luan. Dalam sambutannya, Ose Luan menegaskan, bahaya narkotika dan obat berbahaya (narkoba) kini mengancam Belu. Data menunjukkan, sekitar 115 orang pecandu narkoba suntik melakukan aksi terselubung.
Dia menjelaskan, bahaya narkoba yang selama ini hanya dibaca ataupun diketahui melalui media elektronik, kini berada di depan mata masyarakat di Belu. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dewasa ini tidak bisa dibendung lagi. Bersamaan dengan melajunya iptek, narkoba juga menjadi ancaman. Dan biasanya, kata Ose Luan, kelompok yang rentan mengonsumsi narkoba adalah kaum muda. Untuk itu, kepada para pemuda di Belu diharapkan menjaga diri dan selalu waspada.
"Narkoba di Belu sudah berada pada ambang mengkhawatirkan. Sekarang ini sudah ada 115 pecandu narkoba suntik. Itu artinya lambat laun akan berkembang ke pemuda-pemudi lainnya. Untuk itu, saya minta kaum muda terutama anak-anak ojek supaya waspada dengan narkoba. Sekarang ini ada penyebaran narkoba baik melalui isap, suntik maupun minum. Narkoba yang kita pakai berpengaruh langsung pada fisik dan psikis," jelasnya.
Menurutnya, narkoba ini sendiri tanpa disadari berhubungan langsung dengan HIV/AIDS. Penyebaran virus HIV ini bukan saja pada hubungan seks bebas, tapi juga karena narkoba. Untuk itu, ke depan semua pihak harus bersama-sama komit memerangi bahaya narkoba sehingga tidak menjerumuskan generasi muda Belu mendatang.
"Kata orang kalau kita sudah konsumsi narkoba pikiran melayang-layang. Kita melihat seolah-olah ada bidadari. Tapi ingat, narkoba ini bekerja secara perlahan memperlemah sistem saraf kita. Makanya saya minta para tukang ojek di Belu supaya pahami dengan benar soal narkoba. Minta penjelasan pada orang yang mengerti sehingga Anda tidak terjerumus ke dalam pengguna aktif narkoba di wilayah ini," tegas mantan Kepala Bappeda Belu ini. *





Tidak ada komentar:
Posting Komentar